Saya kenal dengan beberapa kawan PRD dan berjilbab... You know... (kalau
anda mau meluangkan waktu sedikit ke website FORMA-KUB), yang menerbitkan
MAKER adalah FORMA-KUB yang dipelopori oleh mahasiswa Institut AGAMA ISLAM
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.. Jadi, rasa-rasanya mereka paham betul
bagaimana konstelasi ajaran Islam tentang agama dan politik..

Agama menjadi kontrol dalam seluruh kehidupan; sosial, politik, ekonomi, dll
adalah visi dari FORMA-KUB. Tetapi kami sangat memprihatinkan, bila agama
di-abused semata-mata sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan. Contohnya,
Golkar yang mengait-ngaitkan angka 33 sebagai "angka suci" dalam Islam..,
wow.., suatu alasan yang sangat dibuat-buat dan tidak relevan. Itulah abuse
pada agama yang sangat tidak layak.

Saya pikir, konsep Islam itu bagus; tidak bisa dipisahkan agama dan politik
(ini pula yang dinyatakan H. Syarifien Maloko yang juga dari DPP Partai
Bulan Bintang).. Karena dengan membangun dikotomi agama dan politik, maka
agama dicoba untuk disterilkan dari lingkungan dimana ia seharusnya bisa
menjadi penerang dan pemberi arah yang lurus. Tetapi, Pak Syarifien pun
tidak setuju jika dengan alasan itu, lalu memanipulasi agama untuk interest
kekuasaan saja..

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 20 Mei 1999 7:40
Subject: Re: [Kuli Tinta] "Agama BUKAN Alat Politik" (Maker Ed.01/V/99)


Pagi ini dalam Kampanyenya di TVRI Partai Rakyat Demokratik yang simpatisan
komunis itu menggunakan perempuan berjilbab . Dari satu sisi itu bisa
dilihat menggunakan agama sebagai alat politik. Disisi lain, itu cuma suatu
kebetulan saja. Dalam demokrasi siapa yang bisa melarang marxisme yang
atheis dikhotbahkan seorang bersorban dengan Al-Quran ditangan kanan ? Tapi
kalau cuma sinis dan curiga , boleh2 saja , dong.. !

Catatan lain, bukankah suatu hal lucu , bila ada orang gondog bila agama
dipakai sebagai alat politik. Bukankah itu cuma suatu sikap kekanak-kanakan
yang amat awam dengan demokrasi ?

Tahukah anda bahwa Islam tidak memisahkan agama dan politik ?  Apakah
demokrasi tidak bisa mengakomodir keyakinan seperti itu ?

Salam .


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke