Pagi ini dalam Kampanyenya di TVRI Partai Rakyat Demokratik yang simpatisan
komunis itu menggunakan perempuan berjilbab . Dari satu sisi itu bisa
dilihat menggunakan agama sebagai alat politik. Disisi lain, itu cuma suatu
kebetulan saja. Dalam demokrasi siapa yang bisa melarang marxisme yang
atheis dikhotbahkan seorang bersorban dengan Al-Quran ditangan kanan ? Tapi
kalau cuma sinis dan curiga , boleh2 saja , dong.. !
Catatan lain, bukankah suatu hal lucu , bila ada orang gondog bila agama
dipakai sebagai alat politik. Bukankah itu cuma suatu sikap kekanak-kanakan
yang amat awam dengan demokrasi ?
Tahukah anda bahwa Islam tidak memisahkan agama dan politik ? Apakah
demokrasi tidak bisa mengakomodir keyakinan seperti itu ?
Salam .
----- Original Message -----
From: H.P Martin Yudi <[EMAIL PROTECTED]>
To: KdP <[EMAIL PROTECTED]>; Tabloid Perspektif <[EMAIL PROTECTED]>;
Reformasi Total List <[EMAIL PROTECTED]>; FE UI Today
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; Kuli Tinta List
<[EMAIL PROTECTED]>; Perspektif Mailing List
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Solidaritas Nusa Bangsa <[EMAIL PROTECTED]>; Bintang Aritonang
<[EMAIL PROTECTED]>; Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, May 20, 1999 12:54 AM
Subject: [Kuli Tinta] "Agama BUKAN Alat Politik" (Maker Ed.01/V/99)
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama:
> http://come.to/forma-kub
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> "MAKER"
> Media Anti Kekerasan
> No. 01/V/99
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
> Agama BUKAN Alat Politik
>
> Pemilihan Umum (Pemilu) 1999, sudah di depan mata. Puluhan partai akan
> memperebutkan kursi-kursi kekuasaan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan
> kemudian menghasilkan kepemimpinan yang baru bagi Indonesia.
>
> Bermacam isu akan dipergunakan oleh partai-partai itu untuk menarik
> sebanyak-banyaknya simpati dari masyarakat. Diantaranya adalah; isu
sentimen
> agama.
>
> Sebagaimana kita ketahui, selama Orde Baru, isu agama telah dibuat menjadi
> begitu sensitif dan paling berbahaya serta membawa berbagai tindak
kekerasan
> dan kerusuhan. Padahal, tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan
> dan hal yang destruktif. Agama telah dijadikan alat politik untuk
membangun
> kelompok-kelompok dan kubu-kubu yang saling mencurigai dalam masyarakat.
> Sehingga, agama menjadi kehilangan fungsi kontrolnya dan penguasa semakin
> kuat serta bebas melakukan korupsi, kolusi, nepostisme dan pelanggaran
HAM.
>
> Karena itu, kita harus tetap memakai akal sehat dan kejernihan berpikir
> untuk memilah-milah persoalan dan isu yang berkembang. Jangan lagi kita
mau
> diadu domba dan terpancing dalam tindak-tindak kekerasan dan kerusuhan
atas
> alasan apapun, apalagi alasan agama.
> Pemilu nanti, jangan lagi kita berpikiran sempit untuk mau dibujuk rayu
> memilih suatu partai yang mengeksploitasi agama untuk politik kekuasaan.
> Ingatlah; agama bukan alat politik!
>
> ____________________________________________
> MAKER diterbitkan oleh Forum Mahasiswa dan Pemuda untuk Kerukunan Umat
> Beragama, sebagai media penyebaran pesan-pesan perdamaian dan penguatan
> nilai-nilai agama. MAKER juga diterbitkan pada edisi cetak, yang untuk
> sementara masih satu halaman. Yang berminat mendapatkan edisi cetak
silakan
> menghubungi [EMAIL PROTECTED] atau Pager 13055 Id. 52302.
> Bantuan finansial anda untuk menggiatkan penyebarluasan pesan perdamaian,
> sangat dinantikan melalui No. Rek. 022 002918445-901 BNI IAIN Ciputat Kan.
> Cab. Kebayoran
> =======================================
> Dukunglah Kampanye "Agama untuk Perdamaian"
> Kunjungi http://come.to/forma-kub
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!