Mendengar wartawan-2 membantu Buyung dan Andi mendobrak pintu ruang sidang
KPU membuat saya merasa bingung, sebenarnya dimana posisi wartawan...?
Apakah masih bisa dipercaya bahwa wartawan itu pasti memberitakan kenyataan
yang terjadi kalau sudah mulai berpihak dengan membantu pihak yang bertikai.
Selama ini kita mengecam ABRI berpihak kepada Golkar tetapi skrg wartawan
sendiri mulai memilih untuk berpihak, bagaimana ini....?
Menurut saya seharusnya wartawan adalah mata dan telinga publik maka itu
jadilah mata dan telinga, wartawan boleh memihak tetapi hanya dengan pikiran
yang dituangkan dalam tulisan-2 rubrik bukan dengan kekerasan.
Semoga posting saya ini mendapat tanggapan positif, demi perbaikan kwalitas
wartawan Indonesia itu sendiri.
Regards,
Chandra Adenan
+62-811-230-140
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!