Apakah AR boleh lepas tangan begitu saja akibat menyebar dan berkembangnya isu
Lippogate itu, AR sama sekali tidak bertanggung jawab? Kesan yang ada adalah AR memang
bermaksud begitu. Bermaksud untuk lepas tangan. Ibaratnya lepar batu sembunyi tangan.
Ketika dia melontarkan isu tersebut, walaupun tidak menyebut nama secara tegas,
siapapun tahu bahwa yang dia maksudkan adalah PDI Perjuangan. Tetapi ketika dia sudah
telanjur melepaskan isu tersebut, dan ternyata tidak mampu menunjukkan bukti-bukti,
maka politik "lepas tangan" pun dipakai.
Padahal salah satu Ketua Umum DPP PAN, A.M. Fatwa, pada kesempatan lain, justru secara
terang-terangan mengatakan yang dimaksud sang ketua umumnya itu dengan parpol besar
bukan lain adalah PDI Perjuangan.
Yang menjadi pertanyaan juga adalah mengapa AR justru begitu bersemangat melemparkan
isu "Lippogate" yang belum punya landasan bukti yang kuat itu ketimbang mengomentari
skandal Bank Bali yang begitu menohok Habibie?
Padahal semua orang tahu, bahwa kasus Bank Bali itu memang sangat kental dengan unsur
politik kotornya ketimbang hukum. PDI Perjuangan yang menyebarluaskannya justru
dikecam AR. Dan ironisnya AR tidak mengomentari satu patahpun tentang substansi materi
skandal tersebut. Tidak ada satu patahpun yang mengecam para anggota tim sukses
Habibie yang terlibat di dalamnya. Apalagi mengecam Habibie.
AR juga tidak mengecam sedikitpun teror-teror yang ditujukan kepada (keluarga) Prajoto
(pengungkap pertama skandal Bank Bali), Kwik Kwan Gie, dan sebagainya.
Padahal dalam kasus skandal Bank Bali yang terjadi adalah pemerasan disertai ancaman
fisik dan mental terhadap Rudy Ramli (mantan) pemilik Bank Bali, sehingga terjadi
transfer sejumlah Rp. 900 miliar rupiah ke rekening beberapa anggota tim sukses itu.
Bahkan konon sampai ke rekening pribadi Habibie sendiri. Yang terjadi di sini adalah
pelanggaran moral dan kejahatan oleh para pejabat tinggi (orang-orangnya) Habibie.
Dapet bagian berapa kira kira dari Patra Kuningan?
Jadi, apapun dalih AR, dalam menyikapi kasus Bank Bali ini, kelihatan dia sangat
antusias menghancurkan PDI Perjuangan, dan sebaliknya seolah-olah menutup mata dan
telinga jika ada skandal menyangkut Habibie. Bahkan ketika Megawati mengkritik
Habibie, reaksi AR adalah mengatakan Mega arogan, dan Habibie adalah presiden yang
konstitusional. Maklum AR adalah "tim sukses" Habibie juga.
"Sekali menipu seumur hidup orang tidak akan percaya."
Hihihiiik Yek.
Your Ad Placed Over 150,000 Times...Guaranteed! http://www.FantasticLinks.com/
___________________________________________________________
Get your own Web-based E-mail Service at http://www.zzn.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!