Kalau Anda pernah masuk ke apakabar-nya pak John (terimakasih karena
menyediakan arena apakabar) maka Anda akan ketemu seseorang yang
membawa nama PROLETAR. Tulisannya bagus sekali. Indah. Ada nuansa
kesenian di sana. Membacanya jadi terlena. Jika nama itu muncul, selalu
aku sempatkan untuk membacanya. Bahkan kerap aku mengarsipkannya, untuk
aku baca ulang. Nama PROLETAR itu bisa membiusku untuk selalu membaca
tulisannya.

Ini ada peserta milis yang bingung cari identitas. Semula menggunakan
nama Iwans, yang membawa milis korps-pemilih. Meski nama milis itu
terkesan netral, sayang kenyataannya tidak demikian. Karena nama ini
menjemukan, maka bila nama ini muncul selalu kekecewaan yang muncul
atas kualitasnya. Pemberang, pemaki, dan hal-hal buta-butaan lainnya.
Nama ini lalu aku masukkan kelompok 'belakangan saja membacanya, kalau
nganggur'. Bukan termasuk yang ''bolehlah dibaca', apalagi 'harus,
jangan dilewatkan'.

Lalu muncul dengan sebutan lain, ADMIRAL. Wah, ada peserta baru nih.
Kalau yang lain-lain aku sudah tau betul lagak gayanya, aku setuju atau
tidak, nah bagaimana dengan ADMIRAL ini. Ketika aku buka, eh, yang
ADMIRAL ini IWANS juga adanya. Diamput, ketipu aku.

Sesudah pakai nama itu tadi, lalu muncul GLODOG STANDARD, bahkan dengan
embel-embel JAWA-POS. Apa nian yang mau dibawa kelompok koran terbesar
di Indonesia ini? Begitu aku buka, nah lo, ketipu lagi. Penggunaan nama
institusi resmi, yang belum tentu punya visi sama dengan ybs. aku
protes. Lalu banyak yang menasehati agar tak begitu. Cukup lama untuk
membuatnya sadar. dan ia berganti nama IWANS lagi.

Entah kenapa, di sebuah imilnya, dia menggunakan nama PROLETAR di akhir
suratnya. Padahal di alamat e-mail masih pakai IWANS. Apa dia mengutip
tulisan PROLETAR yang ada di apakabar itu? Kalau melihat kalimatnya,
jelas bukan. PROLETAR terlalu santun, bahkan untuk sesuatu yang
dibencinya. Ini beda.

Belakangan, nama PROLETAR itu dipakai oleh orang yang tak lain IWANS
tadi, sebagai alamat e-mail. Wah, orang besar (PROLETAR DI APAKABAR)
itu ngapain ikut milis lokal begini. Aku buka.. Nah lo, ketipu lagi deh
gua. Iwans lagi, Iwans lagi...

GIGIH

--- Proletar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Itulah sebabnya PDI Perjuangan menang besar di Jawa
> Tengah dan Jawa
> Timur. Karena disana orang-orang PKI dan keluarganya
> tentu memilih PDI
> Perjuangan daripada mencoblos Golkar atau Partai
> Islam. Makanya suaranya
> jadi besar banget, bahkan di daerah-daerah basis
> PKI, Jawa Timur bagian
> barat dan selatan serta Jawa Tengah bagian Timur dan
> selatan mampu
> mengalahkan PKB.
> 
> Tapi apa juga salahnya orang-orang PKI mendompleng
> PDI Perjuangan. Biar
> sajalah, kan hak asasi mereka. Mereka sekarang ini
> memang tidak punya
> banyak pilihan, apalagi partai mereka masih menjadi
> Partai Terlarang.
> Hanya saja saya juga ragu, kalau PKI diijinkan hidup
> lagi saat Megawati
> jadi Presiden nanti, apa dapat suara banyak juga ya
> ? Buktinya Masyumi
> dan PBB, dua partai pewaris Masyumi ya cuma jadi
> Partai Gurem juga.
> 
> Peserta Pemilu 1955 yang masih berjaya pada Pemilu
> 1999 ya cuma PNI (PDI
> Perjuangan) dan NU (PKB). Masyumi terpecah-pecah
> dalam berbagai partai
> Islam besar dan kecil, terutama PPP dan PBB. PKI
> dilarang. Dus yang
> bersaing dalam Pemilu sebetulnya ya cuma PNI dan NU.
> Lawan politik
> mereka sama yaitu Orde Soeharto/Golkar.
> 
> Gitu lho,
> 
> 
> Proletar
> 
> Wira Abadi wrote:
> > 
> > Analisis Anda masuk akal juga. PDIP memang
> menampung luar biasa banyaknya
> > orang-orang eks tapol PKI. Mereka dulunya
> berbondong masuk ke PNI. Seperti
> > kita semua tahu, PNI merupakan basis utama massa
> PDI ketika 4 partai (PNI,
> > Murba, Partai Katolik, dan Parkindo/Partai Kristen
> Indonesia berfusi menjadi
> > PDI). Sekarang, para tapol ex PKI itu sudah pada
> beranak-pinak, dan
> > anak-anak mereka ikut berbondong gabung ke PDIP.
> Maksud mereka tentu saja
> > mencari perlindungan. Jadi, analisis Anda sangat
> masuk akal. Makanya ...
> > hati-hati sama PDIP.
> > 
> > Wira Abadi
> > 
> > >From: Raja Komkom Siregar
> <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >Subject: Re: [Kuli Tinta] Pernyataan Pak Nas
> > >Date: Wed, 14 Jul 1999 21:40:34 +0700 (JAVT)
> > >
> > >Analisis,
> > >Bahwa pak Nas ini masih sangat trauma dengan
> komunis, dan pandangan
> > >beliau mungkin menyimpulkan bahwa
> kekuatan-kekuatan komunis ini
> > >sekarang  mendompleng  di tubuh PDI
> Perjuangan,(militansinya mungkin yang
> > >mirip PKI sehingga meragukan Pak Nas), sehingga
> beliau mendukung
> > >penuh presiden(Habibie).
> > >
> > >analisis sederhana,
> > >
> > >On Wed, 14 Jul 1999 [EMAIL PROTECTED]
> wrote:
> > >
> > > >
> > > > Semalam saya denger berita katanya pak Nas
> menyatakan mendukung /
> > >percaya
> > > > bahwa pak Habibie bakalan terpilih lagi
> menjadi presiden, sedangkan kita
> > > > sendiri tau bahwa pak Nas merupakan sesepuh
> dari ABRI, bukankah ini
> > >secara
> > > > tidak langsung menyatakan bahwa ABRI selalu
> setia dibelakang "STATUS
> > >QUO"
> > > > atau ada manuver politik yang lain ?
> > > > bagaimana analisa rekan-rekan sekalian ?
> > > >
> > > > regards...
> > > > = dave =
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
>
______________________________________________________________________
> > > > If you want to subscribe or unsubscribe, send
> an empty email;
> > > > To subscribe:
> [EMAIL PROTECTED]
> > > > To unsubscribe:
> [EMAIL PROTECTED]
> > > >
> > > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> >
>
>______________________________________________________________________
> > >If you want to subscribe or unsubscribe, send an
> empty email;
> > >To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > >To unsubscribe:
> [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > 
> >
> ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at
> http://www.hotmail.com
> > 
> >
>
______________________________________________________________________
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an
> empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe:
> [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
>
______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an
> empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke