Yang bilang PDI Perjuangan tidak akan berkoalisi itu siapa sih? Mungkin anda
terlalu banyak baca republika ya?

Yang jelas, PDI Perjuangan akan berkoalisi, pada saatnya. Para pengurus
teras PDI Perjuangan sikapnya sudah jelas: patokan aliansi/koalisi mereka
dengan tetap menghargai dan berpegang pada kesepakatan Ciganjur dan Komunike
Bersama. Jelas dan tegas.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub

-----Original Message-----
From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 19 Juli 1999 18:03
Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ?


Hehehe...
Itulah makanya bung Martin, makanya disitulah letaknya dilakukan koalisi
beberapa partai. Ini yang kita lihat kan orang-orang dari partai pilihan
anda itu (PDIP) kok teriak-teriak sambil mengatakan bahwa Mega itu sudah
legitimated jadi presiden, sudah selayaknya diberi kesempatan. Sementara
mereka tidak menyadari bahwa suara mereka itu hanya 33% alias 1/3 saja,
kok udah berani-beraninya mengatakan bahwa mereka udah layak diberi mandat
untuk pegang pemerintahan. Mestinya mereka kan menggandeng partai laen.
Bukannya DIAM aja. hehehehe....

Kampret pisan ah....

On Fri, 16 Jul 1999, Martin Manurung wrote:

> Saya tidak setuju dengan pemikiran anda. Memprihatinkan sekali pemahaman
> matematika anda bila logika yang anda pakai seperti itu. Jadi Amien Rais
> tidak diinginkan oleh 93% pemilih, begitu? Dan; siapa saja asal bukan
Amien
> Rais? Wah.., saya tak setuju. Daripada Habibie (yang Golkarnya adalah
> Runner-Up, berarti lebih banyak diterima daripada Amien Rais dengan
> PAN-nya), lebih baik Amien Rais yang paling banyak ditolak.
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> _________________________________________________
> E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Visit http://come.to/forma-kub
>
> -----Original Message-----
> From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 17 Juli 1999 16:39
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ?
>
>
> OK.
> Dalam konteks Pemilu 99, berarti 67% itu Nggak mgninginkan Mega, berarti
> mayoritas jangan milih Mega. Aspirasi rakyat : Jangan pilih Mega. Siapa
> saja asal jangan Mega. OK ?
>
> On Wed, 14 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
>
> > Si wakil rakyat memang tidak boleh "menyalurkan aspirasi dan nuraninya".
> Dia
> > harus menyalurkan aspirasi dan nurani rakyat pemilihnya. Kalau
> > diperbandingkan dengan SI MPR saya kira tidak relevan, karena ketika itu
> > MPRnya toh tidak legitimated.
> >
> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > _________________________________________________
> > E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> > Visit http://come.to/forma-kub
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 15 Juli 1999 1:29
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Seperti ini ?
> >
> >
> > Tapi bukankah dengan sistem voting terbuka, berarti kembali menyuburkan
> > sistem politik FRAKSI, lihat aja konyolnya voting waktu SI MPR 1998 ,
jadi
> > si wakil rakyat nggak bisa menyalurkan aspirasi dan nuraninya secara
> > murni, takut kena sanksi Partai ???
> >
> >
> > On Tue, 13 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
> >
> > > Kalau dimana-mana seperti itu, ya kita ubah saja di Indonesia ini.
Kita
> > kan
> > > harus kontekstual... Demokrasi kita kan belum 100% bekerja. Wakil
rakyat
> > > yang dipilih recruitmentnya masih darurat, apalagi yang cuma diangkat.
> > Belum
> > > lagi money politics yang disiapkan tim sukses seorang kandidat. Akan
> risky
> > > sekali bagi demokrasi bila voting itu tertutup, karena akan
mempersubur
> > > rekayasa manipulatif. Karena itu saya dukung voting dengan sistem
> terbuka,
> > > supaya transparan. MPR tidak perlu bubar, karena dengan voting terbuka
> > > justru anggota MPR dapat mempertangungjawabkan amanat yang diberikan
> > padanya
> > > secara transparan.
> > >
> > > Kalau kita belum percaya sepenuhnya itu wajar. Sebab, kita sedang
> > menjalani
> > > masa transisi dari otoritarianisme ke demokrasi. Boro-boro wakil
rakyat,
> > > Presiden pun belum bisa kita percayai sepenuhnya.
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke