iwans wrote:
> 
> ----------
> > From: Ageng <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [padhang-mbulan] Re: Presiden Perempuan
> > Date: Tuesday, June 29, 1999 12:06 AM
> >
> > Saya sangat setuju dengan pendapat Dr Hasan Arifin. Memang masalah gender
> > bukanlah merupakan unsur yang paling utama dalam agama, yang paling saya
> > permasalahkan adalah tidak adanya sikap Megawati yang saya nilai sesuai
> > dengan semangat reformasi dan perbaikan arah hidup rakyat Indonesia. Hal
> ini
> > yang membuat saya kembali berpaling dari kubu Megawati. Apa yang
> ditawarkan
> > oleh PDI-P  (dalam hal ini Kwik Kian Gie, dkk) sangat mendominasi dan
> > membuat saya berfikir, ini bukan lagi masalah visi seorang Megawati
> > Soekarnoputri, melainkan visi orang2 yang hanya mampu berlindung dibalik
> > ketiak seorang wanita, yang bila berhasil toh pada akhirnya akan
> > disingkirkan dan bila tidak berhasil akan menjadi tumbal untuk semakin
> > mendekatkan golongannya pada tujuan yang dicita-citakan.
> >
> > Jadi apakah artinya seorang Megawati yang telah bervisi (apakah benar itu
> > visinya atau telah ditunggangi oleh kawanan serigala dibalik pundaknya?)
> dan
> > telah dihantam badai Orde Baru jika PADA AKHIRNYA atau katakanlah HINGGA
> > SEKARANG masih mengecewakan rakyat Indonesia hingga nanti saya perkirakan
> > akan ada satu Turning Point (Wallahu Alam) dimana semua akan jelas bagi
> kita
> > semua. Yang dapat kita lakukan hanyalah berikhtiar dan bertawakal, Semoga
> > Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan selalu
> > melimpahkan rahmah dan karunianya bagi keselamatan Bangsa Indonesia di
> Dunia
> > dan di Akhirat, Amin.
> >
> > Wassalam
> > Ageng W
> >


Maaf, saya menanggapi sedikit, akhir-akhir ini saya perhatikan bahwa 
banyak posting mas Iwan baik itu lewat alamat e-mail [EMAIL PROTECTED]
maupun lewat Harian Standard Glodok ([EMAIL PROTECTED]) yang
benar-benar mendiskreditkan Mbak Megawati...kenapa sich perlu diper-
soalkan, akuilah ....., dulu sebelum pemilu semua pihak menyatakan
bahwa akan menerima hasil pemilu dan melaksanakannya dengan jurdil.
Saat ini, mengapa begitu ada salah satu partai yang menang...., lalu
seolah-olah semuanya tiba-tiba berubah....presiden wanita nggak boleh
lah, partai yang calegnya non muslim dipersoalkan lah....
sorry....memangnya negara kita ini negara islam, kalo semua kita
punya pikiran yang sempit begini....bagaimana negara kita mau maju

Ayo.....seperti yang Mas Iwan katakan...jadilah oposisi, namun menurut 
saya bukan berarti  untuk trus meronrong yang menang, PDI-P saat 
ini lewat jumlah suara yang dikumpulkan....ayo terimalah dengan gentle,

Maaf....sekali lagi saya bukan wartawan... saya bukan politikus....
saya hanya orang awam yang peduli atas bangsa ini.....ingat kita 
hidup di bangsa ini, nggak cuma sendiri, bukan cuma satu agama....
tapi negara kita adalah negara  Pancasila....

Sekali lagi....selamat datang Indonesia baru, 
bebas...dari dari segala macam KKN dan hal-hal lainnya....

Hidup...Indonesia Baru....


Sun An


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke