Bung Yap, Boleh saya koreksi sedikit komentar anda. Analisis saya tidak untuk memprediksi kemenangan Mega. Saya bukan simpatisan, apalagi anggota PDIP. Saya cuma mendasarkan diri pada probability yang menurut penglihatan saya paling mungkin dalam konstelasi politik sekarang sampai berlangsungnya SU MPR nanti. Selain itu juga dipengaruhi oleh pertimbangan subjective saya yang khawatir akan apa yang bakal terjadi kalau pendukung Mega kecewa. Karena mereka sudah terlanjur mempunyai persepsi bahwa Capres dari pemenang Pemilu harus mendapat kesempatan pertama. Bahwa prediksi saya terlalu optimis, kata anda, saya setuju. Prediksi anda juga, menurut saya, bukan agak tetapi terlalu konservatif. Tapi marilah kita tidak berdebat mengenai ini, sebab namanya juga prediksi yang dibuat oleh orang dengan segala plus dan minusnya. Biarkanlah "opportunity" berayun diantara ujung optimisme dan ujung konservativisme. Mengenai gagasan untuk memberikan kesempatan kepada AR, akhir-akhir ini mulai muncul pendapat yang mempertanyakan apakah AR masih "on the right track" mengenai komitmennya pada perjuangan reformasi. Monuver-monuver politik AR semakin hari semakin sulit dicari relevansinya pada komitmen itu. Yang semakin kelihatan konsisten ialah inkonsistensinya, tatkala singgasana kepresidenan semakin mendekat pada jarak jangkauannya. Disini pendapat saya juga dipengaruhi oleh sentimetal factor tentang korban jiwa sejumlah mahasiswa pada saat dimulainya perjuangan reformasi. Anda tentunya in a better position untuk melihat ini. rachmad soetopo ---------- > From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: [reformasipolitik] Re: [Kuli Tinta] Kesempatan AR kecil > Date: Saturday, July 17, 1999 6:03 PM > > Bung Rachmad, > > Kalau analisis itu untuk memprediksi kemenangan Mega, saya katakan ini > terlalu optimis. Saya mengajukan yang most likely dengan kecenderungan agak > konservatif. > > Ada beberapa angka yang perlu dibetulkan (lihat www.detik.com) dan asumsi > yang berbeda. > Golkar bukan 117 tetapi 120, PDIP bukan 157 tetapi 154 dst. > Saya pikir PDI (BH), PDR dan PNI FM rasanya nggak mungkin mendukung PDIP. > Suara UD dengan asumsi the winner takes all, PDIP paling tinggi dapat 50. > Untuk UG lebih unpredictable lagi, jadi mungkin PDIP cuma dapat sekitar 10. > > Ini menjadikan suara PDIP yang di DPR sebesar 31% (dari 500) tetap 31% (dari > 700) di MPR, sementara Golkar yang 25% di DPR menjadi 30% di MPR karena > menang di lebih banyak Propinsi. Artinya, suara asli keduanya hampir > berimbang. > > Sedangkan suara TNI dan PAN cenderung wait and see, padahal cukup besar. > > Nah kalau ini yang terjadi dan capresnya cuma dua, tidak diragukan Golkar > akan memenangkan bursa Capres. Antara lain karena dukungan suara PPP cs > kepada Golkar lebih besar daripada PKB cs terhadap PDIP, sehingga TNI akan > bergabung ke Golkar sekalipun kita dapat berharap PAN abstain. > > Karena itu perlu �ditarik� beberapa suara dari Golkar cs dengan memunculkan > AR, dengan �risiko� Mega kalah. Tetapi jauh lebih baik AR yang menang > daripada Habibie. PDIP sendiri tidak perlu kehilangan muka, karena secara > effektip masih mampu mengontrol Pemerintah, bersama Golkar. Dengan begitu > kemenangan AR dapat diaktualisasikan sebagai kemenangan reformasi. > > Dengan skenario ini, kita mempunyai oposisi yang tangguh, tetapi tidak > blindly oppose, karena pada hakekatnya oposisi berada pada 2 kubu yang > berbeda. Pemerintahan AR tidak kuat benar, tetapi masih dapat berharap > dukungan kuat DPR sejauh langkahnya memihak rakyat. > > Kemampuan AR �menarik� suara dari Golkar dan PDIP cukup besar, apalagi kalau > voting perorangan secara tertutup. Inilah yang menjadikan prediksi Golkar > cukup berat mencapai 30%, sehingga �pertarungan� hanya terjadi antara Mega > dan AR dengan salah satunya mempunyai kemungkinan meraup diatas 30%. Artinya > menang. Keberpihakan TNI tidak lagi menentukan. > > Skenario kembali ke Ciganjur/Paso, lebih menjamin kemenangan reformasi, > tetapi crucial point-nya pada penentuan Capres/Wapres. Setelah itu, > penentuan Wapres juga rumit, karena Wiranto juga mau kursi ini sebagai > imbalan suara TNI. Sedangkan komposisi AR sebagai Capres dan Wiranto sebagai > Wapres, nampaknya tidak diterima Wiranto. Mungkin dengan alot akan tercapai > kompromi Mega Capres dan 2 Wapres AR dan Wiranto. Ini nggak mudah, karena AR > telah �bersumpah� tak mau menerima kursi Wapres. Entahlah kalau sumpah > politik bisa berubah mengikuti perkembangan situasi. Karena itu skenario 1 > (memberi kesempatan AR dibursa Capres) lebih fair, dengan membiarkan Wiranto > mengikuti kata hatinya. > > Yang jelas sekarang Golkar tinggal menunggu bola muntah. Pertengkaran yang > tidak berujung kompromi dikubu reformis akan sungguh menguntungkan Golkar. > > Sedangkan kemungkinan kembalinya people power apabila Habibie terpilih, > biayanya sangat mahal. Lagian belum tentu rakyat masih punya energi. Lagian > juga belum tentu TNI akan duduk manis. Kalau ada yang tega dan berhasil > menggerakkan people power, maka yang untung adalah yang masih punya deposito > besar (kebanyakan SQ), karena pilihan bagi rakyat jelata tinggal sakit > berkepanjangan atau mati jadi korban kerusuhan. Menang jadi arang kalah jadi > abu. Inilah yang saya sebut worst case. > > > > >From: "Rachmad" <[EMAIL PROTECTED]> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] > >To: <[EMAIL PROTECTED]> > >Subject: [Kuli Tinta] Kesempatan AR kecil > >Date: Fri, 16 Jul 1999 19:46:50 +0700 > > > >MOHON DIBACA DENGAN FULL SCREEN ! > > > >Memenuhi permintaan Sdr. Yap C. Young, dengan subject: > >[reformasipolitik] Beri AR kesempatan, berikut saya sampaikan > >pendapat saya. > > > >Kompas hari ini (16/6) memberitakan bahwa PPI sudah dapat > >menyelesaikan perhitungan perolehan suara dan perhitungan perolehan > >kursi untuk masing-masing parpol peserta Pemilu. > > > >Dari hasil itu, saya mencoba menghitung kekuatan pendukung masing-masing > >Capres di MPR nanti untuk bahan pertimbangan teman-teman yang berminat. > >Dalam perhitungan ini, suara Utusan Daerah dihitung berdasarkan persentase > >jumlah perolehan kursi seluruh parpol pendukung seorang Capres terhadap > >jumlah kursi DPR (462 kursi). Hal ini mengingat pola perolehan suara parpol > >untuk DPRD I nyaris sama dengan perolehan untuk DPR. Persentase yang > >sama dipakai untuk menghitung suara Utusan Golongan. Suara dari TNI > >(38 kursi) dalam perhitungan ini diasumsikan sebagai abstain. > > > >Perhitungan kekuatan ini dibagi dalam dua skenario, sbb.: > > > >SKENARIO: I. > >1. Capres: HABIBIE 2. Capres: MEGAWATI > > Pendukung: Suara: Pendukung: Suara: > > PDIP 0 PDIP 158 > > GOLKAR 117 GOLKAR 0 > > PKB 0 PKB 50 > > PPP 40 PPP 0 > > Stembus Accoord I 37 Stembus Accoord I 0 > > PAN 0 PAN 34 > > PKP 0 PKP 8 > > Stembus Accoord II 0 Stembus Accoord II 7 > > PBB 2 PBB 0 > > PDI 0 PDI 2 > > PKU 1 PKU 0 > > PSII 1 PSII 0 > > PP 1 PP 0 > > PK 1 PK 0 > > PNU 1 PNU 0 > > IPKI 1 IPKI 0 > > PDR 0 PDR 1 > > Utusan Daerah 72 Utusan Daerah 93 > > Utusan Gol. 15 Utusan Gol. 20 > > TNI 0 TNI 0 > > JUMLAH: 289 JUMAH: 373 > > > >SKENARIO: II. > >1. Capres: HABIBIE 2. Capres: MEGAWATI 3. Capres: ALTERNATIF >(?) > > Pendukung: Suara: Pendukung: Suara: Pendukung: > Suara: > > PDIP 0 PDIP 158 >PDIP 0 > > GOLKAR 117 GOLKAR 0 GOLKAR > 0 > > PKB 0 PKB 50 PKB > 0 > > PPP 0 PPP 0 >PPP 40 > > Stembus Accoord I 0 Stembus Accoord I 0 > >Stembus > >Accoord I 37 > > PAN 0 PAN 0 >PAN 34 > > PKP 0 PKP 8 >PKP 0 > > Stembus Accoord II 0 Stembus Accoord II 7 > >Stembus > >Accoord II 0 > > PBB 0 PBB 0 >PBB 2 > > PDI 0 PDI 0 >PDI 2 > > PKU 0 PKU 0 >PKU 1 > > PSII 0 PSII 0 > PSII 1 > > PP 0 PP 0 >PP 1 > > PK 0 PK 0 >PK 1 > > PNU 0 PNU 0 >PNU 1 > > IPKI 1 IPKI 0 > IPKI 0 > > PDR 0 PDR 1 >PDR 0 > > Utusan Daerah 42 Utusan Daerah 80 Utusan Daerah > > 43 > > Utusan Gol. 9 Utusan Gol. 17 >Utusan Gol. > > 9 > > TNI 0 TNI 0 >TNI 0 > > JUMLAH: 169 JUMAH: 321 JUMLAH: > 172 > > > >KESIMPULAN: Menurut Skenario I, Megawati menang dengan suara terbanyak > >tanpa menghadapi kemungkinan lain. Sedangkan menurut Skenario II, Megawati > >menang tetapi masih harus menghadapi paling tidak dua kemungkinan. (1) > >Pendukung Capres Alternatif berganti haluan mendukung Habibie sehingga > >jumlah dukungannya mencapai 341 mengalahkan Megawati. (2) Pendukung Habibie > >berganti haluan mendukung Capres Alternatif, sehingga keadaannya akan sama > >dengan kemungkinan pertama. Tetapi kalau Capres Alternatifnya adalah Amien > >Rais, TNI akan melepaskan kenetralannya dan mendukung Megawati sehingga > >mencapai jumlah dukungan 359 suara (321+38). > > > >Silahkan mengkotak-katik lebih lanjut. > > > >rachmad soetopo. > > > > > >______________________________________________________________________ > >If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email; > >To subscribe: [EMAIL PROTECTED] > >To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] > > > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________ > > ------------------------------------------------------------------------ > MyPoints-Free Rewards When You're Online. > Start with up to 150 Points for joining! > http://clickhere.egroups.com/click/475 > > > eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/reformasipolitik > http://www.egroups.com - Simplifying group communications > > > > ______________________________________________________________________ If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email; To subscribe: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
