Ada kelompok yang sudah mengdaulatnya sebagai "Bapak Reformasi Indonesia." Entah apa 
kriterianya yang bisa diterima sehingga gelar ini layak disandangkan kepada AR. Kalau 
mengingat sikap-sikap politiknya, jelas sangat meragukan. 
Kalau ada yang mengatakan karena AR-lah yang paling berjasa menjatuhkan Soeharto dari 
singgasananya. Pertanyaannya yang harus dijawab adalah unsur apa yang paling 
signifikan yang bisa menjadi pertanggungjawaban pernyataan itu? Apakah faktor AR 
sedemikian signifikan, sehingga seandainya tidak ada AR, Soeharto tidak mungkin jatuh? 
Apakah dengan didudukinya gedung DPR/MPR oleh ratusan ribu mahasiswa tidak cukup 
menjatuhkan Soeharto? Padahal AR pun baru tampil di hadapan mahasiswa ketika gedung 
DPR/MPR itu diduduki. Dia muncul secara tiba-tiba dengan berbagai orasinya yang 
menghujat Soeharto, seolah-olah menjadi pimpinan dadakan massa mahasiswa, TANPA 
DIMINTA. 

Mengapa begitu Soeharto turun dari tahtanya dan Habibie menggantikannya, AR begitu 
cepat puas, dan malah menghimbau mahasiswa membubarkan diri? 

Seolah-olah begitu seorang Soeharto turun tahta, selesailah perjuangan reformasi itu. 
Padahal dengan sangat jelas penggantinya sama sekali bukan orang lain dari rezim 
Soeharto. Buktinya sudah kita lihat sekarang ini.

Kalau kelak mahasiswa yang sudah capek dan mengalami kejenuhan, mungkin tidak bisa 
berpikir lebih jauh lagi, akan dengan mudah dipengaruhi AR. Jangan jangan masuknya 
mahasiswa kegedung MPR juga rekayasa. Konspirasi tingkat tinggi. Lihatlah begitu 
mereka bubar, dan kemudian ketika hendak masuk kembali ke gedung DPR/MPR itu untuk 
memprotes pemerintahan Habibie, tidak ada satu pun yang berhasil. Jangankan masuk ke 
pekarangan, sampai di depan gedung wakil rakyat itu saja hampir mustahil. 

Adakah konspirasi tingkat tinggi dalam kejadian ini untuk sengaja mengjatuhkan 
Soeharto, dan diganti Habibie? Dan AR merupakan salah satu aktor utama yang kebagian 
peran menyusup ke dalam massa mahasiswa? 

Kalau ada yang mengatakan bahwa AR merupakan satu-satunya orang yang paling berani 
berseberangan dengan Soeharto ketika diktator itu masih jaya-jayanya, maka yang patut 
dipertanyakan kepadanya adalah selama ini apa yang dibaca dan dipelajari tentang para 
penentang diktator Soeharto? Memang benar secara kasat mata, AR mulai berani 
melontarkan kritik kepada Soeharto sekitar tahun 1996 - 1997. Misalnya soal suksesi 
dan soal proyek Freeport di Timika, Irian Jaya. Tetapi kalau kita mau jujur, apa yang 
dikritik AR sebenarnya pada saat-saat itu juga bukan sesuatu yang baru. 

Masih banyak tokoh yang berani bersuara lebih lantang daripada AR, dan nasib mereka 
semua berakhir dengan menyedihkan, atau malah tragis. Ditendang dari lingkaran 
kekuasaan, dipecat, dipenjara, bahkan mati dalam masa menjalani hukuman atas kesalahan 
yang tidak diperbuatnya (kesalahannya: berani mengkritik Soeharto). 

Misalnya, ada Letjen (Purn.) M. Jasin, yang sejak 1970-an sudah berani mengkritik 
keras Soeharto, seperti soal pembelian truk pemilu 1971, monopoli cengkeh, soal tanah 
Tapos Ciomas, dan sebagainya. 

Kemudian ada Sri Bintang Pamungkas, Ali Sadikin, H.R. Dharsono, Mochar Pakpahan, dan 
lain-lain. Mereka semua menerima akibat dari keberaniannya menentang Soeharto. 

Kelompok Petisi 50 sampai-sampai harus mengalami 'kematian perdata' (seperti dilarang 
berbisnis di bidang tertentu). Ada yang masuk penjara sampai meninggal dunia di 
penjara, atau minimal diperiksa dan harus melewati berbagai pengadilan rekayasa.

Yang harus dijawab adalah pertanyaan: Kalau semua penentang/pengkritik Soeharto waktu 
itu harus mengalami nasib tragis di tangan besi Soeharto, lalu kenapa hanya AR sendiri 
yang tidak pernah disentuh Soeharto? 
Jadi, patutkah AR diberi gelar "Pahlawan Reformasi, Bapak Reformasi," atau yang 
sejenis? 

Kita patut menyoalkan sikap-sikapnya selama ini, yang membuat orang seperti saya 
semakin lama semakin ragu.

"Sekali menipu seumur hidup orang tidak akan percaya."


Your Ad Placed Over 150,000 Times...Guaranteed! http://www.FantasticLinks.com/
___________________________________________________________
Get your own Web-based E-mail Service at http://www.zzn.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke