At 10:32 06/06/99 PDT, Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Saudara Daniel,
>

>
>Saya sangsi dengan kesimpulan saudara Daniel dengan kalimat ini
>
>"...Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan
>    pemerintahan. Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak
>    becus menjadi pimpinan..."
>
>Kalau saudara Daniel pernah membaca kitab sucinya orang Islam,
>saudara akan tahu, bahwa apa yang saudara katakan itu tidak benar.
>Orang Islam hanya mengikuti apa yang diperintahkan Tuhannya. Bahwa
>laki-laki ditugasi menjadi pemimpin. Bukan karena perempuan tidak
>becus.
>

Terima kasih atas penjelasan dari saudara,
tapi perlu saya tekankan di sini bahwa dalam posting saya itu saya tidak
mengambil kesimpulan, tetapi lebih tepat minta penjelasan. 

Tentang "ketidakbecusan perempuan" ini, sebenarnya saya baca dari
keterangan salah satu tokoh Islam Indonesia, saya lupa siapa. Katanya
perempuan tidak diperkenankan menjadi presiden, karena tugas perempuan itu
menjadi ibu rumah tangga, mengurus keluarga, dan cepat menangis kalau
menghadapi persoalan. "Masa kita punya presiden yang menangis kalau
menghadapi masalah?" Begitu kira2 yg diucapkan waktu itu. Bagi saya alasan
ini tentu terasa mengada-ada. 

Penjelasan Sdr. Hercule ini berbeda dng yang dijelaskan oleh Pak Hasan
Abdullah yang rupanya sealiran dng Islamnya NU Gus Dur(?). Tetapi memberi
wawasan kepada saya tentang cara pandang posisi perempuan yg ternyata
berlainan di kalangan orang Islam sendiri.

Lalu, bagaimana dengan Benazir Bhuto yang pernah dua kali menjadi PM
Pakistan? Padahal Pakistan termasuk negara Islam? Sdr. Hercule bisa
menjelaskan?


Daniel H.T.



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke