Saya setuju dengan Sdr. Wong. 
Orang memang bisa berubah. Tinggal kita sekarang menentukan
pilihan.
Viva Indonesia, peace...


-----Original Message-----
From: Sian Djie Wong <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, April 06, 1999 6:57 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] [Forum Parti-partai] (fwd)


>Orde Baru dan Suharto di Indonesia 32 tahun. Tentu saja banyak
>orang yang pernah berbuhungan dengan mereka. Tentu saja banyak 
>organisisi yang secara langsung atau tidak langsung dekat dengan 
>mereka. Diantara oranga dan organisasi itu sekarang mendirikan
>partai baru. Yang terang aja ada kaitannya dengan status quo.
>
>Saya berpikir bukan sebagai politisi. Jadi saya tidak punya
>kepentingan apa-apa. Dan oleh karena itu, saya melihat wajar
>kalau ada beberapa orang atau partai yang punya noda tinta
>"keluarga Cendana". 
>
>Kalau kita mau benar-benar berdemokrasi, what the hell dengan
>hubungan-hubungan itu. Yang penting kalau mereka sekarang tunduk
>pada aturan main yang disepakati bersama. Ya biarkan saja.
>Biarlah rakyat yang memilih. 
>
>Habibie yang jelas-jelas dulu berada dibawah ketiak Soeharto
>saja bisa berbuat begitu banyak saat ini. Kecuali mengadili
>Soerharto, raport Habibie dalam beberapa bulan ini bagus.
>Mulai dari dibukanya pintu demokrasi, sampai inflasi 
>terakhir minus. 
>
>Kalau cara kita berdemokrasi masih seperti sekarang,
>hampir semua yang berbau status quo (pemerintahan orba)
>dianggap tak pantas pentas di layar politik, terus makna
>demokrasinya itu dimana? Kok saya melihat ada semacam 
>politik balas dendam. Bila ini dilakukan, apa bedanya
>dengan orba yang mengamalkan politik balas dendam dengan
>komponen orla. 
>
>Kalau memang mau menuju Indonesia baru, beri kesempatan 
>kepada yang sama kepada tiap orang (komponen bangsa) untuk 
>berperan serta, junjung tinggi aturan main (hukum), amalkan
>betul apa makna Demokrasi. 
>-------
>
>
>
>>From: Dedi Elfira <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: RE: [Kuli Tinta] [Forum Parti-partai] (fwd)
>>Date: Mon, 5 Apr 1999 23:26:21 +0700
>>
>>Bisa di jelaskan nggak partai yang betul-betul menentang status quo? 
>dan
>>yang pro reformis, soalnya kita mau pilih yang itu deh.
>>
>>> ----------
>>> From: Dedi Sumardi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
>>> Sent: 05 April 1999 7:55
>>> To: '[EMAIL PROTECTED]'
>>> Subject: [Kuli Tinta] [Forum Parti-partai] (fwd)
>>> 
>>> > iwans wrote:
>>> > 
>>> > > > > Bahkan saya dan beberapa teman wartawan telah membentuk 
>sebuah tim
>>> > > > > khusus untuk melakukan investigasi mengenai partai-partai
>>> tersebut.
>>> > > > > Hasilnya, 24 buah partai politik dari 48 ternyata positif
>>> pendukung
>>> > > > > status-quo dan didanai oleh klan Cendana. 
>>> > 
>>> > > Perlu anda ketahui, sebenarnya penelitian mengenai partai yang
>>> > pro-statusquo
>>> > > ini belum selesai. Tetapi tak apalah. Anda mungkin akan bertanya
>>> > > argumentasinya apa sehingga sebuah partai yang tadinya -- anda 
>kira --
>>> > tidak
>>> > > masuk dalam indikator status-quo kok sekarang masuk. Saya tidak 
>bisa
>>> > > menjelaskan banyak, tetapi kami punya panduan lima pertanyaan 
>yang
>>> bisa
>>> > > menguji apakah sebuah partai bisa disebut partai pro-status-quo 
>atau
>>> > tidak.
>>> > > Kita dapat mengetahui apakah mereka (partai-partai) itu 
>pro-status quo
>>> > atau
>>> > > tidak dengan melihat sikap mereka terhadap beberapa isu penting 
>dan
>>> > > strategis. Pertama, sikap mereka terhadap UUD 1945 (bersedia
>>> mengadakan
>>> > > perubahan atau tidak ?) ; Kedua, sikap mereka terhadap dwifungsi 
>ABRI
>>> > > (menerima sepenuhnya, menerima dengan syarat atau menolak total) 
>;
>>> > Ketiga,
>>> > > sikap mereka terhadap pengadilan mantan Presiden
>>> > > Soeharto, keluarga dan semua kroni-kroninya (setuju, ragu-ragu 
>atau
>>> > tidak
>>> > > setuju) ; Keempat, sikap mereka terhadap Pendidikan politik 
>rakyat
>>> > > (mendukung, tidak mendukung atau tidak jelas) ; Kelima, sikap 
>mereka
>>> > > terhadap penegakan hukum dan toleransi demokrasi (tegas, 
>ragu-ragu
>>> atau
>>> > > tidak jelas).
>>> > > Ini dia daftar 24 partai pro-status quo sesuai dengan urutan 
>nomor
>>> > parpolnya
>>> > > :
>>> > >
>>> > > 01. PARTAI INDONESIA BARU (PIB)
>>> > > Ini merupakan koalisi sembilan partai baru, diantaranya PARMI 
>(Partai
>>> > > Aliansi Rakyat Miskin Indonesia). Ketua Parmi H Tengku Muhammad 
>Idris
>>> > Amir
>>> > > Chalid pernah terang-terangan menantang duel Amien Rais jika yang
>>> > > bersangkutan terus menghujat Soeharto dan keluarga. Sikap PIB 
>jelas
>>> > sekali
>>> > > yaitu menentang mereka yang menghujat Soeharto, dan tidak menolak
>>> > seandainya
>>> > > Soeharto dipilih lagi sebagai Presiden periode mendatang oleh MPR
>>> hasil
>>> > > Pemilu 1999. Salah satu pendiri PIB adalah H Asnawi Mangkualam, 
>bekas
>>> > > Gubernur Sumatera Selatan. Kebanyakan aktivisnya pensiunan 
>Pegawai
>>> > Negeri.
>>> > >
>>> > > 05. PARTAI KEBANGKITAN MUSLIM INDONESIA (KAMI)
>>> > > Para pendukung Partai KAMI ini adalah Majelis Dakwah Islamiyah 
>(MDI),
>>> > GUPPI
>>> > > dan Satkar Ulama. Ketiga ormas ini sejak lama menyalurkan 
>aspirasinya
>>> > lewat
>>> > > Golkar. Beberapa eksponennya kemudian memisahkan diri dan 
>membentuk
>>> > Partai
>>> > > KAMI untuk membendung massa Islam Golkar terutama dari kelompok
>>> > tradisional
>>> > > pedesaan meluber ke partai-partai bentukan NU.
>>> > >
>>> > > 13. PARTAI KEBANGSAAN MERDEKA (PKM)
>>> > > Partai ini diketuai oleh KH Zaini Achmad Noeh, pensiunan pegawai
>>> tinggi
>>> > > Departemen Agama yang pernah menjadi juru kampanye Golkar. 
>Beberapa
>>> > pilar
>>> > > pendukung PKM juga dikenal sebagai pendukung Golkar atau 
>setidaknya
>>> > bukan
>>> > > orang-orang yang dikenal secara politis. PKM dibentuk untuk 
>menampung
>>> > para
>>> > > nasionalis yang dulu berlindung di Golkar.
>>> > >
>>> > > 14. PARTAI DEMOKRASI KASIH BANGSA (PDKB)
>>> > > Ini partai yang dibentuk beberapa aktivis Kristen dan Katolik 
>yang
>>> > pernah
>>> > > menjadi eksponen pendukung Golkar dan diharapkan bisa menyaingi
>>> kekuatan
>>> > PDI
>>> > > Perjuangan di provinsi-provinsi berbasis Kristen dan Katolik.
>>> > >
>>> > > 17. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA 1905 (PSII 1905)
>>> > > Pecahan PSII yang dibentuk untuk memperlemah PSII pimpinan Taufiq
>>> > > Tjokroaminoto. Beberapa pertemuan rahasia dengan Ibnu Hartomo 
>kabarnya
>>> > > diikuti beberapa utusan partai ini.
>>> > >
>>> > > 20. PARTAI RAKYAT INDONESIA (PARI)
>>> > > Ini jelas partai status-quo, karena Ketua Umumnya Agus Miftach 
>sejak
>>> > lama
>>> > > dikenal sebagai petualang politik. Tadinya Agus dikenal sebagai 
>Ketua
>>> > Umum
>>> > > BLHI, sebuah LSM lingkungan plat merah yang didanai oleh Bob 
>Hasan.
>>> > Jaringan
>>> > > BLHI inilah yang disulapnya menjadi PARI. PARI juga mengikuti 
>forum
>>> > partai
>>> > > di Condet yang diadakan oleh Ibnu Hartomo. Agus juga kabarnya 
>masih
>>> > sering
>>> > > bertemu dengan Bob Hasan. Mobil Mercy dan BMW miliknya adalah 
>hadiah
>>> > dari
>>> > > Bob Hasan.
>>> > >
>>> > > 23. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA (PSP)
>>> > > PSP secara rutin bertemu, sowan dan kabarnya juga mendapat 
>suntikan
>>> dana
>>> > > dari Ibnu Hartomo, adik kandung almarhum Ibu Tien. Dan hal 
>dilakukan
>>> PSP
>>> > > karena dijanjikan suara dari sejumlah ormas pekerja yang 
>pembinanya
>>> > adalah
>>> > > Ibnu. Suara kaum pekerja ini biasanya disalurkan ke Golkar, dan 
>kini
>>> > dibagi
>>> > > dua yaitu sebagian untuk PSP dan sebagian lagi untuk PSPSI.
>>> > >
>>> > > 25. PARTAI NAHDLATUL UMMAT (Partai NU)
>>> > > Pimpinan partai ini yaitu KH Syukron Makmun sejak lama dikenal 
>sebagai
>>> > tokoh
>>> > > NU yang dekat dengan beberapa tokoh teras Golkar. Syukron juga 
>punya
>>> > peran
>>> > > dalam pendirian MDI-nya Golkar.
>>> > >
>>> > > 26. PARTAI NASIONAL INDONESIA - FRONT MARHAENIS  (PNI - FRONT
>>> MARHAENIS)
>>> > > Ketua Umum Partai ini adalah Probosutedjo yang merupakan adik 
>tiri
>>> > mantan
>>> > > Presiden Soeharto. PNI Front Marhaenis diharapkan bisa mencuri
>>> > seperempat
>>> > > suara kaum nasionalis yang disalurkan lewat PDI Perjuangan dan
>>> > PNI-Supeni.
>>> > >
>>> > > 27. PARTAI IKATAN PENDUKUNG KEMERDEKAAN INDONESIA (IPKI)
>>> > > Dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) R Soeprapto, mantan Gubernur 
>Jakarta
>>> > yang
>>> > > beberapa Pemilu menjadi juru kampanye dan pendukung setia Golkar
>>> bahkan
>>> > pada
>>> > > Pemilu 1997 semua eksponen IPKI menyalurkan aspirasinya ke Golkar
>>> > padahal
>>> > > pada 1973 IPKI merupakan bagian dari fusi PDI. Sayap Golkar
>>> pro-Soeharto
>>> > > diperkirakan sebagian akan lari mendukung IPKI.
>>> > >
>>> > > 28. PARTAI REPUBLIK
>>> > > Ketua Umumnya Syarifudin Harahap adalah pengusaha yang cukup 
>berhasil
>>> > dan
>>> > > dekat hubungannya dengan Aburizal Bakrie. Pada masa Orba, 
>Syarifudin
>>> > sempat
>>> > > menjadi Sekjen PPP di bawah Naro. Partai ini juga anggota forum 
>partai
>>> > yang
>>> > > diadakan oleh Ibnu Hartomo. Partai ini juga menolak pengadilan 
>atas
>>> > Soeharto
>>> > > dengan alasan mantan Presiden itu besar jasanya bagi negara.  
>''Kami
>>> > welcome
>>> > > terhadap keluarga Cendana. Mereka kan belum dicabut haknya, 
>sedangkan
>>> > bekas
>>> > > PKI saja boleh masuk partai,'' kata Syarifudin enteng.
>>> > >
>>> > > 29. PARTAI ISLAM DEMOKRAT (PID)
>>> > > Dipimpin oleh Drs H Andi Rasyid Djalil, PID dikenal sebagai 
>partainya
>>> > Mbak
>>> > > Tutut karena memang jaringan partai ini ke daerah-daerah 
>menggunakan
>>> > > jaringan Yayasan Kiara yang dipimpin Mbak Tutut. Dana partai ini 
>juga
>>> > > berasal dari Mbak Tutut sekeluarga.
>>> > >
>>> > > 30. PARTAI NASIONAL INDONESIA - MASSA MARHAEN (PNI-MASSA MARHAEN)
>>> > > Bachtar Oscha Maliki, Ketua Umum partai ini meskipun pernah 
>memimpin
>>> DPC
>>> > PDI
>>> > > Jakarta Selatan akan tetapi sesungguhnya banyak aktivis partai 
>ini
>>> > > sebetulnya berkulit merah tetapi didalamnya kuning. Pernah 
>beberapa
>>> kali
>>> > > mengirim utusan ke pertemuan bersama Ibnu Hartomo.
>>> > >
>>> > > 32. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA (PDI)
>>> > > PDI yang dipimpin oleh Budi Hardjono ini merupakan pendukung 
>setia BJ
>>> > > Habibie dan ABRI, karena tanpa mereka maka PDI tidak akan bisa 
>aman
>>> > > menjalankan aktivitasnya karena sudah dicap pengkhianat oleh 
>kelompok
>>> > > Megawati yang ada di PDI Perjuangan. Jalan satu-satunya untuk 
>tetap
>>> aman
>>> > > adalah menjadi pendukung status-quo dengan tujuan menggembosi PDI
>>> > > Perjuangan. Di pedesaan banyak orang akan terkecoh dengan lambang 
>PDI
>>> > karena
>>> > > PDI Perjuangan sudah mengganti nama dan simbol.
>>> > >
>>> > > 33. PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar)
>>> > > Sudah jelas dan tidak usah dikomentari lagi, meski di dalam 
>partai ini
>>> > > bercokol sejumlah demokrat seperti Marzuki Darusman, Din 
>Syamsudin dan
>>> > Adi
>>> > > Sasono. Golkar berkepentingan mempertahankan status-quo justru 
>untuk
>>> > > kepentingan petinggi partainya dan bukan demi Soeharto. Dan 
>karena itu
>>> > sayap
>>> > > Golkar pendukung Soeharto tidak akan memilih Golkar dalam Pemilu
>>> nanti.
>>> > >
>>> > > 34. PARTAI PERSATUAN (PP)
>>> > > Dibentuk untuk menggembosi PPP yang memang kembali galak dalam
>>> > berpolitik.
>>> > > PP memanfaatkan banyaknya luberan suara akibat salah nyoblos 
>karena
>>> PPP
>>> > yang
>>> > > asli berganti gambar dari bintang ke Ka'bah. Ketua umumnya yaitu 
>HJ
>>> Naro
>>> > > sudah lama dikenal sebagai musuh umat Islam karena kelakuan 
>politiknya
>>> > yang
>>> > > tidak terpuji di masa lalu.
>>> > >
>>> > > 38. PARTAI MUSYAWARAH KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG (PARTAI MKGR)
>>> > > Pecahan partai Golkar dan dipimpin oleh mantan Menteri UPW Ny 
>Mien
>>> > Sugandhi.
>>> > > Mengklaim didukung oleh 10 juta suara anggota MKGR, sebagian 
>pendukung
>>> > > Soeharto terutama dari kalangan menengah dan pengusaha akan
>>> menyalurkan
>>> > > aspirasinya ke partai ini.
>>> > >
>>> > > 40. PARTAI CINTA DAMAI (PCD)
>>> > > Partai ini dipimpin oleh Drs Iskandar Zulkarnain yang sebetulnya 
>tidak
>>> > > dikenal sebagai orang politik. PCD memanfaatkan jaringan kalangan
>>> > Ahmadiyah
>>> > > Indonesia yang dulu menyalurkan aspirasinya ke Golkar.
>>> > >
>>> > > 41. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN (PKP)
>>> > > Dipimpin oleh Edi Sudradjat, mantan Menhankam yang sakit hati 
>karena
>>> > tidak
>>> > > berhasil mengalahkan Akbar  Tandjung dalam perebutan kursi Ketua 
>Umum
>>> > > Golkar. Orang-orang kritis di Golkar dan rata-rata dari ormas 
>Kosgoro
>>> > > ditarik ke PKP. Kalangan veteran dan purnawirawan adalah ujung 
>tombak
>>> > PKP.
>>> > > Tujuan PKP sendiri sebenarnya cuma satu yaitu menggembosi suara 
>Golkar
>>> > > habis-habisan.
>>> > >
>>> > > 42. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA SELURUH INDONESIA (PSPSI)
>>> > > Peserta forum partai Ibnu Hartomo di Condet, dan didirikan oleh
>>> eksponen
>>> > > ormas FSPSI yang selama ini menyalurkan suaranya ke Golkar.
>>> > >
>>> > > 43. PARTAI NASIONAL BANGSA INDONESIA (PNBI)
>>> > > Sebagian besar pengurusnya adalah orang-orang AMPI, ormas Pemuda
>>> Golkar
>>> > dan
>>> > > didirikan untuk menampung rembesan suara dari kalangan muda 
>Golkar dan
>>> > juga
>>> > > pemuda Panca Marga.
>>> > >
>>> > > 44. PARTAI BHINNEKA TUNGGAL IKA INDONESIA (PBI)
>>> > > Sejumlah kalangan etnis Tionghoa yang selama ini menyalurkan 
>suara ke
>>> > Golkar
>>> > > mendirikan partai ini.
>>> > >
>>> > > 45. PARTAI SOLIDARITAS UNI NASIONAL INDONESIA (SUNI)
>>> > > Dipimpin oleh Abu Hasan, pesaing Gus Dur di Muktamar NU di 
>Cipasung.
>>> > > Jaringan politik yang dipakai adalah jaringan politik ormas 
>KPP-NU,
>>> > pesaing
>>> > > NU yang kuat di luar Jawa. Tujuannya menggembosi perolehan suara 
>PKB,
>>> > partai
>>> > > yang dibentuk Gus Dur.
>>> > >
>>> > > 47. PARTAI UMMAT MUSLIMIN INDONESIA (PUMI)
>>> > > Sebagian eksponen PPP dan Golkar bersama-sama mendirikan PUMI. 
>Partai
>>> > ini
>>> > > untuk menampung massa Islam  modernis yang selama ini menyalurkan
>>> > aspirasi
>>> > > ke Golkar.
>>> > >
>>> > > 48. PARTAI PEKERJA INDONESIA (PPI)
>>> > > Peserta forum partai politik pimpinan Ibnu Hartomo.
>>> > 
>>> > Salam,
>>> > --
>>> > Roos Akbar
>>> > Dept. of Geographical Sciences and Planning
>>> > University of Queensland
>>> > email: [EMAIL PROTECTED]
>>> > 
>>> 
>>> 
>______________________________________________________________________
>>> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>> 
>>> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>> 
>>> 
>>> 
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>
>>
>>
>
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke