Politisi -5
Senin malam aku mendengarnya di radio, wawancara seorang politisi dari
partai pembangunan kotamadya surabaya, namanya Andi. Aku tak berani
memastikan, apa ini Andi Sudirman politisi konyol dari PPP itu.
Selasa pagi aku baca koran, memuat apa yang aku dengar semalam.
Yakinlah aku, sebab memang di situ disebut nama Andi Sudirman.
Senin malam itu aku bingung juga mendengar ucapannya yang super aneh.
Kalau sore itu aku tahu, bahwa yang ngomong itu Andi nan Sudirman, maka
jelas aku tak akan merasa aneh dengan ucapannya. Andi, memang suka aneh
dan konyol (belum sembuh, sudah keluar....).
Apa ucapannya (yang aneh) itu :
'Pemilu ini tidak reformatif, sama sekali mengabaikan keinginan rakyat
yang menghendaki reformasi total dijalankan'
Begitu kok aneh, sih? Bagus kan, kalau ia berkomentar mengenai
ketidakreformasian yang seyogyanya memang harus diutarakan dengan gagah
en berani?
Tunggu dulu.
Ketika wartawan radio itu bertanya, mengapa sampai Andi ngomong begitu,
maka dengan tangka Andi berkilah. katanya :
'Hasil pemilu didominasi oleh beberapa partai saja. Sementara puluhan
partai lain tidak mendapatkan kursi. Ini kan sama saja dengan periode
Orde Baru lalu, di mana kursi cuma ada di satu partai saja?'
Gila (atau belum sembuh)?
Wartawan melanjutkan pertanyaannya, bukankah itu resiko dari banyak
partai, dan pemilih bebas menyatakan pilihannya. Selain itu, bukankah
tatacara pemilu sudah diatur oleh UU?
Apa Andi bilang (kentut?) :
'Ah... UU itu kan bikinan manusia. Ndak usah malu lah untuk diganti.
Lagian DPR-nya kan masih belum bubar. Kenapa nggak diubah saja itu UU'.
Duh Gusti. Kenapa negeri yang sudah sengsara ini punya manusia (apa
sudah komplit?) macem begini, sih?
Andi pun terus nyerocos (tidur, kali...) :
'Pokoknya, semua partai harus ada wakilnya di DPR, satu pun ndak pa-pa.
Biar sedikit kan partai-partai tadi punya suara. Kita tidak boleh
menghilangkan suara mereka'.
Menurutnya lagi, 41 partai di Surabaya akan memboikot tidak
menandatangani berita acara. Ketika didesak, partai mana saja, ia
bilang 'pokoknya sudah saya hubungi, dan mereka setuju'.
Ndi, sopo sing ngongkon awak peno melok-melok nggae partai. Nek obate
durung entek iku yo ojok njaluk metu saka rumah-sakit-mendem tah
rek..... !
GIGIH
PS. Jika integritas politisi diukur dengan bilangan 1-10, maka model
gebleg kayak gini masih sangat pantas kalau diberi ponten -5 (minus lima).
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!