Dulu JKT pernah metal.

Sayang, kemarin aku sedang tidak berada di JKT, ketika dikabarkan JKT
METAL. Lain halnya ketika mau pemilu 1992, aku sedang ada di sana.

Saat itu, dengan penuh keyakinan, aku bisa bilang sama teman-temin,
bahwa PDI pasti memang. JKT benar-benar dibuat METAL. Banyak aku lihat
orang-orang pakai atribut merah yang keluar dari kampung, lorong-lorong
JKT, yang bersama anak-bini, semua pakai merah-merah. Amat yakin aku
bilang, GOLKAR pasti kalah. Pasukan merah-merah ini bergelombang muncul
dan mengalir di semua sudut JKT. Mereka berpapasan di ruas-ruas jalan
yang satu arah, menyapu bersih semua space yang tersedia di jalan itu.
Di pinggir-pinggir jalan juga penuh dengan mereka yang mengelu-elukan
barisan partai kesayanganya.

Tetapi apa lacur, di akhir putaran, ketika esoknya minggu tenang,
sehingga tak ada kesempatan lagi membuat koreksi, tiba-tiba banyak
sekali 'orang berpakaian PDI' yang menodong, mengompas, atau
tindakan-tindakan butut lainnya. Sehingga kesimpulan akhir saat itu,
'jangan pilih PDI, karena ternyata PDI isinya korak, preman, dan
penjahat'. Saat itu 'Basofi Sudirman' adalah wagub DKI, dan ketua
Golkar di sana.

Kegiatan serupa juga berulang menjelang pemilu 1997 yang baru lalu, di
jawa Timur (kebetulan Basofi Sudirman jadi Gubernur saat itu). Ada
trik-trik untuk mengganjal PDI, yang selanjutnya membuat PDI pecah,
yang membuat PDI akhirnya cuma diurus oleh boneka-boneka lucu.
Akibatnya bisa dilihat, ketika Megawati tampil dengan baju putih,
sebagai isyarat kalau PDI-Perjuangan menarik diri dari Pemilu, maka
para boneka cuma dapat jatah 'snack' yang ala kadarnya.

Inilah yang harus diwaspadai. Saya berharap para simpatisan
PDI-Perjuangan tetap menjaga celah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka
yang tak suka (sekarang pasti bukan hanya Golkar yang membenci
PDI-Perjuangan, tetapi juga partai-partai kerdil) kepada
PDI-Perjuangan. Manfaatkan sepenuhnya posko-posko untuk menjaga
lingkungan sekitar posko tersebut, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Keberhasilan sudah berada di tangan, tinggal menggenggam. Dengan
bermodal pada PDI-Perjuangan yang tulen saja, pasti menang. Tetapi
PDI-Perjuangan harus menang mutlak ! Ini harus diambil dari para
pemilih yang masih ragu-ragu.

Bagaimana pun, PDI-Perjuangan tidak bisa diremehkan.

GIGIH

PS. Di jawa-Timur pernah ada orang yang namanya 'HAJI SANTO'. Dia
pembela Basofi mati-matian. Kala itu bahkan dengan 'gagah berani'
membentuk KIP-KIPP, yang artinya 'Komisi Independen Pemantau - KIPP'.
Ke mana cecunguk itu sekarang? udah nggak dapet duit dari Basofi lagi,
ya? Kok nggak membentuk KIP-KIPP lagi, mas?
_____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke