ICMI dalam pertemuannya yang tampak dihadiri (melaui kamera TV) antara lain
Parni Hardi, Marwah Daud, Ahmad Tirtosudiro, menyatakan melalui Parni Hardi
bahwa opsi kemerdekaan yang ditawarkan oleh Presiden Habibie telah dijadikan
isu politik oleh parpol lain.  Yang ni OK.

Kemudian, Ekky dalam kesempatan lain menyatakan bahwa opsi yang akhirnya
dimenangkan oleh kelompok pro kemerdekaan ibarat tercabutnya dri dalam
daging bangsa Indonesia kalau mereka damai dan tidak bertikai. Nah, yang ini
tidak OK!  Justru dsinilah masalahnya, yaitu kemampuan untuk menyelesaikan
masalah yang tidak pas. Bener nanging ora Pener atau Benar tetapi tidak
Tepat.

Siapapun yang pernah mengenyam pendidikan seperti para iner circle itu pasti
mengetahui  bahwa bila efisien dan efektif tidak bisa diwujudkan bersama,
artinya salah satu harus dikorbankan bila ada yang harus dipilih,  maka
pilhan terbaik adalah efektif, artinya tujuan tercapai. Dalam kenyataannya,
bangsa ini kini harus masih mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, bahkan
konfrontasi dengan Australia mungkin terbuka dan kecaman dunia Inernasional
semakin kuat  akibat pelaksanaan opsi itu saat ini. Bahkan beberapa daerah
juga harus menerima getahnya, sebagai contoh peliburan pendidikan di
beberapa SD Atambua guna dijadikan sebagai tempat penampungan pengungsi.

Mungkin perbedaan antara mereka yang mempertanyakan pelaksanaan opsi saat
ini dan mereka yang mendukung pelaksanaan opsi itu saat ini lebih terletak
pada apa yang dimaksud denga tujuan bangsa Indonesia, dan bukan pada apakah
setuju pada opsi itu atau tidak. Sebenarnya siapa sih yang membuat opsi itu
sebagai isu politik? Bingung aku!

Yang pasti, seandainya saja pro integrasi yang menang aka bargaining
position pendukung Presiden Habibie didalam dan di luar negeri menjadi lebih
baik.  Itu kan keinginan Mbilung, demikian kata Togog!


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke