Kalo gue jadi anggota MPR (untungnya enggak kali ya), gue bakalan bingung,
soalnya dua kandidat capres yg berpeluang besar enggak ada yg gue dukung.

Habibie sebenarnya punya track record lumayan dari segi kebebasan pers.
Tapi dia melakukan fatal error ttg masalah KKN. Kalo dia bisa menyidangkan
Soeharto, membeberkan hartanya & kabinetnya, dan membuktikan bahwa dia
enggak korupsi, gue bisa ngedukung dia. Sayangnya gue yakin hal itu enggak
bisa dia lakuin.

Kalo Mega, dia emang enggak pingin membuat citranya bagus di kampus gue.
(Polling yg diadain KM ITB, PDIP cuman peringkat ketiga). Jadinya gue dan
lingkungan di lab gue, banyak yg menganggap dia cuman boneka yg disetir
beberapa orang pinter. Bisa aja sih itu cuman tampak luar. Tapi sayangnya
dia - dengan politik diamnya - enggak merasa perlu menunjukkan 
kemampuannya ke kalangan kampus (ITB). Atau boleh aja dibilang kalangan
kampus (ITB) tidak mampu melihat kemampuan Mega. 

Jadi akhirnya kalo gue jadi anggota MPR gue bakalan mendukung calon
presiden selain kedua orang itu. Bukan calon alternatif, tapi calon
presiden. Dan hal ini TIDAK mengkhianati suara rakyat, karena kalo gue
jadi anggota MPR, pasti rakyat yg memilih gue juga enggak mendukung kedua
calon presiden itu.

Tapi kalo akhirnya salah satu dari kedua orang itu (Mega atau Habibie)
terpilih jadi presiden, ya udah terima aja. Dengan catatan kalo
kebijakannya aneh2 tinggal dikritik.

Karena gue bukan anggota MPR & bukan siapa2 yg kritiknya akan didengar,
siap2 aja turun ke jalan, kalo ada kebijakan yg bener2 EDAN.
(Mudah-mudahan pemerintahan baru tidak mempersulit prosedur demo). Kalo
semuanya baik2 aja ya udah, tinggal tunggu pemilu lima tahun yg akan
datang, sambil tetep pasang mata.

beDoer


On Fri, 2 Jul 1999, Yap C.Young wrote:

> Padahal masih rame diamati mana yang akan unggul antara Muthoyib yang ke 
> Kebagusan dan Z.A. Maulani yang getol safari di Jatim-Jateng untuk 
> menyukseskan HBB termasuk membidani deklarasi Pasuruan sebagai tandingan 
> Rembang. Pertarungan intel yang mengasyikkan.
> Tapi berhubung kalau ngomong lalu dicap pemuja Mega, yaaa yang waras ngalah. 
> He he heee.
> 
> Mega kan nggak berkualitas, dapet suaranya dari menyihir, yang milih orang 
> bodoh yang nggak tahu politik, dan yang lebih penting lagi tidak akan mampu 
> membangun Indonesia dsb dsb.
> Lebih baik dipilih yang pintar debat, laki-laki, punya gelar sederet, 
> biarpun jago KKN dan nggak punya pendirian. Apalagi moral.
> 
> Bener juga Muladi bilang, sekarang musim malpraktek politik.
> Misalnya : perolehan kursi PDI-P masih kalah dibanding suara fraksi jatah di 
> MPR. Apalagi parpol lain.  Jadi biarpun Pemilu itu untuk mendengar suara 
> rakyat, kalau suaranya nggak cocok sama dalang, ya disetem dengan segala 
> dalih. Supaya yang nanggap senang. Soal rakyat, gampaaaaang, ada sejuta 
> alibi ilmiah untuk menipunya. Itulah gunanya sederet gelar.
> 
> 
> >From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] Iwan...Iwan
> >Date: Thu, 1 Jul 1999 23:05:55 +0700
> >
> >Nah ini dia .......
> >
> >Logika kepuntir itu memang sudah mematok bahwa sikap kritis berarti
> >harus berbeda sehingga sikap kritis yang berdasar pada obyektifitas
> >lalu dianggap antek...
> >
> >
> >-----Original Message-----
> >From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >Oposisi tidak harus selalu berkonotasi MELAWAN, bisa juga MENDUKUNG,
> >tergantung  kasusnya, bukan SIAPA yang melakukannya.
> >
> >Hidup Oposisi.
> >
> >Amin.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke