Saat itu Soekarno berada pada situasi puncak-puncaknya penebaran
kebencian kepadanya oleh rezim baru. Dengan sangat tak sopan mulai dari
dari Kappi sampai Kami, yang antara lain ada orang-orang yang sekarang
duduk jadi pembesar, menempatkan Soekarno benar-benar seonggok najis
yang tak bisa dan boleh didekati.

Koran hari itu membuat berita kematian Soekarno, dan tak ada
acara-acara media elektronis yang berbau penjilatan. Dan itu cuma 2-3
hari saja ramai, selebihnya normal-normal saja. Maklum, siapa berani
menampakkan simpati di era rezim yang begitu benci kepada beliau?

Tetapi tidak di daerah-daerah. Terutama ketika beliau dimakamkan di
Blitar. Bukan main. Rakyat benar-benar tak memikirkan takut lagi.

Yang sekarang ini, yang akan terjadi adalah sebagai berikut :

- suasana hujat masih ada
- semua stasiun teve bikin pool-tv
- gelar-gelar kepahlawanan dipersembahkan.

Ini adalah hasil didikan mikul-duwur-mendhem-jero yang dicoba
terjemahkan oleh Hab secara 'barangkali'
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke