Akuntansi memperkenalkan kata indah "adequate" yang nggak banyak dipahami 
filosofisnya.
John Potter membedah total pendekatan baru managerial, yang menjadikan 
hampir semua text-book management jadi usang.
Harvard Business school memacu kecerdasan melalui case study approach yang 
menjadikan pemuja text book gagap membaca tingkahnya.
Ehud Barak menumbangkan alumnus kebanggaan MIT yang bernama Benyamin 
Netanyahu.
Belum terhitung Lech Walenza, Nelson Mandela, bahkan Soeharto yang bukan 
alumnus manapun tetapi sempat menari dipuncak dunia.
Bjorn Borg merajai peringkat tennis dunia bukan berangkat dari sekolah 
tennis, tetapi "ambil raket dan main".
Bill Gate menjadi top world money taker berangkat dari garasi mobil setelah 
drop out sekolah.
Ditingkat lokal, professional kita bangga merintis karier di Salim Group, 
tanpa tergerak merenungkan Liem Swie Liong itu lulusan mana.

Mengapa kita tak tersentuh fenomena itu?
Benarkah Ijazah telah melahirkan kasta baru sehingga semua all out merebut 
dan membanggakannya untuk mengukur "kualitas manusia" ???

>From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sat, 3 Jul 1999 17:09:49 +0700
>
><deleted>
>Tampakna kita selama ini sudah terbiasa dengan pola umum dan text book 
>sehingga ketka muncul fenomena baru kita lalu menjadi gagap. >Padahal, 
>fenomena politik diam Mega dalam kasus politik di Indonesia mestinya bisa 
>menjadi sebuah penantian untuk dipelajari.
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke