dibeleh=disembelih ?
Jangan dong, itu anarki.
Apa menurut Anda di Pusat nggak ada yang lebih parah dari Andi Sudirman?



>From: Admiral <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Politisi Minus Lima
>Date: Wed, 16 Jun 1999 00:27:17 +0700
>
>Andi Sudirman tuh sepatutnya dibeleh saja !
>
>
>GIGIH NUSANTARA wrote:
> >
> > Politisi -5
> >
> > Senin malam aku mendengarnya di radio, wawancara seorang politisi dari
> > partai pembangunan kotamadya surabaya, namanya Andi. Aku tak berani
> > memastikan, apa ini Andi Sudirman politisi konyol dari PPP itu.
> >
> > Selasa pagi aku baca koran, memuat apa yang aku dengar semalam.
> > Yakinlah aku, sebab memang di situ disebut nama Andi Sudirman.
> >
> > Senin malam itu aku bingung juga mendengar ucapannya yang super aneh.
> > Kalau sore itu aku tahu, bahwa yang ngomong itu Andi nan Sudirman, maka
> > jelas aku tak akan merasa aneh dengan ucapannya. Andi, memang suka aneh
> > dan konyol (belum sembuh, sudah keluar....).
> >
> > Apa ucapannya (yang aneh) itu :
> >
> > 'Pemilu ini tidak reformatif, sama sekali mengabaikan keinginan rakyat
> > yang menghendaki reformasi total dijalankan'
> >
> > Begitu kok aneh, sih? Bagus kan, kalau ia berkomentar mengenai
> > ketidakreformasian yang seyogyanya memang harus diutarakan dengan gagah
> > en berani?
> >
> > Tunggu dulu.
> >
> > Ketika wartawan radio itu bertanya, mengapa sampai Andi ngomong begitu,
> > maka dengan tangka Andi berkilah. katanya :
> >
> > 'Hasil pemilu didominasi oleh beberapa partai saja. Sementara puluhan
> > partai lain tidak mendapatkan kursi. Ini kan sama saja dengan periode
> > Orde Baru lalu, di mana kursi cuma ada di satu partai saja?'
> >
> > Gila (atau belum sembuh)?
> >
> > Wartawan melanjutkan pertanyaannya, bukankah itu resiko dari banyak
> > partai, dan pemilih bebas menyatakan pilihannya. Selain itu, bukankah
> > tatacara pemilu sudah diatur oleh UU?
> >
> > Apa Andi bilang (kentut?) :
> >
> > 'Ah... UU itu kan bikinan manusia. Ndak usah malu lah untuk diganti.
> > Lagian DPR-nya kan masih belum bubar. Kenapa nggak diubah saja itu UU'.
> >
> > Duh Gusti. Kenapa negeri yang sudah sengsara ini punya manusia (apa
> > sudah komplit?) macem begini, sih?
> >
> > Andi pun terus nyerocos (tidur, kali...) :
> >
> > 'Pokoknya, semua partai harus ada wakilnya di DPR, satu pun ndak pa-pa.
> > Biar sedikit kan partai-partai tadi punya suara. Kita tidak boleh
> > menghilangkan suara mereka'.
> >
> > Menurutnya lagi, 41 partai di Surabaya akan memboikot tidak
> > menandatangani berita acara. Ketika didesak, partai mana saja, ia
> > bilang 'pokoknya sudah saya hubungi, dan mereka setuju'.
> >
> > Ndi, sopo sing ngongkon awak peno melok-melok nggae partai. Nek obate
> > durung entek iku yo ojok njaluk metu saka rumah-sakit-mendem tah
> > rek..... !
> >
> > GIGIH
> >
> > PS. Jika integritas politisi diukur dengan bilangan 1-10, maka model
> > gebleg kayak gini masih sangat pantas kalau diberi ponten -5 (minus 
>lima).
> > _________________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke