Jawaban pertama, kemungkinan selalu ada apalagi dalam bahasa politik.
Kemungkinan kerja sama untuk membongkar kasus BB itu dicuatkan oleh KKG
dalam konferensi pers ketika Pradjoto ke PDIP. Jadi, persekutuan itu dalam
konteks apa dan untuk tujuan apa? Apakah pertemuan alumni HMI (Akbar) dan
GMNI (Mega) representasi persekutuan PDIP denga Golkar? Apakah itu bukan
merupakan signal yang bisa dibaca berbeda dari Mega dan Akbar?
Yang mulai membuka terminologi Golkar putih adalah KKG juga pada konferensi
pers itu. Saya pikir, individu dan organisasi kudu dipisahkan. Marzuki orang
Golkar namun dalam dialog dengan Mulyani, Pradjoto, dan Hartoyo itu apakah
kita bisa mengatakan bahwa suaranya mewakili suara Golkar? Apakah Marzuki
mewakili Golkar putih? Jadi, seandainya toh nanti Mega naik dan didalam
kabinetna ada orang Golkar maka saya akan melihat hal itu bukan karena
Golkarnya namun lebih kepada individunya. Hal yang sama misal untuk Yusril
(PBB), Faisal (PAN), Muhaimin (PKB), apalagi Cacuk.(PDR)
----- Original Message -----
From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 13 August 1999 21:42
Subject: Re: [Kuli Tinta] Akhirnya Golkar Bersekutu dengan PDI Perjuangan
Thanks atas comment-nya...:)
Saya mau nanya :
Apa iya mungkin sih Golkar bersekutu dg PDIP ?
Apa iya ada Golkar Putih dan Hitam ?
Salam,
bRidWaN
At 08:02 AM 8/14/99 +0700, c= wrote:
>Komentar Bung bRidWaN ini sangat reflektif .
>
>Harus diakui, hingga awal Orba HMI dan GMNI berseberangan posisi. Yusril
>sore ni dalam liputan 6 mengatakan bahwa pertemuan itu adalah pertemuan
yang
>ke lima. Artinya, ada alternatif yang perlu dilihat diluar arus utama
>hingar-bingar poltik saat ini.
>
>Yang menarik adalah, alumni HMI menjadi inspirator di PDIP dan GMNI menjadi
>inspirator di Golkar. Tentu saja, komentar dari para elit kelompok tengah
>yang masih belum bulat untuk menjagokan Gus Dur semakin menarik untuk
>disimak apalagi sebagai katalisator semangat dan integritas kenegarawannya.
>Kita sudah mempunai nominasi Agus Mitfah di KPU, kira-kira siapa yang akan
>menyusul masuk kedalamm nominasi?
>
>Sebagai contoh, Hamzah Haaas dalam berita siang hari ini mengkomentari
bahwa
>ia menilai positif pertemuan itu dan ia mengatakan bahwa keduanya hendaknya
>meninjau kembali pencalonan capresnya dan mencari alteratif baru yang
>disepakati bersama. He... he.... pimpinan PPP ini memang sangat konsisten.
>Dalam Istiqozah Nu yang lalu dia menanyakan mengapa warga PKB mendukung
>Mega. Tetapi Yusril tadi juga mengatakan bahwa di poros tengah itu memang
>belum ada kesepakatan. Setuju pencalonan Gus Dur tidak dan tidak setuju
>terhadap pencalonaan Gus Dur juga tidak. Atau dengan kata lain, poros
tengah
>itu memang masih bingung.
>
>
>----- Original Message -----
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 13 August 1999 10:48
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Akhirnya Golkar Bersekutu dengan PDI Perjuangan
>
>
>Saya rasa komentar ini terlalu dini.
>Ini menurut saya pribadi.
>
>Masih banyak komentar 'dini' lainnya,
>seperti motif poros tengah, peran AR
>dikubu Habibie, komitmen Ciganjur,
>Komunike Paso dan lain-lain.
>Tapi apalah gunanya dibahs secara amatiran ?
>
>Jadi kita tetapkan saja pada keyakinan
>kita masing-masing.....
>Nanti sejarah yang akan mencatat...
>(eh, apa kita masih punya sejarah ya?)
>
>Salam,
>bRidWaN
>
>
>At 07:34 AM 8/13/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
>>Ah Anda bercanda bung. Tapi saya senang canda Anda, karena pasti
>>memancing komentar kualitas active listening Anda, lalu Anda
>>masuk dengan jurus sebenarnya, ha ha haaa
>>
>>Ok, sementara saya nggak komentar dulu, supaya nggak jump
>>to the conclusion. Biar rame sesuai skenario Anda gitu.....
>>
>>Let's wait.
>>
>>Yap
>>(makin banyak mainan baru yaaa)
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!