Data tambahannya : Andi Ghalib dimundurkan dari jabatannya, tetapi supaya
keren : Di permukaan disebutkan Andi Ghalib mengundurkan diri, suratnya
diajukan tertanggal 9 Juni 1999. Ah anak kecil juga tahu lah.

> ----------
> From:         Bahrudin Ghalib[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Monday, June 14, 1999 7:14 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      RE: [Kuli Tinta] Ghalib di Pengadilan
> 
> Alangkah indahnya seandainya masih ada data tambahan mengenai kekayaan
> beliau sewaktu menjabat sebagai wakil gubernur Sul Sel. Atau sekarang yang
> sedang disorot rumah mewah beliau yang di Ujungpandang & Jakarta. 
> > ----------
> > From:       Daniel H.T.[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To:   [EMAIL PROTECTED]
> > Sent:       Sunday, June 13, 1999 11:39 PM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    [Kuli Tinta] Ghalib di Pengadilan
> > 
> > Alkisah setelah terjadi pergantian pemerintahan yang baru. Banyak sekali
> > pejabat2 tinggi  di masa rezim Orde Baru, maupun Orde Baru berbaju Orde
> > Reformasi diadili. Salah satunya adalah Andi M. Ghalib, mantan Jaksa
> > Agung.
> > Tetapi rupanya bakatnya yang suka bicara muter-muter tidak meninggalkan
> > kepribadiannya di sidang pengadilan. Sehingga jalan pengadilan terasa
> > berlarut-larut, menyita enerji dan waktu.
> > 
> > Tetapi berkat kerja keras para jaksa dan hakim yang benar-benar bisa
> > diandalkan dan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh masyarakat, terutama
> dari
> > ICW, Ghalib tidak bisa mengingkari lagi dakwaan korupsi yang ditujukan
> > kepadanya.
> > 
> > Di sidang pengadilan yang terakhir, sidang berjalan teramat sangat
> mulus.
> > Karena Ghalib mengakui semua yang didakwa kepadanya. Tidak ada secuil
> pun
> > yang diingkarinya. Namun demikian tidak urung membuat hakim ketua
> jengkel
> > juga. Sambil melepaskan kacamatanya, dia berkata kepada Ghalib: "Mengapa
> > sejak awal Anda tidak mau mengakui saja seperti sekarang? Sehingga kita
> > semua tidak buang2 enerji dan waktu!?"
> > 
> > Dengan tenang Ghalib menjawab: "Tadinya saya mengira saya tidak
> bersalah.
> > Tetapi setelah jaksa ternyata mampu memnunjukkan bukti-bukti itu, saya
> > baru
> > sadar, ternyata saya memang bersalah!"
> > 
> > 
> > Daniel H.T.
> > 
> > 
> > 
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke