Bung Abdullah Hasan,
Apakah dapat saya simpulkan demikian dari tulisan Anda: Bahwa AGAMA sedang
dijadikan ALAT (DIPERALAT) politik?
BTW, poin-poin Anda sangat clear dan mengena sekali.
salam,
tedy the kion
> Bung Danil, Para Netters,
> Yang diatas itu dari agama. Kalau didalam politik semuanya bisa
> macam2. Dalam politik segala yang bisa dipakai akan dipakai.
> Kelompok Islam bodoh sekali kalau tidak menggunakan tafsiran yang
> menguntungkankelompok politiknya . Kelompok lainpun juga sama
> bodohnya kalau menciptakan kebodoh2an yang bisa dimanfaatkan
> lawan politiknya. Isyu Sembahyangnya Mega di Puri adalah inovasi
> yang baik bagi lawan , kebodohan bagi kelompok Mega. Isyu Caleg
> non-moslem inovasi bagi sekelompok partai, kelemahan bagi PDIP. Dsb.
> Demikian pula adalah sangat sah dan inovativ bila Mega
> menggunakan karisma bapaknya buat menarik suara. Adalah inovasi
> politik pula tampilan citra tertindas pada diri Mega yang bisa
> menarik kaum muda .
> Adalah amat tolol bagi Mega untuk mau berdebat dengan pakar2
> seperti yang dilakukan oleh Amin Rais dan Yusril. Apa guna
> mempertontonkan "kebegoan" dalam menarik suara ? Para inteletual
> boleh menjerit atau menangis sekalipun , masa bodo!
>
> Dalam demokrasi, menarik kertas dalam kotak suara merupakan
> faktor terpenting. Kita tidak bisa cengeng terhadap berbagai
> inovasi politik yang lazim itu . Dalam negara maju Iklan TV dan
> Politik adalah dua hal yang erat berhubungan. Apa arti iklan ?
> Kita lebih dari tahu bahwa iklan adalah upaya "membujuk" untuk
> membeli barang yang kita punya dengan cara yang canggih dan halus.
>
> Yang diperlukan adalah pendidikan masyarakat . Lebih canggih
> masyarakat lebih sulit orang politik buat main "tipu" demikian.
> Masyarakat terdidik secara wajar tidak akan mudah membeli barang
> dengan bumbu ayat2 kitab suci. Bisa nek dengan sendirinya.
> Masyarakat terdidik tidak bakal mau membeli calon presiden yang
> cuma mampu diam membisu. Presiden membutuhkan kefasihan yang
> cukup buat menjelaskan kemampuan dirinya.
>
> Tapi optimislah ! Mudah2an bangsa ini mampu menjalankan lompatan
> demokrasi dan lompatan pendidikan disamping beberapa lompatan2
> yang telah disebut seperti lompatan teknologi dan ekonomi.
>
> Wassalam.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, June 06, 1999 11:44 AM
> Subject: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden?
>
>
> > Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan pemerintahan.
> > Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak becus menjadi
> pimpinan. Padahal
> > dalam kenyataan seorang perempuan mampu untuk menjadi pimpinan
> > pemerintahan, apakah itu sebagai presiden, ataukah sebagai
> Perdana Menteri.
> > Demikian hal semacam ini tidak menjadi tabu di negara-negara
> yang mayoritas
> > penduduknya beragama Kristen atau non-muslim lainnya. Kita mengambil
> > sedikit contoh saja, seperti "wanita besi" dari Inggris atau PM
> Margareth
> > Thatcher, kemudian ada Presiden Philipina Ny. Qorazon Aquino. Bahkan
> > sebenarnya, Islam pun (pernah) punya PM dari Pakistan yang
> sangat ulet dan
> > solid sampai sekarang.
> >
> > Kalau memang wanita (muslim) tidak boleh menjadi presiden karena katanya
> > tidak becus, atau apapun alasannya, berarti jelas ada
> diskriminasi gender,
> > dan berarti pula secara tidak langsung mengakui kualitas wanita (muslim)
> > kalah dengan perempuan-perempuan di negara-negara non-muslim. Bagaimana
> > ini? Ada yang bisa jelaskan? Pak Abdullah Hasan di Kuli-Tinta, mungkin?
> >
> > Daniel H.T.
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!