Hari ini status Timor Leste menjadi jelas,
Selamat atas kemerdekaan Timor Leste. Kalian sudah lebih dari 20 tahun
menjadi saudara nasional kami. Tetapi hari ini kita berpisah menjadi 2
tetangga dan semoga menjadi tetangga yang baik.

Buat Indonesia ini merupakan sebuah pelajaran yang sangat bagus.

Bagi para politisi, mari mereview kembali berapa besar uang rakyat yang di
buang ke Timor Leste hanya karena kesalahan beberapa orang dalam membaca
gejala politik dunia dan kaum pemodal. Kita mengeluarkan biaya yang sangat
besar dan mengorbankan begitu banyak nyawa hanya untuk melindungi keamanan
Australia dari ekspansi komunisme tahun 60~70 an. Kita juga mengorbankan
begitu banyak sumber daya hanya untuk membela kepentingan hegomonis Amerika
di Asia Pacific dari ancaman Cina dan Sovyet. Marilah kita meninjau kembali
betapa bodohnya kita bermain politik internasional pada masa awal ORBA,
suatu kebodohan yang tidak boleh terulang.

Bagi para Militer, kalian harus banyak belajar menjadi tentara Rakyat,
mengerti keinginan Rakyat. Indoktrinasi bahwa sumber daya manusia pada ABRI
adalah SDM terbaik di Indonesia yang selama ini di ajarkan di pusat-2
pendidikan kalian ternyata salah besar. Bahkan kalian tidak sanggup untuk
merasakan keinginan yang mengalir pada darah rakyat. Kalian seharusnya malu
dan mau mengaku salah lalu memperbaiki diri sebagai penjaga pertahanan
negara. Kembalilah ke barak dan jadilah militer profesional. Jangan hal yang
sama terjadi di bagian lain dari negara ini.

Bagi para Politisi dan Intelektual: Sekaranglah waktunya untuk mengevaluasi
kembali kebijaksanaan kita yang lama, sudah waktunya kita mempertimbangkan
sebuah system negara federal yang dapat mengakomodir perkembangan didaerah
dan menghilangkan sentimen daerah terhadap pusat.

Bagi para oputonis, sebaiknya berhati-hati mengumbar kata, mencari peluang
dan ambisi yang tidak terkendali.

Bagi para ekonom dan pemain ekonomi, sudah waktunya ekonomi kita dibangun
dengan dasar keadilan sosial, berhentilah berteori bagi para ekonom dan
berhentilah mengumbar napsu dagang kapitalis ditengah kesengsaraan masarakat
bagi para pelaku ekonomi.

Majulah Indonesia.




----- Original Message -----
From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, September 03, 1999 11:30 PM
Subject: [Kuli Tinta] Re: Kemerdekaan Timor Leste


> Bung Agung Rahmat Z.
>
> Tentang sikap Anda menerima apapun hasil jajak pendapat, memang seharusnya
begitu. Eurico Guteres juga menyatakan begitu. Tetapi Soares (NPC)
menyuarakan optimisme kemenangan otonomi, dari Australia. Bagi saya OK-OK
saja.
>
> Pada posting yang lalu justru saya membantah prediksi Anda, bahwa kalau
pro kemerdekaan yang menang akan terjadi people power pawai bendera merah
putih di Timtim. Saya kira yang akan terjadi adalah pesta rakyat.
>
> Bahwa lepasnya Timtim tidak merugikan Indonesia, saya nggak sependapat.
Salah satunya itu akan menjadi preseden bagi daerah lain untuk melakukan hal
yang sama. Lihatlah di Aceh. Bukan hanya tuntutan referendum, tetapi bahkan
sudah meningkat menjadi tuntutan ke Mahkamah International. Kalau
terpengaruh dengan lepasnya Timtim, sangat mungkin Aceh akan mendapat
tambahan keberanian untuk melepaskan diri dari Indonesia. Juga Papua Barat.
>
> Tetapi bagi Timtim, lepas dari Indonesia jelas suatu kebahagiaan dan
sekaligus kebanggaan. Tentang ekonomi Timtim yang Anda khawatirkan, saya
nggak sependapat. Posisi geografisnya masih cukup menarik untuk Pangkalan
Militer Amerika, dengan kompensasi kesejahteraan rakyat yang hanya kurang
dari 1 juta itu. Belum lagi kerjasama perminyakan dengan Multi National
Corporation, yang kalaupun dia cuma mendapat Net 5%, sangat cukup untuk
berpesta pora rakyatnya. Belum lagi kopi, kayu cendana, perikanan, dan
mungkin sekali dibawah ketandusan yang Anda sebut itu ada Uranium yang
selama ini nggak pernah diteliti siapapun.
>
> Jadi ini bukan masalah kewarga negaraan saya, atau saya menginginkan
Indonesia terpecah belah. Tetapi adalah rasa penyesalan saya yang dalam,
atas kecerobohan Pemerintah Habibie.
>
> Sekarang kecerobohan ini sudah mendapat credit point dunia. Artinya, harus
berlanjut terus. Apalagi dunia juga tahu UUD kita. Tidak satu kalimatpun
dalam UUD itu yang mencantumkan secara spesifik wilayah negara kita. Lalu
dibuka dengan kalimat : Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala
bangsa.
> Inilah potensi beban yang secara realistis harus kita tanggung akibat
kecerobohan Pemerintah Habibie dengan 2 opsinya yang bahkan Nugroho
Wisnumurti-pun terbengong bengong dibuatnya. Ketika dia baru pulang dari New
York untuk berunding dengan Portugal dibawah naungan PBB tiba tiba wartawan
tanya tentang kedua opsi yang belum pernah diketahuinya sebelumnya.
>
> Definisi bangsa itu sangat lentur. Intinya sekelompok manusia. Tanpa
batasan jumlah minimum. Jadi sah sah saja kalau kelak setiap suku bangsa
menyebut diri mereka bangsa. Kalau mereka bisa mengklaim satu daerah, lalu
membentuk Pemerintahan, maka sangat mungkin akan lahir satu Negara. Bukankah
syarat International suatu Negara adalah adanya wilayah, rakyat dan
Pemerintahan? Simple sekali.
>
> Mungkin saja integritas dan wawasan kebangsaan saya belum sebaik Anda.
Tetapi jelas saya warga negara Indonesia.
>
> Anyhow, terima kasih atas diskusi yang menarik ini.
>
>
> --
> Agung Rahmat Z. wrote:
>
> Buat bung Amin Riza, saya mempertanyakan integritas & wawasan kebangsaan
> anda.
> Saya pun menerima apapun hasil jajak pendapat. Toh INDONESIA NGGAK AKAN
RUGI
> bila TimTim merdeka. Saya punya alasan yg cukup kuat, yaitu :
> 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) TIMTIM termasuk paling kecil dari 26
propinsi
>    yg lain di Indonesia. Bahkan tidak masuk urutan 20 besar. Kalau nggak
>    salah 10 propinsi dgn pendapatan terbesar berasal dari Riau, Jawa
Timur,
>    Jawa Tengah, DKI JAKARTA, JAwa BArat, DI ACEH, KALTIM, IRIAN JAYA,
>    NTB & SULSEL. Mengenai susunan peringkat, tidak perlu diumumkan.
> 2. Daerah TimTim termasuk daerah sangat kering & tandus di Indonesia.
> 3. Kalau lepas pantai Timtim memang ada sumber minyak, tetapi apa bisa
rakyat
>    Timtim mengeksplorasi sendiri tanpa bantuan Indonesia yg sudah banyak
> pengalaman.
>    Paling 99 % minyak itu akan dikuasai Australia bila Timtim merdeka
>
> Saya curiga anda bukan Warga Negara Indonesia karena anda tampaknya
> menginginkan
> perpecahan di Indonesia.
>
> >
>
>
> Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
> Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke