Saya siiih, milih partainya Amien Rais.
Alasannya mudah saja, sejarah mencatat, siapa yang menarik gerbong
reformasi atau lokomotif yang menumbangkan kekuasaan yang diktator, itulah
orang yang diberi kesempatan pertama untuk menggantikan rezim yang tumbang.
Semoga beliau nanti bisa menjadi Presiden R.I. ke 4 yang adil, jujur, dan
membawa R.I. menjadi negara yang makmur, baldatun toyyibatun wa robbun
ghofur, amien ya robbal alamien.
Terima kasih,
B. Ghalib
Public Relations
> ----------
> From: GIGIH NUSANTARA[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, May 21, 1999 10:53 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Kuli Tinta] Ke mana pilihan kita
>
> Ke Mana Pilihan Kita
>
> PEMILU sudah kian dekat. Hanya kurang sekitar dua minggu lagi. Kita
> harapkan Pemilu kali ini benar-benar bersih. Ya jurdil, ya luber, ya
> aman, ya macam-macam, persis seperti negara-negara yang menjunjung
> kehormatan diri bangsanya, dan demokratis.
>
> Akan Anda kemanakan pilihan Anda?
>
> Untuk mereka yang begitu cinta dengan pak-ndut, maka pilihlah partai
> gulungan-karton. Jika Anda PNS, forget it-lah sama himbauan PNS MESTI
> NETRAL, dan lain sebagainya itu. diam-diam, atasan Anda juga memantau.
> Dia masih dekat dengan birokrat atasannya, yang sudah karatan dengan
> kedunguannya. Diam-diam mereka toh masih berjiwa gulungan-karton tadi.
> Bukankah jabatan itu juga mereka dapat karena berhasil mempertontonkan
> loyalitas mereka terhadap partai tersebut (d/h bukan partai, ngakunya).
> Bentuk loyalitas itu, antara lain, ditunjukkan dengan kegetolannya main
> akrobat, kulupsi.
>
> Tetapi, ingak... ingak...., memilih partai ini dan membuatnya menang
> sama saja akan membenturkan seluruh isi negeri ini ke dalam kancah
> Kurusetra. Ngabri yang sudah siap-siap untuk ganti teman, akan terbelah
> dua, byak.... Seluruh anak negeri di luar gulungan-karton akan
> bersumpah untuk tak hendak tunduk. Belahan ngabri yang pro-reformasi
> akan menunjukkan jatidiri, berpihak pada kubu reformasi. Separatis
> berkesempatan untuk memproklamirkan diri, karena berkat ulah gerombolan
> sibejat (siberat, lain lagi) selama 32 tahun lalu itulah yang membuat
> derita berkepanjangan nan traumatis itu.
>
> Jika Anda waras, cobalah untuk tidak mencoblos tanda gambar beringin
> ini (sayangi, jangan dirusak dengan coblosan Anda).
>
> Sebaliknya, jika Anda pro reformasi, mencoba membalik keadaan menjadi
> serba baik, serba demokratis, serba tenggangrasa, serba memberdayakan
> kemanusiaan, menggandeng tangan sahabat-sahabat di Aceh dan Timtim,
> untuk membuat negeri ini menjadi Indonesia Baru (dan bolehlah kita
> menyebut Hari Kebangkitan Nasional ke-II) maka jangan buang percuma hak
> suara Anda pada partai-partai yang tak jelas juntrunganya. Suara Anda
> akan hilang ditelan pengumpulan angka yang tak menghasilkan suara.
>
> Jika itu yang Anda lakukan (memilih partai-partai yang lucu-lucu, yang
> ketuanya belum pernah nongol di pentas politik nasional sama sekali),
> maka kelompok pro-reformasi akan kehilangan sebagian dari kekuatannya.
> Jika kelompok partai pro-reformasi bisa menghasilkan suara yang sama
> sekali kuat, kehilangan suara Anda tak jadi masalah. Tetapi jika
> kehilangan suara dari Anda itu membuat kelompok pro-reformasi menjadi
> tak terlalu besar, seimbang dengan kelompok pro status-quo, dan mungkin
> akan kalah karena kelompok status-quo menjalin koalisi, sayang sekali,
> perjuangan dan nyawa para syuhada reformis menjadi sia-sia.
>
> Jadi ?
>
> Teguhkan suara hati Anda dengan hanya memilih partai-partai
> 'PDI-Perjuangan, PKB dan PAN) saja. Di luar tiga partai ini kans mereka
> pro-reformasi masih perlu diteliti selama lima tahun lagi. Di pemilu
> lima tahun lagi baru bisa dipikirkan.
>
> Pemerintahan pasca habi-habi adalah sebuah pertaruhan bagi kelangsungan
> negara kita. Jika masih kepegang habi-habi, maka harapan memperbaiki
> bangsa ini sirna sudah. Bukan hanya menunggu lima tahun lagi saja,
> tetapi rusaknya bukan main parah, sehingga butuh satu generasi untuk
> membersihkan sisa-sisa korup dari peninggalan pak-ndut.
>
> Buatlah tiga partai tersebut benar-benar menang mutlak (kalau perlu
> suara mereka di atas 50%, misalnya PDI Perjuangan 50%, PKB 50%, dan PAN
> 50%, sehingga totalnya lebih dari 100% he... he...he...). Apakah saat
> ini bersimpati ke partai yang bukan 3 diatas, untuk pemilu saat ini,
> dengan penuh rasa hormat, pilihlah tiga partai yang sudah jelas
> platformnya itu. Dijamin, utang-utang luar negeri akan dihapus sama
> orang sono (duh, enaknya!) karena mereka ingin negeri ini pulih dengan
> cepat.
>
> Meski Anda memilih tiga partai di atas, namun tetaplah bersifat kritis.
> Orang Aceh tetap harus meminta kembali semua hak-haknya sebagai
> warganegara (sementara, jangan nuntut merdeka dulu). Orang Timtim, coba
> ikuti omongan Xanan yang kalau PDI-Perjuangan menang ia akan gabung
> PDI-Perjuangan, untuk bersama-sama membangun Timtim sejajar dengan
> propinsi lain (yang maju).
>
> Jika pemerintahan oleh tiga partai tersebut ternyata menyeleweng dari
> garisnya semula, marilah kita yang pertama untuk mengingatkannya. Jika
> tetap tak menggubris, jadilah yang pertama untuk menghalangi langkah
> keliru mereka. Jika tetap keras kepala, marilah kita yang pertama
> menggalang pemerintahannya, at any risk!
>
> Sikap kritis bukan sekedar 'waton sulaya' yang artinya 'asal beda'.
> Jika Anda punya program dan misi tertentu, baik kita formulasikan
> bareng-bareng, jadikan bagian dari GBHN, untuk dititipkan kepada
> penyelenggara pemerintahan hasil pemilu (oleh tiga partai tadi). Yang
> orang Aceh buat rumusan mengenai aspirasi Aceh, demikian juga semuanya,
> dari Sabang sampai Merauke (indahnya kata-kata ini). Juga para aktivis
> perempuan. diskusikan, seminarkan, formulasikan, tindaklanjuti, awasi
> terus, dan kalau perlu labrak (asal jangan pukul-pukulan,
> tembak-tembakan).
>
> Malu ah, sama negara-negara tetangga. Bangsa segede ini kok kayak
> balita. Suka ngambek, mecahin gelas, sukar dibujuk (yang buntutnya emak
> dan bapak marah, pada digebukin kabeh yang nakal-nakal itu, trus lari
> ke tetangga, ngadu).
>
> GIGIH
> _____________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!