Hari ini saya baca selebarannya pendukung Habibie. Di sana tertulis
"Habibie: Bapak Pelopor Reformasi" dan juga "Habibie: Bapak Reformasi
Pembangunan". Wah..wah..wah.., rupanya Amien Rais dapat saingan nih...,
he..he..he..
Dalam perbincangan yang lalu sayangnya sempat sebagian anggota milis
terseret emosi ketika saya mengomentari "siapa yang angkat". Malahan saya
dikatakan "mental orde baru" karena harus ada "pengangkatan resmi". Padahal
point saya adalah, sudah cukuplah masanya kita membuat istilah
"bapak-bapak"an. Justru istilah "bapa-bapak"an itulah yang bermental orde
baru, karena bernuansa mengkultuskan si tokoh. Biar saja semuanya --meminjam
istilahnya Pak Wimar-- adalah "orang biasa", itu akan lebih egaliter,
ketimbang kita menyebut-nyebut "bapak reformasi", "bapak pelopor reformasi",
"bapak penggerak koperasi", "bapak pembangunan", dll. Lagipula, bukankah
sebenarnya menyebut seseorang sebagai "bapak-bapak"an itu, seharusnya
dilakukan setelah yang bersangkutan telah tiada, sehingga dapat dikenang
peranannya yang istimewa dalam suatu moment sejarah.
Tambahan soal teknis, Bung Abdul Fatah, kalau bisa jika anda me-reply,
bagian yang tidak penting di hapus saja, supaya surat tidak terlalu panjang
dan hemat bandwidth.., thanks
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Abdul Fatah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 06 September 1999 0:16
Subject: Re: [Kuli Tinta] FWD: LION - Menyoalkan Sikap-Sikap Amien Rais
>Assalamualaikum
>
>Sdr Pluto, untuk memahami pernyataan dan sepak terjang Bapak Amien Rais
tidak cukup hanya dengan membaca pernyataan dan liputan kegiatan beliau dari
media massa. Sebagai Bapak Reformasi, beliau tentu sangat prihatin melihat
jalannya reformasi yang masih banyak diwarnai dengan kemungkinan kemenangan
Orde Baru, yang mungkin berganti baju.
---dll...panjang...
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!