Terima kasih bung Junaidi.

Mudah2an tulisan ini bisa dibaca juga oleh orang lain,
terutama bagi yang belum pernah belajar Agama waktu
disekolah-nya puluhan tahun (atau belasan tahun)
yang lalu.


Salam,
bRidWaN 

---
At 12:54 PM 8/16/99 +0800, Junaidi (KPC) wrote:
>MUSLIM DARI SEGI HIDUP BERKELUARGA [1] UNTUK MENGHILANGKAN KEBOHONGAN.
>
>Menerima Islam memberikan kita kewajipan untuk memiliki satu risalah dalam
>hidup ini dgn cara hidup menurut risalah tersebut sehingga kita semua
>betul-betul menjadi Muslim baik dalam segi aqidah, ibadah, mahupun akhlaq.
>Dengan Pengakuan terhadap Islam bererti kita harus bekerja keras di
>lingkungan kita dalam semua level, dari keluarga sampai negara, dan bahkan
>ke segenap ummat manusia karena Islam diturunkan kepada semua manusia.
>       Kita tidak cukup dengan hanya menyatakan saja bahwa kita menganut
>Islam dan mematuhinya tanpa menghiraukan orang-orang di sekeliling kita.
>Kita seharusnya memiliki rasa tanggungjawab kepada orang lain, menyeru dan
>menasihati mereka.
>Rasulullah SAW telah bersabda: "Barang siapa yg tidur dan tidak mengambil
>beban urusan orang-orang Islam maka dia bukan termasuk golongan mereka." (HR
>al-Baihaqi)
>Bertolak dari keadaan ini, kita memiliki tanggungjawab baru, yaitu
>tanggungjawab untuk: 
> -menegakkan sebuah masyarakat Islam
> -menyampaikan Islam kepada masyarakat
>  Langkah pertama yang sesuai ddengan tabiat Islam adalah membentuk
>rumahtangga kita supaya menjadi rumah tangga yang Islami bukan penuh
>kebohongan. Kita bertanggung jawab untuk menegakkan Islam di dalam keluarga,
>yg merupakan masyarakat kecil ini. Kita bertanggungjawab utk menyampaikan
>ajaran Islam kepada keluarga kita, pasangan hidup kita, anak-anak kita,
>serta kerabat dan handai taulan.
> Inilah cara yg diikuti oleh Rasulullah SAW dalam permulaan dakwah beliau.
>  Firman Allah yg bermaksud: 
> "Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping
>Allah,yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di'azab. Dan berilah
>peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu
>terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman."(QS
>26:213-215)
> Oleh sebab itu, tugas yg secara langsung dipikul oleh setiap Muslim setelah
>bertanggungjawab kepada dirinya adalah tanggung jawab kepada keluarga,
>rumah, dan anak-anaknya.
>  Firman Allah yg bermaksud:
>  "Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
>neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
>malaikat-malaikat yg kasar, yg keras, yg tidak mendurhakai Allah terhadap
>apapun yg diperintahkan-Nya."  (QS 66:6)
>  [Utz Fathi Yakan]
>
>> ----------
>> From:        [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> 
>> Gimana sih cara manjur menghilangkan kebohongan ?
>> taat beragama ? aku rasa belum tentu menjamin orang tersebut tidak
>> berbohong.... sebab setauku.. di dalam kitab agama juga ada kisah
>> nabi-nabi
>> kita yang melakukan kebohongan tapi tujuannya untuk kebaikan... saya yakin
>> ada itu.. nah cilakanya.. banyak orang-orang pinter di Indonesia ini yang
>> menerapkan itu untuk tujuan "kebajikan" (inget.. kata kebajikan saya beri
>> tanda kutip !!!).. ini letak permasalahannya.. sehingga muncul segala
>> macam
>> kekerasan, pertentangan dan lain sebagainya.. kalau sudah kaya gini..
>> gimana lagi cara memperbaikinya? para pemuka agama sudah sering melakukan
>> doa nasional untuk mengembalikan ahlak manusia Indonesia, tapi buktinya
>> apa
>> ? malah rakyat aceh terus menerus di bunuh, rakyak Ambon terus menerus
>> dikejar, rakyat minoritas terus menerus disalahkan... jadinya apa ?
>> kebobrokan terus menerus bertambah !
>> dan semuanya itu berakar dari satu masalah kalau boleh saya tegas..
>> KEBOHONGAN !!!!
>> 
>> Saya tunggu cara penyembuhannya...
>> 
>> regards..
>> 
>> = dave =
>> orang yang selalu berusaha jujur.. terutama buat diri sendiri dulu.. !!!
 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke