Ndak ada minta-minta ijin seperti itu, kecuali ada permintaan khusus
dari pemosting, misalnya untuk yang model-model 'japri'.
Cuma akal-akalan saja, yang mencoba meng-excuse dari sebuah kekeliruan.
Perhatikan, semua lebih berkomentar mengenai judul, dibanding dengan
isinya, sehebat apa pun content-nya. Ibaratnya, pemosting memang telah
membuka banyak meja yang menantang orang main catur. Ya pilih meja yang
paling dekat, dan enak, dong. Selain soal SA itu sendiri sudah beres
yang sudah jelas ada aturan mainnya, sehingga bicara soal SA versi PPI
(Jacob Tobing mengirim radiogram dalam kapasitasnya sebagai lembaga
PPI, bukan pribadi) menjadi tak banyak spasinya.
Gigih
--- Abdur Rahim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> On Fri, 13 Aug 1999, Andriecht wrote:
>
> > Salam,
> > Tulisan tersebut awalnya tidak dikirimkan ke milis
> umum seperti kuli tinta
> > ini,.tapi ke dalam milis yang lebih spesifik,
> entah siapa sih yang
> > men-cc-kan jawabnya ke milis ini,.tanpa ijin lagi
> dari penulis awalnya,.
> >
> Ini di luar topik pembicaraan, tapi saya jadi ingin
> tahu etika ber-milis.
> Tadinya saya kira bebas2 aja mem-forward artikel
> dari milis manapun. Tapi
> membaca tulisan di atas, berarti ada etika tertentu.
> Bisa lebih
> diperjelas, misalnya setiap memforward imel harus
> memberitahu penulis
> awal, dll, dsb.
>
> beDoer
>
>
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!