Bagi Megawati, siapapun yang minta bertemu tidak ada persoalan. Asal jelas
agenda dan urgensi pertemuannya. Sejauh yang saya amati, belum ada kejelasan
dari pihak Habibie perihal agenda dan urgensi perlunya dilakukan pertemuan.
Saya rasa Megawati tidak anti pemerintah, karena ketika diundang oleh
Wiranto di Wisma Yani, toh dia juga datang bersama Amien, Gus Dur dan Cak
Nur.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Reva Renaldo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 03 Agustus 1999 8:10
Subject: Re: [Kuli Tinta] Penolakan Mega Memenuhi Undangan Habibie
Bung Sam,
Terus terang, saya simpatisan PDIP tapi tidak dengan fanatisme membabi buta.
Dalam hal ini saya sependapat dengan Anda, sebaiknya Mega memenuhi undangan
Presiden Habibie (Habibie sebagai presiden). Seringkali memang ada
orang-orang yang gemar mengompori Mega yang saya pikir bisa berakibat
merugikan PDIP sendiri. Jika terus menerus seperti itu, lama-lama citra PDIP
bisa berubah menjadi tidak simpatik bahkan dapat menjurus ke arah arogan
seperti yang pernah diisyaratkan Amien Rais. Di Halo Indonesia ANTV pagi ini
ada berita yang antara lain mengutip keterangan Jacob Tobing. Dia
mengatakan, Mega dua minggu belakangan ini sibuk sehingga tidak mungkin
memenuhi undangan Habibie. Bahkan, masih kata Jacob Tobing, kalau mau
mengundang Megawati harus disampaikan satu bulan sebelumnya. Wah, Megawati
itu ketua umum partai pemenang pemilu atau artis?
Reva Renaldo
>From: Sam <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Penolakan Mega Memenuhi Undangan Habibie
>Date: Wed, 04 Aug 1999 07:26:14 +0700
>
>Tukang kompor kayak Kristiadi ini yang bisa membuat PDI-P terpuruk
>nanti. Apa salahnya Mega menghadiri undangan Habibie selaku presiden?
>Toh undangannya ke Istana Negara bukan ke kantor Golkar ? Sebagai Kepala
>Negara justru langkah Habibie ini bagus, agendanya kan jelas. Perkara
>dalam pertemuan itu nanti ada bujukan ini itu yang tidak menguntungkan
>pdi-p, Mega dengan gampang menolaknya.
>
>Dengan semakin mengasingkan diri dari mereka, PDI-P bisa jadi akan
>semakin jauh dari cita-cita. Para petinggi PDI-P termasuk tukang
>kompornya harus menyadari bahwa untuk berkuasa saat ini PDI-P butuh
>teman, tidak bisa sendirian. Mega yang seharusnya aktif mendekati
>petinggi parpol lain.
>
>Menurut saya justru Habibie yang pinter dengan mengundang mereka, bukan
>Mega yang tidak menghadiri undangan itu. Jangan-jangan para
>komporwan/wati takut kalau Mega 'digojlog' oleh pemimpin parpol lain
>dalam pertemuan itu :-)
>
>S a m
>---------------
>(Selalu sayang
>pada Megawati)
>
>Penolakan Mega Penuhi Undangan Habibie
>Kristiadi: Pintar Kalau Menolak
>Reporter: Iwan Triono
>detikcom, Jakarta- Pengamat politis CSIS Dr JB Kristiadi, mendukung
>penolakan Mega untuk hadir dalam sebuah pertemuan yang disponsori
>Presiden BJ Habibie besok Rabu (03/08/1999). "Pintar kalau Mega menolak
>undangan itu," pendapat Kristiadi, Senin (02/08/1999).
>Kristiadi mendukung keputusan Mega karena secara etis politis undangan
>Habibie yang Golkar itu dinilai tidak tepat. "Tidak etis Golkar
>mengundang partai yang suaranya lebih besar dibanding dia," alasan
>Kristiadi di sela-sela Seminar Peran Islam dan Militer dalam Politik di
>Indonesia di kantor CSIS, Jl Tanah Abang III, Jakarta Pusat.
>
>--- del, baca sendiri -- di http://www.detik.com
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!