Pengalaman saya hampir sama. Diperjalanan dari Duta Merlin ke arah Roxy agak
macet, karena itu saya (naik motor dengan teman) mengambil jalur alternatif
lewat tomang. Waktu itu lampu merah dan belokan ke kiri sepi/kosong.
Biasanya 'kan belok kiri boleh terus, memang saya tahu di belokan itu tidak
ada rambu-rambu belok kiri boleh langsung, tapi berhubung sepi akhirnya
teman saya memutuskan sepertinya 'nggak pa-pa deh ngelanggar dikit', dan
kami pun belok. Ternyata dibalik tembok ada polisi yang berdiri dibalik
pohon menyuruh kami berhenti. Seperti biasa masalah ini diselesaikan secara
"damai".
Dalam pikiran saya ada dua hal, pertama polisi itu sengaja menjebak untuk
mendapat keuntungan. Kedua, mungkin memang sengaja untuk melatih para
pengendara yang seharusnya memang dengan sendirinya sadar dan taat hukum
walaupun tanpa diawasi oleh petugas.
Jadi sebaiknya jangan langsung dibilang polisi sialan, tapi kita juga salah.
Masyarakat kita belum terbiasa untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Lihat
saja jalanan kita yang semrawut.

wenny

----------
From:   [EMAIL PROTECTED]
Sent:   Friday, May 21, 1999 10:00 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [Kuli Tinta] Polisi (lagi)


Mengapa ia tak punya pikiran praktis, yaitu dengan membuat
pemberitahuan, entah dengan cara apa, bisa dengan berdiri di tempat
yang bukan di sudut belokan tersebut, yang memberitahu bahwa ada
larangan belok, sehingga jauh-jauh para pengemudi sudah tak perlu antri
yang tak perlu.

saya ikutan komentar ya...

gini.. emang kayaknya para polisi-polisi itu udah biasa menjebak kita para
pemakai jalan, buktinya saya pernah dijebak oleh para polisi sialan itu,
gara-garanya saya melanggar garis jalan tanpa putus-putus (garis marka
jalan yang satu tarikan lurus, tanpa putus-putus) padahal kira-kira 50
meter di depan saya itu ada polisi yang sedang berdiri di dekat pos polisi,
dan dia tidak berusaha untuk memperingatkan saya bahwa saya tidak boleh
memotong garis tersebut (saya sedang menunggu lalu-lintas agak sepi supaya
saya bisa berbelok ke arah lain dengan memotong garis tersebut), akhirnya
ketika saya sudah menembus garis tersebut, baru polisi itu mengejar saya
dan memberhentikan saya.
Mungkin ini memang sudah jadi tradisi para polisi kita, sehingga citra
mereka tambah hari bertambah buruk.
Segitu dulu.. sorry kalau kata-katanya enggak bagus... maklum baru mau
belajar ikutan diskusi ilmiah...

Regards...

Dave



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke