Bung Andri
Kalau anda baca lagi informasinya rekan kita itu, pendapat Mega itu
diucapkan 3 (baca: TIGA) bulan sebelum jajak pendapat. Artinya, tepat ketika
Habibie secara mendadak bikin opsi yang bikin kaget Deplu, PBB dan bahkan
Portugal sendiri! Yang digugat itu, bukan esensi kemerdekaan Timtim, tetapi
kondisi de-facto (Hbb adalah pemerintahan transisional yang tidak
legitimated, makanya perlu Pemilu lagi) dan de-jure (tanpa persetujuan DPR
dan mandat dari MPR) kebijakan opsi itulah yang tidak bisa dibenarkan.
Setelah Jajak Pendapat, Mega sudah bikin statement: "menerima hasil jajak
pendapat".
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Andriecht <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 09 September 1999 15:18
Subject: Re: [Kuli Tinta] Timtim (dan FENOMENA BONEK)
>Salam,
>
>Aku nggak setuju dengan pendapat Bu Mega apalagi saat ini warga timlo
>sendiri sudah menyatakan sikapnya bahwa mereka ingin merdeka, 70-an persen
>itu artinya mayoritas lo, berbeda dengan 30-an % itu harus kita hormatilah,
>daripada rusuh terus dan menggerogoti ekonomi RI, lihatlah begitu mudahnya
>rupiah kita terguncang akibat isu timlo, belum lagi ancaman embargo, dsb.
>
>Disamping itu, timlo sendiri ibarat duri dalam daging, persoalannya tidak
>selesai-selesai akibat lobi, publikasi dan propaganda yang hebat dari
>simpatisan pro kemerdekaan, cobalah anda tanya ke warga asing, entah itu
>expatriat, kenalan jauh, sahabat pena ataupun rekan kerja, mereka semua
>menganggap indonesia telah menjajah timlo,.sedangkan usaha counter dari
>diplomat kita tidak memberikan hasil yang memuaskan, apalagi wartawan
>indonesia, mereka melempem juga, akibatnya kita kalah segalanya,.
>
>Saya pikir dasar pemberian opsi adalah sebagai penyelamatan muka RI akibat
>kegagalannya mengurusi Timlo, baik dibidang diplomasi maupun mengambil
>simpati rakyat.
>
>Jadi, biar sajalah timlo merdeka, mudah-mudahan mereka bahagia pada
>pilihannya itu,.
>
>----- Original Message -----
>From: Natalia Murad <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Thursday, September 09, 1999 2:57 AM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Timtim (dan FENOMENA BONEK)
>
>
>>
>> Nambah lagi, Mega juga sudah ngingetin ini sekitar 3 bulan sebelum
>> referendum, inget ndak yg dia protes keras ketika BJH secara mendadak
>> ngusulin opsi tambahan selain otonomi sehingga Deplu dan Portugal kaget.
>> Waktu itu orang-orang cuma bilang, wahhh.....Mega ndak demokratis.
>>
>> Ini kutipan wawancaranya di TIME edisi 7 Juni 1999, terbitnya sekitar
>> 31 Mei 1999, tiga bulan sebelum jajak pendapat 30 Agustus 1999.
>> Mega sudah tahu keadaan bakal kacau , soalnya BJH bikin opsi
>> dengan gegabah tanpa bikin home worknya.
>>
>> TIME: You have indicated you are not in favor of independence for East
>> Timor.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!