Bung Bahrun,
Pada akhirnya, kecerdasan dan kejernihan berpikir menjadi benteng
terakhir untuk menghadang kegelapan. Ternyata masih lebih banyak orang
yang lebih meyukai kuasa kebenaran dibanding kuasa kejahatan. You are
part of the solution.
-----Original Message-----
From: bahis <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Kuli Tinta] Tanggapan Untuk Presiden wanita menurut Islam
dan Kristen
Assalamau'alaikum wr.wb.
Kebetulan saya mendapat forward email dari [Islam-Net].
Sekilas membaca, saya sangat setuju dengan segala isi email yang
dikirim oleh orang yang menamakan dirinya sebagai "Paulus Hendriyanto"
beralamat "Keuskupan Semarang". Semula saya pikir, walau dia itu
mengaku orang "katolik" tetapi membela dan memberikan pembenaran
terhadap Islam dan ajaran di dalamnya, tetapi belakangan saya mulai
mempunyai kecurigaan terhadap orang itu (apa benar dia itu orang
Nasrani/katolik).
Lantas saya sebagai Muslim tidak puas dengan menerima begitu saja isi
email itu. Saya berusaha mencari kebenaran. Saya kebetulan punya
kenalan orang katolik yang tinggal di Semarang yang kebetulan "orang
dalam" di Keuskupan Agung Semarang. Dari beliau saya peroleh info
bahwa tidak ditemukan seorang umatpun yang bernama "Paulus
Hendriyanto". Nah berdasarkan itu saya semakin penasaran untuk semakin
tahu lebih jauh lagi.
Saya himbau kepada netters agar berhati-hati jangan terlalu percaya
pada email yang nggak jelas seperti emailnya "Paulus Hendriyanto" itu.
Saya simpulkan bahwa dia itu PROVOKATOR yang berusaha mempengaruhi dan
menggunakan agama sebagai alat politiknya demi kepentingan pribadinya.
Wassalam.
Bahrun Iskandar
Berikut ini saya sertakan juga isi pembicaraan saya dengan seorang
Romo CB. Kusmaryanto (pastur/pendeta Katolik).
Romo :
Saya tidak kenal orang ini ("Paulus Hendriyanto"), tetapi seperti yang
anda katakan tentang terminologinya, orang ini PASTI bukan orang
Katolik, meskipun ia mengaku beralamatkan Keuskupan Semarang. Dia
memakai alamat keuskupan semarang supaya disangka beragama Katolik.
Pendapat saya di atas berdasarkan hal berikut ini:
1. Orang Katolik, apalagi yang tinggal di keuskupan, pasti tidak akan
memakai istilah keuskupan Semarang, tetapi keuskupan agung semarang
(KAS).
2. Orang Katolik Indonesia sangat jarang memakai istilah Bibel.
3. Orang Katolik sangat jarang/tidak pernah menyebut diri Nasrani.
Saya sendiri merasa kurang sreg menyebut diri Nasrani. Sama
seperti istilah "Isa Al Masih", yang hampir tidak pernah saya
memakainya dalam konteks Katolik. Saya juga merasa kurang sreg
menyebut Yesus sebagai Isa Al Masih.
4. Orang Katolik sangat jarang/ tidak pernah mengatakan, " Bible
memerintahkan..."
5. Orang Katolik SAMA SEKALI TIDAK PERNAH menyebut Tuhan Bapak.
6. Orang Katolik sangat jarang mengatakan bahwa dirinya durhaka atau
kafir jikalau tidak menjalankan apa yang tertulis dalam Kitab Suci.
7. Orang Katolik sangat jarang memakai terminologi "pandangan
keimanan"
8. Perhatikan kutipan berikut ini; "Ayat ini juga otomatis menjadi
pedoman yang jelas bagi ummat Nasrani, bahwa ajaran iman
*mereka* menolak bila wanita."
Perhatikan yang saya kasih tanda bintang itu. Dalam bagian sebelum
ini, penulis selalu memakai kata ganti SAYA dan KAMI untuk menyebut
subjeknya, yang adalah umat nasrani. Tetapi di sini secara tidak sadar
penulis menampilkan dirinya dengan menyebut orang nasrani sebagai
MEREKA dan bukan kami/saya lagi. Di sini penulis kurang cerdik
menuliskan penipuannya.
Seharusnya ia menulis dengan kata ganti SAYA/KAMI.
Dari nomor 1 - 8 di atas hanyalah merupakan analisa literer yang
menunjukkan jelas bukan orang Katolik. Kalau kita tinjau dari segi
isinya, jelas ini BUKAN pandangan Katolik.
Si penulis cukup cerDik dalam memberikan alamat emailnya yang adalah
email gratisan, dan dengan itu bisa menulis nama alamat sesuka
hatinya.
Rekan-rekan, di bawah ini sengaja saya ikutkan kembali artikel itu
setelah saya hilangkan -pangkatnya-, agar anda dapat meneliti apa yang
saya maksudkan.
>No 59
>Tanggal 15-Apr-99
>Nama Paulus Hendriyanto
>E-mail [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Alamat Keuskupan Semarang
>
>
>
> BIBEL & QUR'AN TTG KEPEMIMPINAN WANITA.
> Sebagai seorang Nasrani yang taat, sejak lama saya mendengar
kalangan
> ummat Islam tidak bisa menerima pemimpin mereka bila berasal dari
kaum
> wanita. Dasar mereka (kalangan Islam) adalah Al-Qur'an, yaitu Surat
> An-Nisaa ayat 34, yang berbunyi :" Kaum laki-laki itu adalah
pemimpin
>bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian
mereka
> (laki-laki) atas sebahagian
>yang lain(wanita)". Tampaknya hal inilah yang menyebabkan Gus Dur
>mengatakan belum lama ini seperti pernah dikutip Asia Week, bahwa
>sulit bagi Megawati untuk bisa diterima kalangan muslim kalau dia
>memaksakan diri untuk menjadi Presiden kelak. Seandainya yang naik
>adalah Guntur, kakak laki-laki mba Mega, saya rasa mereka tak
>berkeberatan untuk mendukungnya. Bagaimana dengan Iman-Kristiani?
>Ternyata Kitab BIBEL memerintahkan hal yang senada dengan Qur'an,
>yaitu menolak wanita bila dijadikan pemimpin dikalangan ummat
>ummatnya. Dasarnya adalah Kitab Perjanjian Baru yang dicantumkan
>dalam Kitab BIBEL : I Timothius 2 :12 yang berbunyi : "Tiada Aku
mengizinkan
>seorang perempuan mengajar atau MEMERINTAH atas laki-laki, (tetapi)
>hendaklah ia berdiam diri". Dengan keterangan Al-Kitab ini menjadi
>jelaslah bagi kalangan
>ummat Nasrani, bahwa Tuhan Yesus dan Tuhan Bapak melalui firman-Nya
>telah melarang ummat-Nya untuk mengangkat wanita sebagai pemimpin
>untuk memerintah mereka. Ayat ini juga otomatis menjadi pedoman yang
> jelas bagi ummat Nasrani, bahwa ajaran iman mereka menolak bila
wanita
>dijadikan pemimpin ummat, siapapun dia dan darimana pun datangnya.
>Oleh sebab itu sangat musykil bagi kami (ummat Nasrani) menerima
kalau
>wanita dijadikan pemimpin Bangsa Indonesia untuk kalangan ummat
>Nasrani, karena kalau menerima beliau sama saja kami durhaka atau
>kafir dengan perintah Tuhan. Dan kami sangat menyadari betapa
besarnya
>dosa bila ummat Nasrani mendurhakai perintah-Nya itu.
> Dengan pandangan keimanan yang diberitakan Al-Kitab untuk ummat
> Nasrani dan Al-Qur'an untuk kalangan muslim, berarti secara
statistik
> ummat beragama di negeri ini mayoritas menolak bila wanita diangkat
> sebagai pimpinan mereka (bukankah ada 85 persen muslim plus 10
persen
> nasrani di Indonesia sekarang ini?). Bila ada ummat Nasrani ataupun
> ummat Islam yang tetap setuju bila
> pemimpin mereka diambilkan dari kalangan wanita, berarti mereka
tidak
> memahami betul akan hakikat iman dan isi Kitab sucinya yang
seharusnya
> mereka pedomani. Dalam hal sudah menjadi tugas dan tanggung-jawab
kaum
> Rokhaniawan untuk menyadarkan ummatnya masing-masing, sebab mereka
> kelak pasti diminta pertangungan jawab oleh Tuhan akan kesungguhan
> mereka membawa domba-domba mereka ke arah jalan Tuhan Yang Esa.
Saran
> saya untuk DPP PDI Perjuangan sebaiknya anda memperhatikan aspirasi
> yang berkembang dikalangan bawah ini.
> Selagi Habibie yang dianggap oleh sebagian kecil elit kekuasaan dan
> elit massa saja tidak 'legitamed' itu sudah kesulitan menjalankan
roda
> Pemerintahan, apalah lagi kelak bila Bu Megawati dipaksakan naik
jadi
> Presiden, pasti kerepotannya bisa luar biasa ..... bahkan bisa-bisa
PDI
> Perjuangan mereka habisi ke akar-akarnya seperti PKI dulu. Meskipun
> UUD'45 tidak mensyaratkan seorang Presiden RI harus beragama
tertentu
> karena RI bukan negara agama, tetapi akar budaya setempat tidak bisa
> kita abaikan. Di Amerika Serikat saja tak ada larangan kaum kulit
> hitam jadi Presiden AS, tetapi bisakah mereka memilih dan beranikah
> mereka mengangkat orang kulit
> hitam sebagai kepala negaranya? Sama halnya di Inggris, beranikah
> mereka mengangkat seorang katholik menjadi Perdana Menterinya
meskipun
> UU disana tidak mensyaratkan seorang PM Inggris harus beragam
kristen-protestan?
> Demikian pula di Indonesia, UUD kita tak ada mencantumkan calon
> Presiden harus beragama Islam dan Pria, tapi beranikah kita
memaksakan
> kehendak yang naik jadi Presiden RI seorang non-muslim dan wanita?
> Paulus Hendriyanto, Keuskupan SEMARANG, Jawa-Tengah, Indonesia.
+---------------------------------------------------------------------
-----+
| The coolest site for free home pages, email, chat, e-cards, movie
info.. |
| http://www.goplay.com - it's time to Go Play!
|
+---------------------------------------------------------------------
-----+
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!