Martin Manurung wrote:
> 
> Lucu juga..., akhirnya "kelas" seseorang ketahuan juga... Saya nggak > sangka kalau 
>anda juga ikut-ikutan pada issu sampah tentang komunis > > ini..., sedih saya.. 
>tadinya saya kira anda akan memberikan clearance > dengan issu yang lebih berbobot 
>dan berkelas.

Lucu ? Yokh ketawa yokh, hahahahaha. Dan anda menulis : Akhirnya "kelas"
seseorang ketahuan juga. Kelas apa ? Kelas bulu, kelas ringan, kelas V
atau kelas-kelasan ? Mungkin saya bodoh, dungu, atau apapun persangkaan
anda. Bahkan Gigih menyebut saya penipu segala. Ya, kenapa memangnya.

Kelas apa yang anda maksud adinda Martin Manurung ? Kelas intelektual ?
Kelas sosial masyarakat ? Kelas manusia. Atau dalam pikiran anda saya
ini cuma kambing yang mengembik-ngembik. 

Coba anda baca posting saya baik-baik. Dan mudah-mudahan anda dapat
menilai saya itu "kelas" apa. Soalnya saya dan beberapa netters lain
disini yang kerap saling japri satu sama lain juga punya penilaian
terhadap semua posting anda yang khas mahasiswa. Pendek, singkat,
dangkal dan seenaknya. Anda juga punya "kelas" kan jadinya.

Mungkin sama juga dengan saya yang mantan mahasiswa. Posting saya
mungkin juga nggak enak, nyelekit, kasar, tidak beradab, aneh, bikin
pusing, atau --kalau menurut Gigih-- sering menipu bak bunglon karena
sering ganti nama. Ya terserah, "kelas" saya memang begitu. Anda mau
terima, mau nolak, juga urusan anda.

Bagi anda, clearance seperti apa yang anda kehendaki ? Kenapa anda tidak
bikin saja posting yang lebih argumentatif daripada menilai "kelas"
saya. Kenapa kalau saya ngomong yang diserang kok saya pribadi dan bukan
pendapat saya. Pendapat saya soal PKI ya begitu. Bahwa mereka masih ada
sampai sekarang masakan anda tidak terima itu ?

Bahwa mereka masih punya aspirasi politik masakan anda menolak kenyataan
itu. Dan bahwa partai yang mereka pilih adalah PDI Perjuangan masakan
kita harus menutup mata ? Ada fakta dan buktinya lho Bung Martin. Dan
jangan menjawabnya dengan cara menyerang "kelas" saya. Soalnya nanti
saya takut, netters lain juga bisa melihat "kelas" anda.

Anda tidak bersedia di judgement oleh orang lain, tetapi anda sendiri
menjudgement orang lain seenaknya. 

Saya dan anda banyak tidak sependapat di forum ini. Begitu juga saya
dengan Bung Gigih. Dan terus terang, itu membuat kebahagiaan tersendiri
bagi saya. Dan posting dari mereka yang berbeda dengan saya, bahkan
menyerang saya, selalu saya baca baik-baik karena itu memperluas
cakrawala pandang saya. Saya hormati pendapat anda. Dan terserah anda
apakah bersedia bersikap sama atau tidak !

Pada prinsipnya, saya sepakat dengan Bung Abdullah Hasan soal pentingnya
pelangi di forum ini. Anda, Bung Gigih, Bung Daniel silahkan menjadi
pendukung Megawati. Dan saya, Bung Abdullah Hasan dan Bung Komkom
kemungkinan besar tidak. 

Bagi saya itu sungguh menarik. Sangat menarik. Tetapi menjadi sangat
tidak menarik kalau kemudian "kelas" saya dipertanyakan. 

Sekali lagi. Saya orang bodoh, dan masih harus banyak belajar. Saya
memang lulusan S-1 dalam negeri dari UGM. Dan sedang belajar S-2 di UI.
Tidak bisa keluar negeri karena nggak punya biaya. Soal kelas, ya tentu
saja saya kelas kambing. Embeekkkkk .......


Proletar alias Iwan alias Admiral alias Glodok alias ..... terserah !

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke