Ke Mana Pilihan Kita

PEMILU sudah kian dekat. Hanya kurang sekitar dua minggu lagi. Kita
harapkan Pemilu kali ini benar-benar bersih. Ya jurdil, ya luber, ya
aman, ya macam-macam, persis seperti negara-negara yang menjunjung
kehormatan diri bangsanya, dan demokratis.

Akan Anda kemanakan pilihan Anda?

Untuk mereka yang begitu cinta dengan pak-ndut, maka pilihlah partai
gulungan-karton. Jika Anda PNS, forget it-lah sama himbauan PNS MESTI
NETRAL, dan lain sebagainya itu. diam-diam, atasan Anda juga memantau.
Dia masih dekat dengan birokrat atasannya, yang sudah karatan dengan
kedunguannya. Diam-diam mereka toh masih berjiwa gulungan-karton tadi.
Bukankah jabatan itu juga mereka dapat karena berhasil mempertontonkan
loyalitas mereka terhadap partai tersebut (d/h bukan partai, ngakunya).
Bentuk loyalitas itu, antara lain, ditunjukkan dengan kegetolannya main
akrobat, kulupsi.

Tetapi, ingak... ingak...., memilih partai ini dan membuatnya menang
sama saja akan membenturkan seluruh isi negeri ini ke dalam kancah
Kurusetra. Ngabri yang sudah siap-siap untuk ganti teman, akan terbelah
dua, byak.... Seluruh anak negeri di luar gulungan-karton akan
bersumpah untuk tak hendak tunduk. Belahan ngabri yang pro-reformasi
akan menunjukkan jatidiri, berpihak pada kubu reformasi. Separatis
berkesempatan untuk memproklamirkan diri, karena berkat ulah gerombolan
sibejat (siberat, lain lagi) selama 32 tahun lalu itulah yang membuat
derita berkepanjangan nan traumatis itu.

Jika Anda waras, cobalah untuk tidak mencoblos tanda gambar beringin
ini (sayangi, jangan dirusak dengan coblosan Anda).

Sebaliknya, jika Anda pro reformasi, mencoba membalik keadaan menjadi
serba baik, serba demokratis, serba tenggangrasa, serba memberdayakan
kemanusiaan, menggandeng tangan sahabat-sahabat di Aceh dan Timtim,
untuk membuat negeri ini menjadi Indonesia Baru (dan bolehlah kita
menyebut Hari Kebangkitan Nasional ke-II) maka jangan buang percuma hak
suara Anda pada partai-partai yang tak jelas juntrunganya. Suara Anda
akan hilang ditelan pengumpulan angka yang tak menghasilkan suara.

Jika itu yang Anda lakukan (memilih partai-partai yang lucu-lucu, yang
ketuanya belum pernah nongol di pentas politik nasional sama sekali),
maka kelompok pro-reformasi akan kehilangan sebagian dari kekuatannya.
Jika kelompok partai pro-reformasi bisa menghasilkan suara yang sama
sekali kuat, kehilangan suara Anda tak jadi masalah. Tetapi jika
kehilangan suara dari Anda itu membuat kelompok pro-reformasi menjadi
tak terlalu besar, seimbang dengan kelompok pro status-quo, dan mungkin
akan kalah karena kelompok status-quo menjalin koalisi, sayang sekali,
perjuangan dan nyawa para syuhada reformis menjadi sia-sia.

Jadi ?

Teguhkan suara hati Anda dengan hanya memilih partai-partai
'PDI-Perjuangan, PKB dan PAN) saja. Di luar tiga partai ini kans mereka
pro-reformasi masih perlu diteliti selama lima tahun lagi. Di pemilu
lima tahun lagi baru bisa dipikirkan.

Pemerintahan pasca habi-habi adalah sebuah pertaruhan bagi kelangsungan
negara kita. Jika masih kepegang habi-habi, maka harapan memperbaiki
bangsa ini sirna sudah. Bukan hanya menunggu lima tahun lagi saja,
tetapi rusaknya bukan main parah, sehingga butuh satu generasi untuk
membersihkan sisa-sisa korup dari peninggalan pak-ndut.

Buatlah tiga partai tersebut benar-benar menang mutlak (kalau perlu
suara mereka di atas 50%, misalnya PDI Perjuangan 50%, PKB 50%, dan PAN
50%, sehingga totalnya lebih dari 100% he... he...he...). Apakah saat
ini bersimpati ke partai yang bukan 3 diatas, untuk pemilu saat ini,
dengan penuh rasa hormat, pilihlah tiga partai yang sudah jelas
platformnya itu. Dijamin, utang-utang luar negeri akan dihapus sama
orang sono (duh, enaknya!) karena mereka ingin negeri ini pulih dengan
cepat.

Meski Anda memilih tiga partai di atas, namun tetaplah bersifat kritis.
Orang Aceh tetap harus meminta kembali semua hak-haknya sebagai
warganegara (sementara, jangan nuntut merdeka dulu). Orang Timtim, coba
ikuti omongan Xanan yang kalau PDI-Perjuangan menang ia akan gabung
PDI-Perjuangan, untuk bersama-sama membangun Timtim sejajar dengan
propinsi lain (yang maju).

Jika pemerintahan oleh tiga partai tersebut ternyata menyeleweng dari
garisnya semula, marilah kita yang pertama untuk mengingatkannya. Jika
tetap tak menggubris, jadilah yang pertama untuk menghalangi langkah
keliru mereka. Jika tetap keras kepala, marilah kita yang pertama
menggalang pemerintahannya, at any risk!

Sikap kritis bukan sekedar 'waton sulaya' yang artinya 'asal beda'.
Jika Anda punya program dan misi tertentu, baik kita formulasikan
bareng-bareng, jadikan bagian dari GBHN, untuk dititipkan kepada
penyelenggara pemerintahan hasil pemilu (oleh tiga partai tadi). Yang
orang Aceh buat rumusan mengenai aspirasi Aceh, demikian juga semuanya,
dari Sabang sampai Merauke (indahnya kata-kata ini). Juga para aktivis
perempuan. diskusikan, seminarkan, formulasikan, tindaklanjuti, awasi
terus, dan kalau perlu labrak (asal jangan pukul-pukulan,
tembak-tembakan).

Malu ah, sama negara-negara tetangga. Bangsa segede ini kok kayak
balita. Suka ngambek, mecahin gelas, sukar dibujuk (yang buntutnya emak
dan bapak marah, pada digebukin kabeh yang nakal-nakal itu, trus lari
ke tetangga, ngadu).

GIGIH
_____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke