Kalau sudut pandang kita dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini seperti
yang bung Yap bilang. Insya Allah, nggak akan lagi kita temukan sedikitpun
alasan untuk berbohong-- walau sekecil apapun-- kecuali untuk hal-hal khusus
yang diperkenankan oleh Agama, demi kemaslahatan manusia itu sendiri.

Bagaimana bila kita MEMULAI DARI DIRI SENDIRI dan lingkungan
terdekat kita???

Wassalam,

    -----Original Message-----
    From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>


    Setuju banget bung Dur, dalam keadaan apapun kita harus tetap yakin
bahwa
    kita hidup diatas sajadah panjang. Kegiatan lain dalam hidup ini
hanyalah
    sekedar interupsi.
    Saya kira Agama apapun mengajarkan begitu. Hanya operationalnya yang
    berbeda.

    Yap

    >From: Abdur Rahim <[EMAIL PROTECTED]>
    >
    > > Pelajaran Agama ? Kelihatannya pelajaran Agama lebih 'pas' kalau
    > > diajarkan dirumah saja. Kalau disekolah koq terkesan hanya untuk
    > > dipelajari menjelang ulangan/ujian.
    >
    > > bRidWaN
    > >
    >Saya nanggepin isyu2 kecil aja ah.
    >
    >Menurut saya sih kalau pengajaran agama terkesan hanya utk dipelajari
    >menjelang ulangan/ujian, jangan salahkan pengajaran agamanya. Tapi
    >salahkan metode mengajarnya. Ada banyak guru agama yg tdk sekedar
mengajak
    >menghafalkan hukum2 fiqih atau dalil2 ttg berbagai masalah, tapi mereka
    >juga memberikan teladan kebaikan akhlak shg para siswa tergerak utk
    >meneladaninya. Mereka mengisahkan sejarah orang shalih bukan sekedar
    >sebagai cerita, tapi sbg suatu pelajaran kehidupan yg bermakna.
    >
    >Jika pelajaran agama dihapus dari sekolah kemudian diajarkan di rumah
    >(atau mushola) itu juga baik. Tapi dlm kenyataannya akan dpt
menyebabkan
    >murid justru tdk menerima pelajaran agama sama sekali. Siapa yg
menjamin
    >di rumah para siswa akan menerima pelajaran agama ?
    >
    >beDoer





______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke