----- Original Message -----
From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>

"Numpang tanya nih, apakah kalau memerdekakan Aceh, Timor Leste dan Papua
Barat itu termasuk tindakan tidak Nasionalis?
Wong mereka nggak mau gabung kok dipaksa!!! ".

AH:
Pendapat saya benar nggak ya ?  Begini . Soal Timor Timur lebih baik
dipisahkan dari kasus daerah lain dulu. PBB kan sedang bekerja .....

Kalau kasus-kasus Aceh atau Irian saya kira termasuk kasus yang tidak
nasionalis. Soalnya yang mengalami nasib di-injak2 fisik spirituil
sebetulnya bukan rakyat dari dua daerah itu saja. Rakyat Jawa, rakyat
Kalimantan, rakyat Madura, ya sama saja. Mungkin lebih dari 95 % masyarakat
terampas hak2 kecukupan nafkah, hak pendidikan, dan hak2 suaranya,dll.
Walaupun begitu, kenyataan sejarah  berbicara bahwa yang tidak mau gabung
cuma sebagian kecil saja.

Saat ini kita semua sedang berusaha untuk bernegara lebih baik lewat
reformasi. Apakah tidak sebaiknya menunggu dulu dan berjuang bersama untuk
membuatnya berhasil ?  Negara Kesatuan RI dari Sabang sampai Merauke adalah
Negara Besar yang amat Menjanjikan. Saya amat yakin bila dikelola secara
benar ,  bisa sekuat dan semakmur Amerika. Jangan membandingkan dengan
Singapura yang amat kecil itu. Bayangan yang indah bagi kita itu, saya kira
agak membuat iri atau malahan menakutkan bagi sebagian orang lain. Bukannya
tidak mungkin dilanjutkan dengan usaha menghancurkan cita-cita tersebut
dengan memasukkan pikiran kotor dikepala kita. Pikiran kotor yang
kelihatannya adalah hak kamanusiaan kita. Saya kira marilah kita sekuat
tenaga menahan diri keluar dari godaan-godaan gampang jangka pendek untuk
bikin negara kecil sendiri-sendiri ( multiple divorce ). Marilah kita sekuat
tenaga membujuk saudara kita suku Aceh atau suku Irian untuk lebih bersabar
sedikit. Bukan malahan membakar-bakar hati mereka yang sedang menderita.

Wassalam.
Abdullah Hasan.





______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke