Chandra, saya memilih menyampaikan pandangan Anda ini kepada beberapa teman
yang peduli, ketimbang memberikan tanggapan positif sesuai permintaan Anda.
Saya yakin, ini menjadi masukan berharga bagi kami. Terima kasih.

Haris Jauhari

-----Original Message-----
From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, June 29, 1999 12:54 AM
Subject: [Kuli Tinta] Dimana posisi wartawan...?


>Mendengar wartawan-2 membantu Buyung dan Andi mendobrak pintu ruang sidang
>KPU membuat saya merasa bingung, sebenarnya dimana posisi wartawan...?
>Apakah masih bisa dipercaya bahwa wartawan itu pasti memberitakan kenyataan
>yang terjadi kalau sudah mulai berpihak dengan membantu pihak yang
bertikai.
>Selama ini kita mengecam ABRI berpihak kepada Golkar tetapi skrg wartawan
>sendiri mulai memilih untuk berpihak, bagaimana ini....?
>Menurut saya seharusnya wartawan adalah mata dan telinga publik maka itu
>jadilah mata dan telinga, wartawan boleh memihak tetapi hanya dengan
pikiran
>yang dituangkan dalam tulisan-2 rubrik bukan dengan kekerasan.
>Semoga posting saya ini mendapat tanggapan positif, demi perbaikan kwalitas
>wartawan Indonesia itu sendiri.
>
>
>Regards,
>
>
>Chandra Adenan
>+62-811-230-140
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke