Bung Rachmad,
Terima kasih atas koreksinya. Saya juga menangkap kesan yang sama bukan 
hanya dari pendukung PDIP, tetapi bahkan dari jajaran Ketuanya,  terutama 
Aberson dan Sabam Sirait, yang tentunya dapat menimbulkan dampak negatip 
dimasyarakat.
Padahal assesment saya terhadap opini publik pendukung PDIP, yang mereka 
dukung itu Mega, bukan Aberson atau Sabam Sirait dan sebagainya. Sayang 
sekali kalau mereka tidak bisa tampil lebih arif.
Rakyat ternyata lebih punya visi dan nurani daripada para elit politik.
Desakan masyarakat untuk kembali ke Paso/Ciganjur saya lihat lebih didasari 
untuk memberi kesempatan lebih besar bagi Mega untuk merekrut elemen mozaik 
yang lebih indah yang ada diluar PDIP. Tetapi tentu saja ketika interest 
pribadi bicara, aliansi semacam ini tentu mengurangi kesempatan individu 
elite PDIP terpilih dalam skuad Pemerintahan, yang masih dikonotasikan 
dengan kenikmatan dan status.
Sayang sekali kalau kita tidak mendapatkan Faisal Basri, Sri Mulyani, Yunus 
Yosfiah dsb dalam skuad Pemerintahan mendatang hanya karena pertarungan 
ambisi pribadi yang sempit. Bahkan saya juga melihat kehadiran Wimar 
Witoelar, Bintang Pamungkas, Andi Mallarangeng, Prajoko dan Budiman 
Sujatmiko sebagai figur yang dapat memberi nilai plus pada skuad 
Pemerintahan mendatang. Kenapa tidak?
Saya melihat AR belakangan ini lebih arif, sehingga kualitas intelektual dan 
kenegarawanannya lebih menonjol daripada ambisi pribadinya, walaupun sebagai 
manusia tentulah mempunyai kekurangan, dan itu sangat manusiawi. Bersama 
Wiranto, dia merupakan tokoh yang diperebutkan, karena itu juga masih 
manusiawi kalau dia menunggu penawaran terbaik.
Problem yang dimiliki Mega dan AR kurang lebih sama : there's good and bad 
guys around her/him.
Pada sisi AR : he has more excellent guys, yang sayang sekali kalau tidak 
termanfaatkan optimal hanya karena berada dikapal yang berbeda.

Nampaknya kita pada posisi yang sama, tidak mau ada korban jiwa berikutnya, 
apalagi korban yang sia sia. Cukuplah kebaikan dihadirkan tanpa pertumpahan 
darah, yang merupakan ciri masyarakat beradab.

Yap.

>From: "Rachmad" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
>CC: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,        
><[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,        
><[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] Re: [reformasipolitik] Re: [Kuli Tinta] Kesempatan AR 
>kecil
>Date: Sat, 17 Jul 1999 13:54:23 +0700
>
>Bung Yap,
>Boleh saya koreksi sedikit komentar anda. Analisis saya tidak untuk
>memprediksi kemenangan Mega. Saya bukan simpatisan, apalagi anggota PDIP.
>Saya cuma mendasarkan diri pada probability yang menurut penglihatan saya
>paling mungkin dalam konstelasi politik sekarang sampai berlangsungnya SU
>MPR nanti. Selain itu juga dipengaruhi oleh pertimbangan subjective saya
>yang khawatir akan apa yang bakal terjadi kalau pendukung Mega kecewa.
>Karena mereka sudah terlanjur mempunyai persepsi bahwa Capres dari pemenang
>Pemilu harus mendapat kesempatan pertama.
>
>Bahwa prediksi saya terlalu optimis, kata anda, saya setuju. Prediksi anda
>juga, menurut saya, bukan agak tetapi terlalu konservatif. Tapi marilah
>kita tidak berdebat mengenai ini, sebab namanya juga prediksi yang dibuat
>oleh orang dengan segala plus dan minusnya. Biarkanlah "opportunity"
>berayun diantara ujung optimisme dan ujung konservativisme.
>
>Mengenai gagasan untuk memberikan kesempatan kepada AR, akhir-akhir ini
>mulai muncul pendapat yang mempertanyakan apakah AR masih "on the right
>track" mengenai komitmennya pada perjuangan reformasi. Monuver-monuver
>politik AR semakin hari semakin sulit dicari relevansinya pada komitmen
>itu. Yang semakin kelihatan konsisten ialah inkonsistensinya, tatkala
>singgasana kepresidenan semakin mendekat pada jarak jangkauannya. Disini
>pendapat saya juga dipengaruhi oleh sentimetal factor tentang korban jiwa
>sejumlah mahasiswa pada saat dimulainya perjuangan reformasi. Anda tentunya
>in a better position untuk melihat ini.
>
>rachmad soetopo
>----------
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke