Rekan netters,

sayang substansi cerita ini yang mungkin menarik jadi melemah, karena judul
ceritanya yang dilebih-lebihkan. Kalau penulisnya mau melakukan provokator,
percuma saja. Form ini sangat tidak tepat untuk itu. Sang penulis jadi
terlihat kerendahan intelegensinya. Segala sesuatu
disamaratakan..........itu kan omong kosong. Yah sudahlah..........semoga
dia bisa lebih dewasa. 
Salam,  Fw.


> -----Original Message-----
> From: Reva Renaldo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Bung Rosadi, Bung Wiseman,
> Anda tidak perlu heran dengan Jacob Tobing karena dari dulu juga memang 
> begitu kelakuannya. Jacob Tobing itu kan mantan tokoh Golkar yang --entah 
> membelot entah "diselundupkan"-- ke PDIP. Di Golkar dulu Jacob Tobing itu 
> duduk dalam tim pemenangan pemilu, yang selalu berhasil membuat Golkar 
> "menang" di atas 70-an persen terus. Jadi jangan heran, kalau dia sekarang
> 
> "bernostalgia" menggunakan cara-cara kecurangan semasa di Golkar untuk 
> menggembosi partai-partai Islam sekaligus menggemukkan PDIP, partai tempat
> 
> dia sekarang cari selamat sekaligus numpang hidup.
> 
> 
> >From: "Mohammad Rosadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Re: [bincang] Re: [bincang] SI KRISTEN JACOB TOBING CURANGI
> PARTAI 
> >ISLAM
> >Date: Wed, 11 Aug 1999 19:55:14 PDT
> >
> >Saya juga heran sama ketua PPI (Jakob Tobing)yang satu ini....kok
> >bisa-bisanya berbuat nekad dan memalukan seperti itu. Pertama ia 
> >mengirimkan
> >radiogram yang menyatakan ada 5 kelompok yg melakukan Stembus Accord (SA
> =
> >penggabungan sisa suara) tanpa  sepengetahuan pengurus dan anggota PPI
> atau
> >KPU yg lainnya. Belakangan setelah 8 partai Islam
> >mempermasalahkannya..barulah terungkap bahwa yang memenuhi syarat untuk
> >melakukan Stembus Accord ini (sesuai dengan ketentuan yg dibuat KPU dan 
> >PPI)
> >hanya 2 kelompok saja, bukannya 5 kelompok seperti akal-akalanya mr.Jakob
> >ini.
> >
> >Sekarang mr.Jakob ini kembali "berulah" dengan mengirimkan radiogram yg
> >menyebutkan tata cara penghitungan suara hasil Stembus Accord(SA) menurut
> >versinya. Dan untuk yang kedua kalinya hal ini ia lakukan tanpa
> >sepengetahusan pengurus dan anggota PPI yang lainya. Dan yang lebih
> >konyolnya lagi, tata cara yg ia nyatakan dalam radiogram tsb jelas-jelas
> >BERBEDA dan BERTENTANGAN dengan ketentuan KPU dan PPI yg telah ada.
> >
> >Sungguh suatu kebetulan yang sangat ANEH sekali jika melihat kedua
> tindakan
> >mr.Jakob ini secara nyata merugikan 8 partai Islam yg melakukan Stembus
> >Accord. Kita tentu bertanya-tanya mengapa orang terpandang seperti
> mr.jakob
> >ini sampai nekad dan berani berbuat hal-hal yang memalukan ini...?
> >Mungkinkah ada maksud-maksud tertentu dibalik tindakannya..? Apakah
> >tindakannya ini memang sengaja dikhususkan untuk mengurangi perolehan
> suara
> >8 partai Islam agar suara fraksi poros tengah (8 Parpol Islam, PAN, dan
> >PKB..?) tidak dapat menyaingi suara fraksi PDI-P di DPR/MPR nanti...? tak
> >tahulah saya.....:(
> >
> >Ternyata di era reformasi sekalipun masih banyak saja orang yang yang
> >memakai cara-cara rejim Orba yang menghalalkan berbagai cara untuk
> mencapai
> >tujuannya. Baju boleh ganti..namun kelakuan sami mawon.
> >Om Zakobbb....anda bikin malu orang batak saza BAHHHHH.....!!!!!!!!!!
> >
> >Adi
> >Virginia
> >
> >
> >Wiseman wrote:
> >
> >>Peraturan Stembus Accoord yang menyatakan bahwa jumlah suara dibagi
> angka
> >>quota, kemudian jumlah sisa suara terbesar mendapat 1 kursi, dirubah
> >>seenaknya oleh Jacob Tobing ini. Jacob Tobing bahkan mencatut nama
> anggota
> >>pengurus PPI lainnya seperti Djuhad Mahja dan Hasballah M Saad, seolah2
> >>mereka menyetujui tindakan Jacob Tobing.
> >>Akibat kecurangan Jacob Tobing, partai Islam yang harusnya dapat 58
> kursi
> >>jadi cuma dapat 39 kursi.
> >
> >
> >>Berikut berita dari Republika:
> >>
> >>'Jacob Tobing Kerdilkan Kursi Partai Islam'
> >>
> >>
> >>JAKARTA -- Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) yang diketuai Jacob Tobing
> >>kini sedang merekayasa untuk membonsai perolehan kursi delapan parpol 
> >>Islam
> >>yang melakukan stembus accoord. Pernyataan itu dilontarkan delapan Dewan
> >>Pengurus Pusat (DPP) parpol Islam, melalui siaran persnya kemarin.
> >>
> >>Dalam pernyataan pers yang disampaikan Presiden Partai Keadilan (PK)
> >>Nurmahmudi Ismail itu, mereka minta PPI tidak arogan, mau menang sendiri
> >>dan memaksakan kehendak. Mereka juga minta PPI mengindahkan keberadaan
> >>parpol Islam dalam stembus accoord yang jelas-jelas mendapatkan dukungan
> >>dari sebagian besar umat Islam Indonesia.
> >>
> >>Persoalan tersebut berpangkal pada teknik Jacob Tobing menghitung kursi 
> >>DPR
> >>kelompok stembus accoord. Seperti diberitakan, dalam radiogramnya Jacob
> >>Tobing membuat rumusan sisa suara kelompok stembus accoord harus
> >>digabungkan menjadi satu dan dibagi dengan bilangan pembagi pemilihan
> >>(BPP).
> >>
> >>Padahal, menurut kelompok stembus accoord, penentuan perolehan kursi
> >>dilakukan dua tahap. Yakni tahap pembagian dengan BPP dan tahap
> pembagian
> >>dengan suara terbanyak secara peringkat. Dengan penghitungan Jacob, 
> >>delapan
> >>parpol Islam kelompok stembus accoord hanya dapat 39 kursi. Padahal
> mereka
> >>mestinya bisa memperoleh 58 kursi.
> >>
> >>Menurut Ketua Forum Silaturrahmi Partai Islam Abdullah Hehamahua, cacat
> >>lain pada radiogram Jacob ada pada tanggal pengiriman dan bertentangan
> >>dengan radiogram Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Radiogram KPU yang
> dikirim
> >>9 Agustus 1999 -- sehari sebelum pengiriman radigram Jacob -- menyatakan
> >>bahwa pembagian kursi hasil stembus accoord merujuk pada petunjuk teknis
> >>yang disepakati partai peserta stembus accoord,'' jelas Abdullah di 
> >>Jakarta
> >>kemarin.
> >>
> >>Sedangkan radiogram Jacob Tobing baru dikirim 10 Agustus 1999, ke
> seluruh
> >>Panitia Pemilihan Daerah (PPD). Karena isinya bertentangan, menurut
> >>Abdullah, radiogram tersebut telah membuat kacau pembagian kursi hasil
> >>stembus accoord di daerah.
> >>
> >>Delapan parpol Islam yang melakukan stembus accoord adalah PPP, PBB,
> PKU,
> >>PNU, PUI, PK, PSII 1905, dan Partai Masyumi. Menyikapi sepak terjang
> Jacob
> >>Tobing, delapan DPP parpol Islam minta KPU segera mengambil tindakan
> >>terhadap PPI yang nyata-nyata tidak mengindahkan keputusan KPU Nomor 136
> >>Tahun 1999.
> >>
> >>Saat dikonfirmasi, Jacob mengaku bahwa radiogram tersebut dikirim untuk
> >>menjelaskan radiogram KPU. Pihaknya juga mengaku bahwa pengiriman 
> >>radiogram
> >>tersebut dilakukan melalui kesepakatan pleno PPI. ''Itu nggak 
> >>bertentangan.
> >>Dan itu sudah dikonsultasikan dengan Ketua KPU. Cuma saya kaget, 
> >>tanggalnya
> >>kok tertulis 10 Agustus,'' ungkap Jacob, yang juga caleg jadi PDI-P.
> >>
> >>Jacob juga berkelit bahwa radiogram PPI itu sudah disepakati jauh
> sebelum
> >>tangal pengiriman radiogram KPU. Tapi pada tanggal pengiriman jelas
> >>tertulis bahwa radiogram KPU dikirim tanggal 9 Agustus 1999 dan
> radiogram
> >>PPI dikirim 10 Agustus 1999. Artinya, radiogram PPI itu muncul
> belakangan
> >>setelah radiogram KPU.
> >>
> >>Yang aneh, Jacob mengaku radiogram itu dikirim dengan persetujuan pleno
> >>PPI. Ia bahkan sampai membawa-bawa nama Djuhan Mahja, wakil ketua PPI.
> >>Dengan alasan itu pihaknya menilai tidak ada masalah dalam radiogram
> >>tersebut.
> >>
> >>Tapi itu dibantah keras oleh beberapa ketua PPI lain. Ketika
> dikonfirmasi,
> >>Djuhad Mahja, mengaku tidak tahu menahu akan radiogram yang dikirim
> Jacob
> >>ke seluruh PPD. ''Saya tahu ya waktu baca koran tadi,'' tandasnya.
> >>
> >>Djuhad sendiri yakin bahwa radiogram tersebut dikirim tanpa
> sepengetahuan
> >>pleno PPI. Pihaknya menilai hal itu sebagai persoalan yang perlu 
> >>dijelaskan
> >>oleh Jacob. ''Lalu salah satu jalan keluarnya ya dicabut kembali,''
> >>tandasnya.
> >>
> >>Seperti halnya Djuhad, Wakil Ketua PPI yang lain, Hasballah M Sa'ad juga
> >>mengaku tidak tahu menahu adanya radiogram Jacob tersebut. ''Dan ini
> bukan
> >>pertama kali Saudara Jacob mengirim radiogram tanpa sepengetahuan pleno
> >>PPI,'' ujarnya pada kesempatan terpisah.
> >>
> >>Sebab itu pihaknya melihat adanya upaya yang sengaja dilakukan Jacob
> untuk
> >>'memainkan' radiogram PPI. Sebelumnya Jacob juga memang pernah mengirim
> >>radiogram bermasalah menegenai jumlah kelompok stembus accoord. Tapi
> entah
> >>mengapa, kasus itu menguap tanpa ada sanksi apa pun terhadap Jacob.
> >>
> >>Lebih jauh Hasballah menilai bahwa langkah yang dilakukan Jacob tersebut
> >>sudah melampaui wewenangnya. Sehingga, kata wakil PAN di KPU itu, Jacob
> >>perlu mempertanggungjawabkan pengiriman radiogram tersebut kepada pleno
> >>PPI. Direncanakan, PPI akan kembali menggelar pleno yang antara lain
> >>membahas masalah stembus accoord tersebut Jumat besok.
> >>
> >>Sedangkan Ketua KPU Rudini enggan berkomentar kasus radiogram Jacob
> >>tersebut. ''Itu saya kira hanya menjadi penjelasan dari radiogram yang
> >>dikirim KPU sebelumnya,'' ujar Rudini singkat.
> >>
> >>Sementara itu, Nurmahmudi Ismail mengungkapkan bahwa pemaksaan pola yang
> >>ditentukan PPI sangat merugikan partai peserta stembus accoord. ''Hal
> itu,
> >>juga bertentangan dengan filosofi dasar stembus accoord,'' tuturnya.
> >>
> >>Pihaknya menjelaskan bahwa stembus accoord itu dilakukan karena ada sisa
> >>suara yang tidak bisa ditukar kursi. ''Karena itu suara sisa, maka
> jangan
> >>diperlakukan seperti suara murni yang dibagi dengan BPP,'' tambahnya.
> >>Sementara, katanya, radiogram Jacob itu isinya memaksakan persepsi agar
> >>suara sisa yang disumbangkan untuk stembus accoord itu diperlakukan 
> >>seperti
> >>suara murni.
> >>
> >>http://www.republika.co.id/9908/12/21593.htm
> >>
> >>
> >>---------------------------------------------------
> >>Get free personalized email at http://www.iname.com
> >>
> >>
> >>
> >>------------------------------------------------------------------------
> -----
> >>Kongres dan Seminar Nasional PERMIAS 1999
> >>3-5 September 1999
> >>Host: PERMIAS Washington, DC
> >>------------------------------------------------------------------------
> -----
> >
> >
> >______________________________________________________
> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
> >
> >
> >-------------------------------------------------------------------------
> ----
> >Kongres dan Seminar Nasional PERMIAS 1999
> >3-5 September 1999
> >Host: PERMIAS Washington, DC
> >-------------------------------------------------------------------------
> ----
> 
> 
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke