Ternyata di Suzuka Michael Schumacher bahkan tak mencapai finish sehingga Mika Hakkinen tak terbendung lagi menjuarainya. Memang Luxembourg Grand Prix jadi panas karena point keduanya sama 80 pada saat start. Silverstone bakal seru bung Yap, karena test lap terakhir Dammond Hill yang dihajar Schumacher itu bakal mengakhiri karir balapnya disini dan hanya selisih setengah detik dari Schumacher, sehingga besar kemungkinan over all nya akan terjadi urutan Schumacher-Hill- Hakkinen dengan para pendamping -- On Sat, 03 Jul 1999 02:48:53 Yap C.Young wrote: >> >>Bung Abdullah, terima kasih comment-nya. Saya mau cerita dikit. >> >>Untuk memungkinkan Michael Schumacher menjuarai formula 1 pada Luxembourg >>Grand Prix 4 October 1998 yang lalu, tim Ferrari perlu mengorbankan Eddie >>Irvine yang mendapat posisi start awal lebih baik. Sasarannya menaklukkan >>Mika Hakkinen dari tim McLaren-Mercedes. Missi Irvine hanya satu : menjegal >>Hakkinen untuk meloloskan Schumacher. >> >>Sampai lap 25 dari 67 yang dijadwalkan, usaha ini nampaknya berhasil, >>karena >>Hakkinen baru mampu lolos dari Irvine pada lap 14. Itu karena Irvine tak >>senekat Schumacher tahun sebelumnya yang untuk menang sampai membenturkan >>mobilnya ke rivalnya. Seandainya itu dilakukan Irvine, dan Hakkinen keluar >>dari sirkuit, dapat dipastikan Suzuka Grand Prix hanya tinggal formalitas, >>karena pemenangnya sudah pasti, sekalipun Irvine pasti didiskualifikasi >>seperti Schumacher dulu. >> >>Ternyata Mika Hakkinen dengan dukungan penuh David Coulthard yang mampu >>merebut posisi 3 untuk menahan Eddi Irvine, memenangi Luxemburg Grand Prix >>walaupun hanya 2.2 detik didepan Michael Schumacher. >> >>Kemenangan Hakkinen disambut gempita oleh penonton, karena itu adalah >>kemenangan yang penuh sportivitas dan kerja keras. >> >>Silahkan tebak, apakah dalam peta politik kita ada yang seperti Schumacher, >>berapa banyak yang bertugas jadi Eddie Irvine, sehingga untuk menjadi Mika >>Hakkinen sangat tidak mudah, walaupun jelas didukung massa. >> >>Point saya, justru mengusik untuk menyingkirkan sesama kandidat sangat bisa >>dilakukan ketika pertandingan masih berlangsung. Karena kalau sudah >>definitip bisa dianggap makar. >> >>Etika berkompetisi, melaju secepat mungkin boleh saja, tetapi jangan >>membentur lawan agar keluar sirkuit. Mengatakan saya baik boleh saja, >>tetapi >>mengatakan dia jelek, jangan dong. Pamali!!! >> >>You got the point? Thanks. >> >>Point selanjutnya akur dah. >> >>Salam >> >>Yap. >> >>>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]> >>>Date: Fri, 2 Jul 1999 22:49:40 +0700 >>><deleted> >>> >>>Diusik untuk disingkirkan. Apakah anda menganggap seseorang telah berhak >>>untuk duduk ( sebagai presiden) ?. Apakah nggak terlampau terburu-buru ?. >>>Bukankah pertandingan masih berlangsung ? Pikiran anda adalah pikiran yang >>>amat fair bila sifat pemilihan umum yang lalu adalah pemilihan presiden >>>langsung. <deleted> >>>Wassalam. >>>Abdullah Hasan. >>> >> >> >> >>______________________________________________________ >>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com >> >>______________________________________________________________________ >>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >> >>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! >> >> >> >> >> >> >> >> > > >______________________________________________________ >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com > Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
