Inilah pepatah yang cocok untuk Hihikik Yek :
"Semut di seberang lautan kelihatan, Gajah dipelupuk mata tak nampak".
Bagamaina Hikikik Yek ini, anda sendiri sudah melempar isu yang tak
bertanggung jawab, Mana tanggung jawabmu terhadap isu LenaGate, mana
bukti-bukti yang sudah diminta itu?
Saya rasa komentar anda itu lebih cocok untuk pribadi anda sendiri.
Sekali lagi "Gajah di depan mata anda tidak kelihatan", hahaha....
Kini, Saya pribadi sudah tidak percaya secuilpun pada Hikik Yek ini.
Semua kata-katanya ditujukan hanya untuk provokasi. Dia tidak bisa
membuktikan kata-katanya sendiri. hahaha.....
Ironis sekali bung HY, mari sama-sama introspeksi...
--- Hihihiiik Yek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Apakah AR boleh lepas tangan begitu saja akibat
> menyebar dan berkembangnya isu Lippogate itu, AR
> sama sekali tidak bertanggung jawab? Kesan yang ada
> adalah AR memang bermaksud begitu. Bermaksud untuk
> lepas tangan. Ibaratnya lepar batu sembunyi tangan.
> Ketika dia melontarkan isu tersebut, walaupun tidak
> menyebut nama secara tegas, siapapun tahu bahwa yang
> dia maksudkan adalah PDI Perjuangan. Tetapi ketika
> dia sudah telanjur melepaskan isu tersebut, dan
> ternyata tidak mampu menunjukkan bukti-bukti, maka
> politik "lepas tangan" pun dipakai.
>
> Padahal salah satu Ketua Umum DPP PAN, A.M. Fatwa,
> pada kesempatan lain, justru secara terang-terangan
> mengatakan yang dimaksud sang ketua umumnya itu
> dengan parpol besar bukan lain adalah PDI
> Perjuangan.
>
> Yang menjadi pertanyaan juga adalah mengapa AR
> justru begitu bersemangat melemparkan isu
> "Lippogate" yang belum punya landasan bukti yang
> kuat itu ketimbang mengomentari skandal Bank Bali
> yang begitu menohok Habibie?
>
> Padahal semua orang tahu, bahwa kasus Bank Bali itu
> memang sangat kental dengan unsur politik kotornya
> ketimbang hukum. PDI Perjuangan yang
> menyebarluaskannya justru dikecam AR. Dan ironisnya
> AR tidak mengomentari satu patahpun tentang
> substansi materi skandal tersebut. Tidak ada satu
> patahpun yang mengecam para anggota tim sukses
> Habibie yang terlibat di dalamnya. Apalagi mengecam
> Habibie.
>
> AR juga tidak mengecam sedikitpun teror-teror yang
> ditujukan kepada (keluarga) Prajoto (pengungkap
> pertama skandal Bank Bali), Kwik Kwan Gie, dan
> sebagainya.
>
> Padahal dalam kasus skandal Bank Bali yang terjadi
> adalah pemerasan disertai ancaman fisik dan mental
> terhadap Rudy Ramli (mantan) pemilik Bank Bali,
> sehingga terjadi transfer sejumlah Rp. 900 miliar
> rupiah ke rekening beberapa anggota tim sukses itu.
> Bahkan konon sampai ke rekening pribadi Habibie
> sendiri. Yang terjadi di sini adalah pelanggaran
> moral dan kejahatan oleh para pejabat tinggi
> (orang-orangnya) Habibie.
>
> Dapet bagian berapa kira kira dari Patra Kuningan?
>
> Jadi, apapun dalih AR, dalam menyikapi kasus Bank
> Bali ini, kelihatan dia sangat antusias
> menghancurkan PDI Perjuangan, dan sebaliknya
> seolah-olah menutup mata dan telinga jika ada
> skandal menyangkut Habibie. Bahkan ketika Megawati
> mengkritik Habibie, reaksi AR adalah mengatakan Mega
> arogan, dan Habibie adalah presiden yang
> konstitusional. Maklum AR adalah "tim sukses"
> Habibie juga.
>
> "Sekali menipu seumur hidup orang tidak akan
> percaya."
>
> Hihihiiik Yek.
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!