Bung Daniel, 

begitulah media partisan. Baik Republika maupun Jawa Pos keduanya dalam 
pandangan saya adalah partisan, tergantung dari sudut mana anda berdiri, 
memihak PDI Perjuangan atau sebaliknya. Tapi itu juga kebebasan media 
massa untuk menentukan editorial judgementnya sendiri-sendiri. Sebuah 
kemewahan yang tidak dimiliki profesi lainnya. Jika anda keberatan 
dengan kedua sudut pandang itu, dirikan saja media sendiri. Atau, 
bukankah masih banyak media lain yang lebih independen?

MGH



From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] Kasus Purbalingga
Date: Sun, 04 Apr 1999 11:28:01 +0700


Misalnya Jawa Pos, Minggu, 4 April 1999, mengutip komentar Amien Rais 
berbeda dengan Republika, antara lain:

Ketua Umum DPP PAN Amien Rais yang dimintai komentarnya kemarin justru 
mempertanyakan penampilan Golkar yang dianggapnya terlalu demonstrarif. 
Padahal, sebenarnya hal itu tak perlu terjadi bila Golkar mau menahan 
diri untuk tidak melakukan pengerahan massa. 

Amien merasa kurang yakin pelaku peristiwa ini adalah pendukung PDI 
Perjuangan. "Menurut asumsi sementara saya, tidak mungkin kader partai 
melakukan hal semacam itu. Menurut saya, itu hanya dilakukan oleh para 
kriminal yang mengenakan baju PDI Perjuangan," ...

Amien menilai, perilaku Golkar selama ini cenderung demonstratif dalam 
menggelar acara. Kondisi itu sering memancing rasa iri partai lain yang 
pada akhirnya bisa membuat pendukung partai lain gelap mata dan 
cenderung berbuat yang bukan-bukan.


Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke