Kenapa tidak? Suasananya sangat kondusif. Pilihan geng orong-orong tidak
banyak. Tetapi kita memang nggak punya tokoh sekaliber Saddam Husein. Atau
Lech Walenza.
Permainan serba tanggung, nggak ada yang berani mengambil risiko, and my
heart will go on.
Ya sudahlah, untuk apa menyesali masa lalu. Kita maju terus, dengan
menyelamatkan harapan yang masih tersisa, walau sekecil apapun.
Jangan malah saling menghacurkan satu sama lain. Semoga.
>From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Nawaksara
>Date: Mon, 19 Jul 1999 09:45:04 +0700
>
>-----Original Message-----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Seandainya lengsernya Soeharto segera diikuti dengan menggusur Harmoko cs
>untuk diganti para tokoh reformis termasuk para tokoh mahasiswa dan
>cendekiawan kampus, rasanya kita nggak terpuruk seperti ini. Bukan cuma
>cebur-ceburan dikolam Senayan.
>
>Dengan kelengahan itu, sungguh mahal bayarannya.
>===============================
>
>
>Anda benar Boss!
>
>Namun apa mungkin ya pada saat itu MPR dibongkar? Apakah ABRi akan diam
>saja?
>
>Romo Mangun almarhum memang mengusulkan agar kita memulainya lagi dari nol
>seperti dulu kita telah melakukannya Namun mungkinkah ide itu dilaksanakan?
>
>Perdebatan para reformis dan akademisi lama tidak membuahkan hasil maka
>orong-orong itupun mulai berbunyi lagi setelah sebelumnya terkejut..
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!