hehehee........lucu juga yah jadinya.
Jadi ternyata banyak Rakyat Indonesia yang tidak
menyetujui Habibie dan Amien Rais menjadi Presiden.
Ya kalau begitu, suara terbanyak saja yang diangkat
menjadi Presiden. Cuma capres dari masing2 Partai
tidak boleh diganti !

bRidWaN

At 11:44 PM 7/16/99 +0700, Martin Manurung wrote:
>Saya tidak setuju dengan pemikiran anda. Memprihatinkan sekali pemahaman
>matematika anda bila logika yang anda pakai seperti itu. Jadi Amien Rais
>tidak diinginkan oleh 93% pemilih, begitu? Dan; siapa saja asal bukan Amien
>Rais? Wah.., saya tak setuju. Daripada Habibie (yang Golkarnya adalah
>Runner-Up, berarti lebih banyak diterima daripada Amien Rais dengan
>PAN-nya), lebih baik Amien Rais yang paling banyak ditolak.
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
====
>From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 17 Juli 1999 16:39
>
>OK.
>Dalam konteks Pemilu 99, berarti 67% itu Nggak mgninginkan Mega, berarti
>mayoritas jangan milih Mega. Aspirasi rakyat : Jangan pilih Mega. Siapa
>saja asal jangan Mega. OK ?

====
>On Wed, 14 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
>> Si wakil rakyat memang tidak boleh "menyalurkan aspirasi dan nuraninya".
>> Dia harus menyalurkan aspirasi dan nurani rakyat pemilihnya. Kalau
>> diperbandingkan dengan SI MPR saya kira tidak relevan, karena ketika itu
>> MPRnya toh tidak legitimated.
>>
>> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>

>> -------
>> From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: 15 Juli 1999 1:29
>>
>>
>> Tapi bukankah dengan sistem voting terbuka, berarti kembali menyuburkan
>> sistem politik FRAKSI, lihat aja konyolnya voting waktu SI MPR 1998 , jadi
>> si wakil rakyat nggak bisa menyalurkan aspirasi dan nuraninya secara
>> murni, takut kena sanksi Partai ???

>> On Tue, 13 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
>>
>> > Kalau dimana-mana seperti itu, ya kita ubah saja di Indonesia ini. Kita
>> kan
>> > harus kontekstual... Demokrasi kita kan belum 100% bekerja. Wakil rakyat
>> > yang dipilih recruitmentnya masih darurat, apalagi yang cuma diangkat.
>> Belum
>> > lagi money politics yang disiapkan tim sukses seorang kandidat. Akan
>risky
>> > sekali bagi demokrasi bila voting itu tertutup, karena akan mempersubur
>> > rekayasa manipulatif. Karena itu saya dukung voting dengan sistem
>terbuka,
>> > supaya transparan. MPR tidak perlu bubar, karena dengan voting terbuka
>> > justru anggota MPR dapat mempertangungjawabkan amanat yang diberikan
>> padanya
>> > secara transparan.
>> >
>> > Kalau kita belum percaya sepenuhnya itu wajar. Sebab, kita sedang
>> menjalani
>> > masa transisi dari otoritarianisme ke demokrasi. Boro-boro wakil rakyat,
>> > Presiden pun belum bisa kita percayai sepenuhnya.
 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke