Tukang kompor kayak Kristiadi ini yang bisa membuat PDI-P terpuruk
nanti. Apa salahnya Mega menghadiri undangan Habibie selaku presiden?
Toh undangannya ke Istana Negara bukan ke kantor Golkar ? Sebagai Kepala
Negara justru langkah Habibie ini bagus, agendanya kan jelas. Perkara
dalam pertemuan itu nanti ada bujukan ini itu yang tidak menguntungkan
pdi-p, Mega dengan gampang menolaknya.
Dengan semakin mengasingkan diri dari mereka, PDI-P bisa jadi akan
semakin jauh dari cita-cita. Para petinggi PDI-P termasuk tukang
kompornya harus menyadari bahwa untuk berkuasa saat ini PDI-P butuh
teman, tidak bisa sendirian. Mega yang seharusnya aktif mendekati
petinggi parpol lain.
Menurut saya justru Habibie yang pinter dengan mengundang mereka, bukan
Mega yang tidak menghadiri undangan itu. Jangan-jangan para
komporwan/wati takut kalau Mega 'digojlog' oleh pemimpin parpol lain
dalam pertemuan itu :-)
S a m
---------------
(Selalu sayang
pada Megawati)
Penolakan Mega Penuhi Undangan Habibie
Kristiadi: Pintar Kalau Menolak
Reporter: Iwan Triono
detikcom, Jakarta- Pengamat politis CSIS Dr JB Kristiadi, mendukung
penolakan Mega untuk hadir dalam sebuah pertemuan yang disponsori
Presiden BJ Habibie besok Rabu (03/08/1999). "Pintar kalau Mega menolak
undangan itu," pendapat Kristiadi, Senin (02/08/1999).
Kristiadi mendukung keputusan Mega karena secara etis politis undangan
Habibie yang Golkar itu dinilai tidak tepat. "Tidak etis Golkar
mengundang partai yang suaranya lebih besar dibanding dia," alasan
Kristiadi di sela-sela Seminar Peran Islam dan Militer dalam Politik di
Indonesia di kantor CSIS, Jl Tanah Abang III, Jakarta Pusat.
--- del, baca sendiri -- di http://www.detik.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!