Bung Gigih Nusantara, bung Glodok Standard (Nama pribadi?), bung Martin Manurung, dll.: Mengikuti adu pendapat anda sekalian sangat menarik. Teruskan adu pendapat kalian untuk melatih pengembangan demokrasi di negara ini (yang demokrasinya baru terbangun). Asalkan saja serang menyerang ini tidak mengincar hal-hal yang menjurus ke hal-hal yang bersifat pribadi (kalau dalam tinju: tidak memukul terlalu rendah). Begitu juga dengan obyek bahasan anda, kalau bisa tidak perlu terlalu diungkit masalah pribadinya yang tidak ada hubungannya dengan materi pokok pembicaraan. Jadikan ruang ini suatu ajang adu pendapat. Argumentasi dibalas dengan argumentasi. Akuilah kebenaran yang ada di pihak lawan. Bantahlah yang tidak disetujui. Kita boleh beda pendapat, bukan? Mengutip pendapat Bpk. Rosihan Anwar argumentasi kita yang ada belum cukup seru, masih harus diper-seru. Marilah kita meneruskan adu pendapat secara sehat. Kita semua mencintai Indonesia, bukan? Salam, Joost A. Nelwan ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
