Berbagai koran hari ini termasuk Kompas memuat berita penting yang kayaknya 
luput dari atensi para netters. Juga berita tv-tv swasta kemarin dan hari 
ini. Yaitu mengenai kasus paket informasi Fakta yang ditayangkan ANTV. Tadi 
pagi saya lihat pemred ANTV Askarmin Zaini bersama Prof Loeby Luqman 
mengupas kasus ini. Sangat ironis di era kebebasan pers sekarang tiba-tiba 
Polri  mempersoalkan. Motifnya jelas, gara-gara ANTV menyiarkan wawancara 
dengan Panglima GAM Tengku Abdullah Syafei. Apa salahnya sih, mewawancara 
panglima GAM? Kok rezim  Wiranto-HBB langsung jadi seperti kebakaran 
jenggot? Saya kebetulan termasuk penggemar Fakta tiap Senin malam. Saya juga 
nonton Fakta yang sekarang dipersoalkan rezim ini. Apanya yang salah sih? 
Waktu Xanana masih dalam tahanan, sebelum jajak pendapat, artinya Xanana 
berstatus narapidana karena "memberontak" (secara politis disebut karena 
kriminal), begitu sering Xanana diwawancara pers. Bahkan waktu dia menuding 
"Wiranto itu bukan jendral reformasi. Wiranto itu jendral orde baru", semua 
media memuatnya. Kok nggak apa-apa?

Jangan-jangan seperti disinyalir pemred ANTV di RCTI tadi pagi, ini 
merupakan bentuk baru pengekangan kebebasan pers dengan cara main intimidasi 
supaya pers nasional jadi kecut lagi seperti di jaman orde baru! Saya 
terkesan oleh pernyataan ANTV: saya siap menghadapi sampai ke pengadilan. 
Saya juga terkesan, kok di kuli-tinta ini tidak ada yang berkomentar 
mengenai kasus yang seperti dikatakan Kompas kebebasan pers sedang diuji?

Bagaimana pendapat para netters?

Reva Renaldo

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke