Bung Komkom, sekedar membantu ...

Berbulan-bulan yang lalu saya pernah berdiskusi dengan Bung Martin soal
proporsionalitas. Tampaknya Bung Martin menolak asas proporsionalitas
dalam soal apapun, termasuk agama !

Mohon maaf bila saya salah ! Tetapi email Bung Martin soal itu masih
saya simpan sampai sekarang.

Tetapi biarlah. Kalau memang kelompok Islam kalah Pemilu kali ini ndak
apa-apa. Tahun 2004 kan sudah dekat. Selama lima tahun ini, lakukan
apapun yang dibenarkan oleh konstitusi untuk melakukan Pendidikan
Politik. Penentuan terakhir ya kita serahkan pada suara Korps Pemilih.

Begitu lho .....

Kita sibuk ribut dan berbaku email disini, nyatanya yang jadi caleg
malah enak-enakan ngorok di rumah !

-----------------
Yth. semua Netter Kuli Tinta

Saya lihat, sepertinya ada kekuatiran dari anda-anda semua kalau kelompok
mayoritas kalah oleh kelompok minoritas (dalam hal ini kelompok mayoritas
Muslim kalah oleh kelompok Minoritas Non Muslim).
Kalau boleh saya bicara berdasarkan hati nurani saya, apa sih yang
menyebabkan kita selalu berpendapat bahwa orang Mayoritas harus menang dari
Minoritas ?
Saya sudah hidup di negara ini selama kurang lebih 29 tahun, dan posisi
saya ada dalam kelompok minoritas, tapi saya tidak pernah menganggap bahwa
hal ini sebagai sesuatu yang harus dibela mati-matian, sebab selama saya
hidup di negara ini, saya tidak pernah merasa dirugikan sama sekali baik
dari kelompok minoritas sendiri ataupun dari kelompok Mayoritas (ini
pengalaman pribadi saya), bahkan ada kalanya teman-teman dari "mayoritas"
mengakui bahwa kami orang "minoritas" terkadang lebih hebat dalam hal-hal
kehidupan, dalam hal mencari nafkah misalnya, atau misalnya lagi dalam hal
mengatur perekonomian.
Mengapa kaum mayoritas lain tidak pernah mau melihat hal ini ? dan kenapa
pula selalu dipertentangkan ? saya sudah bosan selama 29 tahun ini ada saja
orang-orang yang mempertentangkan antara mayoritas dan minoritas, bosan
sekali...!
Malah saya pernah bermimpi pada suatu saat, kaum mayoritas dapat hidup
berdampingan dengan kaum minoritas secara rukun dan damai, tanpa pernah ada
lagi rasa-rasa sentimen terhadap suatu kelompok, malah saya kira setelah
Rezim berhasil ditumbangkan hal ini bisa terwujud, tapi saya kecewa, malah
kelihatannya makin parah.
Atau memang didunia ini tidak pernah bisa menyatukan kaum Minoritas dengan
mayoritas ?
saya rasa tidak demikian adanya, kalau kita mau berusaha membuang jauh-jauh
rasa sentimen itu, mungkin kita tidak lagi perlu membicarakan bahwa
kelompok mayoritas harus menang di pemilu 2004, kelompok minoritas harus
dikucilkan dari negara ini setelah tahun 2004, dan lain sebagainya.
Mudah-mudahan apa yang saya impikan ini dapat terwujud, betapa bahagianya
hidup dinegara ini kalau hal ini bisa terjadi.....

Maaf, kalau seandainya tulisan saya ini agak menyinggung perasaan anda-anda
semua, tapi inilah apa yang rasakan dari lubuk hati saya yang paling dalam,
selaku orang "minoritas"

Terima kasih.

Dave
- orang "minoritas"



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke