Bung Abdullah, terima kasih comment-nya. Saya mau cerita dikit.
Untuk memungkinkan Michael Schumacher menjuarai formula 1 pada Luxembourg
Grand Prix 4 October 1998 yang lalu, tim Ferrari perlu mengorbankan Eddie
Irvine yang mendapat posisi start awal lebih baik. Sasarannya menaklukkan
Mika Hakkinen dari tim McLaren-Mercedes. Missi Irvine hanya satu : menjegal
Hakkinen untuk meloloskan Schumacher.
Sampai lap 25 dari 67 yang dijadwalkan, usaha ini nampaknya berhasil, karena
Hakkinen baru mampu lolos dari Irvine pada lap 14. Itu karena Irvine tak
senekat Schumacher tahun sebelumnya yang untuk menang sampai membenturkan
mobilnya ke rivalnya. Seandainya itu dilakukan Irvine, dan Hakkinen keluar
dari sirkuit, dapat dipastikan Suzuka Grand Prix hanya tinggal formalitas,
karena pemenangnya sudah pasti, sekalipun Irvine pasti didiskualifikasi
seperti Schumacher dulu.
Ternyata Mika Hakkinen dengan dukungan penuh David Coulthard yang mampu
merebut posisi 3 untuk menahan Eddi Irvine, memenangi Luxemburg Grand Prix
walaupun hanya 2.2 detik didepan Michael Schumacher.
Kemenangan Hakkinen disambut gempita oleh penonton, karena itu adalah
kemenangan yang penuh sportivitas dan kerja keras.
Silahkan tebak, apakah dalam peta politik kita ada yang seperti Schumacher,
berapa banyak yang bertugas jadi Eddie Irvine, sehingga untuk menjadi Mika
Hakkinen sangat tidak mudah, walaupun jelas didukung massa.
Point saya, justru mengusik untuk menyingkirkan sesama kandidat sangat bisa
dilakukan ketika pertandingan masih berlangsung. Karena kalau sudah
definitip bisa dianggap makar.
Etika berkompetisi, melaju secepat mungkin boleh saja, tetapi jangan
membentur lawan agar keluar sirkuit. Mengatakan saya baik boleh saja, tetapi
mengatakan dia jelek, jangan dong. Pamali!!!
You got the point? Thanks.
Point selanjutnya akur dah.
Salam
Yap.
>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Fri, 2 Jul 1999 22:49:40 +0700
><deleted>
>
>Diusik untuk disingkirkan. Apakah anda menganggap seseorang telah berhak
>untuk duduk ( sebagai presiden) ?. Apakah nggak terlampau terburu-buru ?.
>Bukankah pertandingan masih berlangsung ? Pikiran anda adalah pikiran yang
>amat fair bila sifat pemilihan umum yang lalu adalah pemilihan presiden
>langsung. <deleted>
>Wassalam.
>Abdullah Hasan.
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!