> iwans wrote:
> 
> > > > Bahkan saya dan beberapa teman wartawan telah membentuk sebuah tim
> > > > khusus untuk melakukan investigasi mengenai partai-partai tersebut.
> > > > Hasilnya, 24 buah partai politik dari 48 ternyata positif pendukung
> > > > status-quo dan didanai oleh klan Cendana. 
> 
> > Perlu anda ketahui, sebenarnya penelitian mengenai partai yang
> pro-statusquo
> > ini belum selesai. Tetapi tak apalah. Anda mungkin akan bertanya
> > argumentasinya apa sehingga sebuah partai yang tadinya -- anda kira --
> tidak
> > masuk dalam indikator status-quo kok sekarang masuk. Saya tidak bisa
> > menjelaskan banyak, tetapi kami punya panduan lima pertanyaan yang bisa
> > menguji apakah sebuah partai bisa disebut partai pro-status-quo atau
> tidak.
> > Kita dapat mengetahui apakah mereka (partai-partai) itu pro-status quo
> atau
> > tidak dengan melihat sikap mereka terhadap beberapa isu penting dan
> > strategis. Pertama, sikap mereka terhadap UUD 1945 (bersedia mengadakan
> > perubahan atau tidak ?) ; Kedua, sikap mereka terhadap dwifungsi ABRI
> > (menerima sepenuhnya, menerima dengan syarat atau menolak total) ;
> Ketiga,
> > sikap mereka terhadap pengadilan mantan Presiden
> > Soeharto, keluarga dan semua kroni-kroninya (setuju, ragu-ragu atau
> tidak
> > setuju) ; Keempat, sikap mereka terhadap Pendidikan politik rakyat
> > (mendukung, tidak mendukung atau tidak jelas) ; Kelima, sikap mereka
> > terhadap penegakan hukum dan toleransi demokrasi (tegas, ragu-ragu atau
> > tidak jelas).
> > Ini dia daftar 24 partai pro-status quo sesuai dengan urutan nomor
> parpolnya
> > :
> >
> > 01. PARTAI INDONESIA BARU (PIB)
> > Ini merupakan koalisi sembilan partai baru, diantaranya PARMI (Partai
> > Aliansi Rakyat Miskin Indonesia). Ketua Parmi H Tengku Muhammad Idris
> Amir
> > Chalid pernah terang-terangan menantang duel Amien Rais jika yang
> > bersangkutan terus menghujat Soeharto dan keluarga. Sikap PIB jelas
> sekali
> > yaitu menentang mereka yang menghujat Soeharto, dan tidak menolak
> seandainya
> > Soeharto dipilih lagi sebagai Presiden periode mendatang oleh MPR hasil
> > Pemilu 1999. Salah satu pendiri PIB adalah H Asnawi Mangkualam, bekas
> > Gubernur Sumatera Selatan. Kebanyakan aktivisnya pensiunan Pegawai
> Negeri.
> >
> > 05. PARTAI KEBANGKITAN MUSLIM INDONESIA (KAMI)
> > Para pendukung Partai KAMI ini adalah Majelis Dakwah Islamiyah (MDI),
> GUPPI
> > dan Satkar Ulama. Ketiga ormas ini sejak lama menyalurkan aspirasinya
> lewat
> > Golkar. Beberapa eksponennya kemudian memisahkan diri dan membentuk
> Partai
> > KAMI untuk membendung massa Islam Golkar terutama dari kelompok
> tradisional
> > pedesaan meluber ke partai-partai bentukan NU.
> >
> > 13. PARTAI KEBANGSAAN MERDEKA (PKM)
> > Partai ini diketuai oleh KH Zaini Achmad Noeh, pensiunan pegawai tinggi
> > Departemen Agama yang pernah menjadi juru kampanye Golkar. Beberapa
> pilar
> > pendukung PKM juga dikenal sebagai pendukung Golkar atau setidaknya
> bukan
> > orang-orang yang dikenal secara politis. PKM dibentuk untuk menampung
> para
> > nasionalis yang dulu berlindung di Golkar.
> >
> > 14. PARTAI DEMOKRASI KASIH BANGSA (PDKB)
> > Ini partai yang dibentuk beberapa aktivis Kristen dan Katolik yang
> pernah
> > menjadi eksponen pendukung Golkar dan diharapkan bisa menyaingi kekuatan
> PDI
> > Perjuangan di provinsi-provinsi berbasis Kristen dan Katolik.
> >
> > 17. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA 1905 (PSII 1905)
> > Pecahan PSII yang dibentuk untuk memperlemah PSII pimpinan Taufiq
> > Tjokroaminoto. Beberapa pertemuan rahasia dengan Ibnu Hartomo kabarnya
> > diikuti beberapa utusan partai ini.
> >
> > 20. PARTAI RAKYAT INDONESIA (PARI)
> > Ini jelas partai status-quo, karena Ketua Umumnya Agus Miftach sejak
> lama
> > dikenal sebagai petualang politik. Tadinya Agus dikenal sebagai Ketua
> Umum
> > BLHI, sebuah LSM lingkungan plat merah yang didanai oleh Bob Hasan.
> Jaringan
> > BLHI inilah yang disulapnya menjadi PARI. PARI juga mengikuti forum
> partai
> > di Condet yang diadakan oleh Ibnu Hartomo. Agus juga kabarnya masih
> sering
> > bertemu dengan Bob Hasan. Mobil Mercy dan BMW miliknya adalah hadiah
> dari
> > Bob Hasan.
> >
> > 23. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA (PSP)
> > PSP secara rutin bertemu, sowan dan kabarnya juga mendapat suntikan dana
> > dari Ibnu Hartomo, adik kandung almarhum Ibu Tien. Dan hal dilakukan PSP
> > karena dijanjikan suara dari sejumlah ormas pekerja yang pembinanya
> adalah
> > Ibnu. Suara kaum pekerja ini biasanya disalurkan ke Golkar, dan kini
> dibagi
> > dua yaitu sebagian untuk PSP dan sebagian lagi untuk PSPSI.
> >
> > 25. PARTAI NAHDLATUL UMMAT (Partai NU)
> > Pimpinan partai ini yaitu KH Syukron Makmun sejak lama dikenal sebagai
> tokoh
> > NU yang dekat dengan beberapa tokoh teras Golkar. Syukron juga punya
> peran
> > dalam pendirian MDI-nya Golkar.
> >
> > 26. PARTAI NASIONAL INDONESIA - FRONT MARHAENIS  (PNI - FRONT MARHAENIS)
> > Ketua Umum Partai ini adalah Probosutedjo yang merupakan adik tiri
> mantan
> > Presiden Soeharto. PNI Front Marhaenis diharapkan bisa mencuri
> seperempat
> > suara kaum nasionalis yang disalurkan lewat PDI Perjuangan dan
> PNI-Supeni.
> >
> > 27. PARTAI IKATAN PENDUKUNG KEMERDEKAAN INDONESIA (IPKI)
> > Dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) R Soeprapto, mantan Gubernur Jakarta
> yang
> > beberapa Pemilu menjadi juru kampanye dan pendukung setia Golkar bahkan
> pada
> > Pemilu 1997 semua eksponen IPKI menyalurkan aspirasinya ke Golkar
> padahal
> > pada 1973 IPKI merupakan bagian dari fusi PDI. Sayap Golkar pro-Soeharto
> > diperkirakan sebagian akan lari mendukung IPKI.
> >
> > 28. PARTAI REPUBLIK
> > Ketua Umumnya Syarifudin Harahap adalah pengusaha yang cukup berhasil
> dan
> > dekat hubungannya dengan Aburizal Bakrie. Pada masa Orba, Syarifudin
> sempat
> > menjadi Sekjen PPP di bawah Naro. Partai ini juga anggota forum partai
> yang
> > diadakan oleh Ibnu Hartomo. Partai ini juga menolak pengadilan atas
> Soeharto
> > dengan alasan mantan Presiden itu besar jasanya bagi negara.  ''Kami
> welcome
> > terhadap keluarga Cendana. Mereka kan belum dicabut haknya, sedangkan
> bekas
> > PKI saja boleh masuk partai,'' kata Syarifudin enteng.
> >
> > 29. PARTAI ISLAM DEMOKRAT (PID)
> > Dipimpin oleh Drs H Andi Rasyid Djalil, PID dikenal sebagai partainya
> Mbak
> > Tutut karena memang jaringan partai ini ke daerah-daerah menggunakan
> > jaringan Yayasan Kiara yang dipimpin Mbak Tutut. Dana partai ini juga
> > berasal dari Mbak Tutut sekeluarga.
> >
> > 30. PARTAI NASIONAL INDONESIA - MASSA MARHAEN (PNI-MASSA MARHAEN)
> > Bachtar Oscha Maliki, Ketua Umum partai ini meskipun pernah memimpin DPC
> PDI
> > Jakarta Selatan akan tetapi sesungguhnya banyak aktivis partai ini
> > sebetulnya berkulit merah tetapi didalamnya kuning. Pernah beberapa kali
> > mengirim utusan ke pertemuan bersama Ibnu Hartomo.
> >
> > 32. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA (PDI)
> > PDI yang dipimpin oleh Budi Hardjono ini merupakan pendukung setia BJ
> > Habibie dan ABRI, karena tanpa mereka maka PDI tidak akan bisa aman
> > menjalankan aktivitasnya karena sudah dicap pengkhianat oleh kelompok
> > Megawati yang ada di PDI Perjuangan. Jalan satu-satunya untuk tetap aman
> > adalah menjadi pendukung status-quo dengan tujuan menggembosi PDI
> > Perjuangan. Di pedesaan banyak orang akan terkecoh dengan lambang PDI
> karena
> > PDI Perjuangan sudah mengganti nama dan simbol.
> >
> > 33. PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar)
> > Sudah jelas dan tidak usah dikomentari lagi, meski di dalam partai ini
> > bercokol sejumlah demokrat seperti Marzuki Darusman, Din Syamsudin dan
> Adi
> > Sasono. Golkar berkepentingan mempertahankan status-quo justru untuk
> > kepentingan petinggi partainya dan bukan demi Soeharto. Dan karena itu
> sayap
> > Golkar pendukung Soeharto tidak akan memilih Golkar dalam Pemilu nanti.
> >
> > 34. PARTAI PERSATUAN (PP)
> > Dibentuk untuk menggembosi PPP yang memang kembali galak dalam
> berpolitik.
> > PP memanfaatkan banyaknya luberan suara akibat salah nyoblos karena PPP
> yang
> > asli berganti gambar dari bintang ke Ka'bah. Ketua umumnya yaitu HJ Naro
> > sudah lama dikenal sebagai musuh umat Islam karena kelakuan politiknya
> yang
> > tidak terpuji di masa lalu.
> >
> > 38. PARTAI MUSYAWARAH KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG (PARTAI MKGR)
> > Pecahan partai Golkar dan dipimpin oleh mantan Menteri UPW Ny Mien
> Sugandhi.
> > Mengklaim didukung oleh 10 juta suara anggota MKGR, sebagian pendukung
> > Soeharto terutama dari kalangan menengah dan pengusaha akan menyalurkan
> > aspirasinya ke partai ini.
> >
> > 40. PARTAI CINTA DAMAI (PCD)
> > Partai ini dipimpin oleh Drs Iskandar Zulkarnain yang sebetulnya tidak
> > dikenal sebagai orang politik. PCD memanfaatkan jaringan kalangan
> Ahmadiyah
> > Indonesia yang dulu menyalurkan aspirasinya ke Golkar.
> >
> > 41. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN (PKP)
> > Dipimpin oleh Edi Sudradjat, mantan Menhankam yang sakit hati karena
> tidak
> > berhasil mengalahkan Akbar  Tandjung dalam perebutan kursi Ketua Umum
> > Golkar. Orang-orang kritis di Golkar dan rata-rata dari ormas Kosgoro
> > ditarik ke PKP. Kalangan veteran dan purnawirawan adalah ujung tombak
> PKP.
> > Tujuan PKP sendiri sebenarnya cuma satu yaitu menggembosi suara Golkar
> > habis-habisan.
> >
> > 42. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA SELURUH INDONESIA (PSPSI)
> > Peserta forum partai Ibnu Hartomo di Condet, dan didirikan oleh eksponen
> > ormas FSPSI yang selama ini menyalurkan suaranya ke Golkar.
> >
> > 43. PARTAI NASIONAL BANGSA INDONESIA (PNBI)
> > Sebagian besar pengurusnya adalah orang-orang AMPI, ormas Pemuda Golkar
> dan
> > didirikan untuk menampung rembesan suara dari kalangan muda Golkar dan
> juga
> > pemuda Panca Marga.
> >
> > 44. PARTAI BHINNEKA TUNGGAL IKA INDONESIA (PBI)
> > Sejumlah kalangan etnis Tionghoa yang selama ini menyalurkan suara ke
> Golkar
> > mendirikan partai ini.
> >
> > 45. PARTAI SOLIDARITAS UNI NASIONAL INDONESIA (SUNI)
> > Dipimpin oleh Abu Hasan, pesaing Gus Dur di Muktamar NU di Cipasung.
> > Jaringan politik yang dipakai adalah jaringan politik ormas KPP-NU,
> pesaing
> > NU yang kuat di luar Jawa. Tujuannya menggembosi perolehan suara PKB,
> partai
> > yang dibentuk Gus Dur.
> >
> > 47. PARTAI UMMAT MUSLIMIN INDONESIA (PUMI)
> > Sebagian eksponen PPP dan Golkar bersama-sama mendirikan PUMI. Partai
> ini
> > untuk menampung massa Islam  modernis yang selama ini menyalurkan
> aspirasi
> > ke Golkar.
> >
> > 48. PARTAI PEKERJA INDONESIA (PPI)
> > Peserta forum partai politik pimpinan Ibnu Hartomo.
> 
> Salam,
> --
> Roos Akbar
> Dept. of Geographical Sciences and Planning
> University of Queensland
> email: [EMAIL PROTECTED]
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke