Dua hari sebelum pelaksanaan kampanye Golkar di Purbalingga, Kapolresnya
sudah mengatakan bahwa surat permohonan/pemberitahuan ttg kegiatan itu
dikembalikan, karena bertentangan dengan UU No. 9/1998, pelaksanaan rapat
umum dll tidak boleh dilakukan pada hari libur nasional.

------------------------Martin Manurung-----------------------------
[EMAIL PROTECTED]  [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
____________________________________________
"Love your enemies, do good to those who hate you"

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 April 1999 10:54
Subject: RE: [Kuli Tinta] beda Golkar & mahasiswa


Apakah anda sebegitu yakinnya dengan tuduhan anda ? bahwa mereka melakukan
tanpa ijin ?...

Mari kita buktikan nanti siapa yang sebenarnya ....betul-betul mempunyai
itikat baik dalam reformasi ini...

Apakah anda yakin dengan apa yang anda yakini sekarang adalah benar 100 %
tanpa cacat...itu tentu munafik belaka....

Salam Perjuangan...
Golkar > 30 %

----------
From: Maryadi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, 8 April 1999 12:42
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] beda Golkar & mahasiswa

Mahasiswa yang mengemukakan pendapat di muka umum dengan sudah mendapat ijin
dari polisi dipukuli/dihajar oleh militer (ingat kasus mhs Trisakti di depan
kantor Hankam) sedangkan golkar yang mengadakan pawai/kampanye tanpa ijin
dari polisi dibiarkan begitu saja oleh yang berwenang (tetapi dibubarkan
oleh massa).

Gejala apa ini ?


MY


----------------------------------------------------------------
Get your free email from AltaVista at http://altavista.iname.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke