Ya hidup Indonesia Baru !
Yang tanpa dwifungsi ABRI,
Dengan otonomi diperluas,
Dan ada amandemen terhadap UUD 1945 !

Tanpa itu, tidak ada yang namanya Indonesia Baru !
Yang ada juga pemerintahan baru dengan wajah baru namun selera lama !

Iwan


Sun An wrote:
> 
> iwans wrote:
> >
> > ----------
> > > From: Ageng <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: [padhang-mbulan] Re: Presiden Perempuan
> > > Date: Tuesday, June 29, 1999 12:06 AM
> > >
> > > Saya sangat setuju dengan pendapat Dr Hasan Arifin. Memang masalah gender
> > > bukanlah merupakan unsur yang paling utama dalam agama, yang paling saya
> > > permasalahkan adalah tidak adanya sikap Megawati yang saya nilai sesuai
> > > dengan semangat reformasi dan perbaikan arah hidup rakyat Indonesia. Hal
> > ini
> > > yang membuat saya kembali berpaling dari kubu Megawati. Apa yang
> > ditawarkan
> > > oleh PDI-P  (dalam hal ini Kwik Kian Gie, dkk) sangat mendominasi dan
> > > membuat saya berfikir, ini bukan lagi masalah visi seorang Megawati
> > > Soekarnoputri, melainkan visi orang2 yang hanya mampu berlindung dibalik
> > > ketiak seorang wanita, yang bila berhasil toh pada akhirnya akan
> > > disingkirkan dan bila tidak berhasil akan menjadi tumbal untuk semakin
> > > mendekatkan golongannya pada tujuan yang dicita-citakan.
> > >
> > > Jadi apakah artinya seorang Megawati yang telah bervisi (apakah benar itu
> > > visinya atau telah ditunggangi oleh kawanan serigala dibalik pundaknya?)
> > dan
> > > telah dihantam badai Orde Baru jika PADA AKHIRNYA atau katakanlah HINGGA
> > > SEKARANG masih mengecewakan rakyat Indonesia hingga nanti saya perkirakan
> > > akan ada satu Turning Point (Wallahu Alam) dimana semua akan jelas bagi
> > kita
> > > semua. Yang dapat kita lakukan hanyalah berikhtiar dan bertawakal, Semoga
> > > Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan selalu
> > > melimpahkan rahmah dan karunianya bagi keselamatan Bangsa Indonesia di
> > Dunia
> > > dan di Akhirat, Amin.
> > >
> > > Wassalam
> > > Ageng W
> > >
> 
> Maaf, saya menanggapi sedikit, akhir-akhir ini saya perhatikan bahwa
> banyak posting mas Iwan baik itu lewat alamat e-mail [EMAIL PROTECTED]
> maupun lewat Harian Standard Glodok ([EMAIL PROTECTED]) yang
> benar-benar mendiskreditkan Mbak Megawati...kenapa sich perlu diper-
> soalkan, akuilah ....., dulu sebelum pemilu semua pihak menyatakan
> bahwa akan menerima hasil pemilu dan melaksanakannya dengan jurdil.
> Saat ini, mengapa begitu ada salah satu partai yang menang...., lalu
> seolah-olah semuanya tiba-tiba berubah....presiden wanita nggak boleh
> lah, partai yang calegnya non muslim dipersoalkan lah....
> sorry....memangnya negara kita ini negara islam, kalo semua kita
> punya pikiran yang sempit begini....bagaimana negara kita mau maju
> 
> Ayo.....seperti yang Mas Iwan katakan...jadilah oposisi, namun menurut
> saya bukan berarti  untuk trus meronrong yang menang, PDI-P saat
> ini lewat jumlah suara yang dikumpulkan....ayo terimalah dengan gentle,
> 
> Maaf....sekali lagi saya bukan wartawan... saya bukan politikus....
> saya hanya orang awam yang peduli atas bangsa ini.....ingat kita
> hidup di bangsa ini, nggak cuma sendiri, bukan cuma satu agama....
> tapi negara kita adalah negara  Pancasila....
> 
> Sekali lagi....selamat datang Indonesia baru,
> bebas...dari dari segala macam KKN dan hal-hal lainnya....
> 
> Hidup...Indonesia Baru....
> 
> Sun An
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke